JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

KLIK DISINI : UNTUK INFORMASI VILLA

Cari info vila disitus kami, untuk Persiapan Liburan di Puncak Cisarua

Pasti Menang



METROPOLITAN.ID | Pertandingan uji coba antara Tim Nasional (Timnas) U-22 Indonesia mela­wan Timnas Myanmar akan tersaji sore ini pukul 16:00 WIB di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Kedua tim sama-sama berambisi meraih kemenangan mengingat partai ini masuk agenda resmi Federasi Sepak­bola Dunia (FIFA).

Pelatih Anyar asal Spanyol Luis Milla mengaku optimis mampu menang di laga persahabatan ini. “Tim yang kami bentuk ini memang masih konstruksi awal karena banyak diisi pemain-pemain muda dan masih perlu waktu untuk membuktikan kualitas mereka, namun dari tiga tahap seleksi yang sudah dijalani, saya merasa  tim ini sangat kuat,” kata Mila saat jumpa pers di Hotel Aston, Sentul, Kabupaten Bogor. tim ini sangat kuat,” kata Mila

Mantan pemain Real Ma­drid dan Barcelona ini juga menargetkan meraih emas di SEA Games 2017. Sehingga ia memastikan seluruh pemainnya dalam kondisi baik.

“Latihan selama sebulan se­cara intensif membuat tim ini semakin solid,” tambahnya.

Disinggung soal kabar cedera Evan Dimas, halinilangsung diban­tah. “Ya memang saya sempat mengalami cedera, namun saat ini sudah membaik,” timpal Evan.

Pemain 22 tahun ini mengaku optimis bisa memberikan yang terbaik pada laga nanti. “Intinya saya siap kapan pun pelatih ingin saya main,” tambahnya.

Sementara, soal adanya pe­main naturalisasi Ezra Walian dari Belanda yang akan ikut turun di laga persahabatan, Milla tak berkomentar banyak.

“Kita masih tunggu pihak imi­grasi, jika dokumen selesai pada waktunya, tak ada alasan untuk tidak menurunkan Ezra. Karena, dia punya kualitas bagus,” Milla menambahkan.


Di lain pihak, Pelatih Kepala Timnas Myanmar Gerd Zeise memandang serius pertandin­gan ini sebagai persiapan tim jelang Piala Asia melawan Tim­nas India. “Oleh karena itu kami membawa banyak pemain senior untuk mengimbangi permainan Indonesia yang bermain cepat,” kata Gerd. (cr1/c/feb/dit)


Saling Serang Hingga Luka-Luka



METROPOLITAN.ID | Gesekan antara pengemudi ojek online dan sopir angkot memanas. Aksi penghentian pengemudi ojek online di beberapa titik di Kota Bogor berbuntut panjang hingga bentrok. Termasuk di Jalan Gunung Batu, seorang pengemudi ojek online dipukuli sejumlah sopir angkot yang kemarin melakukan aksi mogok. Tak sampai di situ, kericuhan juga terjadi di Jalan KH Abdullah bin Nuh hingga dua mobil angkot habis dihajar massa.

Puncaknya terjadi di Jalan Raya Sholeh Iskandar, tadi malam. Seharian, Bogor terasa mencekam den­gan munculnya keributan dan aksi saling serang di mana-mana. Sampai bunyi tembakan pecah di antara kerumunan massa.

Tepat di depan Rumah Makan Saung Kuring, empat kali letusan senjata terdengar di tengah suasana yang memanas. Aksi sweeping ini merupakan buntut bentrokan di Jalan Abdullah bin Nuh pada sore harinya.

Kapolsek Bogor Barat Kompol Indria Ningtias mengatakan, gesekan yang sempat terjadi didasari kesalahpahaman an­tara pengemudi ojek online dan sopir angkot. Mulanya, seorang pengemudi ojek online tertabrak dari belakang oleh angkot juru­san Cibinong–Pagelaran yang sedang melintas di Jalan Sholeh Iskandar tepatnya di depan RS Hermina hingga harus dibawa ke rumah sakit. Karena situasi antara keduanya sedang ricuh, gesekan pun tak terhindarkan.

“Awalnya ada kesalahpahaman. Kebetulan sopir angkot banyak yang menyampaikan aspirasinya terkait penolakan angkutan on­line. Kecelakaan ini memperparah keadaan sehingga ada aksi saling sweeping dan saling serang,” kata Indria Ningtias kepada Metro­politan, tadi malam.

Mengantisipasi agar tidak ber­lanjut, dirinya menyiagakan per­sonel Polsek Bogor Barat yang tergabung dengan personel Polresta Bogor Kota. Indria juga telah menerima laporan soal kecelakaan itu dari rekan kor­ban dan akan mengusut kasus tersebut.

“Kami meminta semua pihak bisa menahan diri agar tidak mudah terprovokasi. Kalau ada yang anarkis akan kami proses dengan tegas,” ujarnya.

Pengemudi ojek online yang menjadi korban tabrak lari meru­pakan warga Cemplang, Yusriza (28). Kabag Ops Polresta Bogor Kota Kompol Tri Suhartanto langsung mengunjunginya di RS Hermina, tadi malam. Tri ingin memastikan informasi mengenai kecelakaan yang disinyalir men­jadi pemicu aksi saling serang.

“Kami sengaja mengunjungi saksi langsung yaitu korban sendiri. Alhamdulillah korban sudah sadar. Korban mengalami patah kaki di bawah lutut. Dokter sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Tri kepada Metropolitan.

Meski demikian, Tri belum bisa memastikan apakah ke­celakaan tersebut ada unsur kesengajaan atau murni ke­celakaan lalu lintas. Yang jelas pada saat kejadian, pengemudi ojek online sedang tidak meng­gunakan atributnya.

“Kami belum bisa menyimpul­kan apakah ada kesengajaan atau tidak. Posisinya memang tabrak lari. Kami sedang meng­umpulkan keterangan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Kami berharap sopir angkot yang menabrak cepat menyerahkan diri agar bisa clear, jika tidak kami akan cari terus,” tegas Tri.

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online menahan diri dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian.

“Intinya kami turut prihatin. Pengemudi ojek online dan pihak lainnya harus bisa menahan diri dan menyerahkan kasus ini ke kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kom­pol Chandra Sasongko men­gaku telah menyiagakan lebih dari 100 personelnya untuk meredam situasi. Dirinya juga meminta semua pihak tidak mudah terprovokasi dan ber­laku anarkis. Dengan tegas, Chandra akan menindak jika menemukan pengemudi atau sopir yang anarkis.

“Kami kerahkan anggota Dal­mas Polres Bogor Kota sekitar 50 orang ditambah Dalmas Polres Kabupaten Bogor se­banyak dua peleton dan 20 orang dari TAF Polresta Bogor Kota. Mereka akan disiagakan sampai suasana dirasa tenang,” singkatnya. (fin/c/feb/dit)


Telantar Seharian


METROPOLITAN.ID | Buntut aksi mogok massal yang dilakukan sejumlah sopir angkot ternyata berimbas langsung ke masyarakat, Senin (20/3). Seluruh warga telantar seharian, menunggu angkutan umum yang tak kunjung datang. Sebagian ada yang terpaksa berjalan kaki dan diturunkan paksa oleh sopir karena adanya aksi sweeping di sejumlah titik.

Mulai dari siswa, ibu rumah tangga dan para pekerja gigit jari menunggu berjam-jam. Di Jalan Raya Karadenan, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong mereka terpaksa menyetop kendaraan terbuka sep­erti mobil bak hingga truk bermuatan besar.

“Iya teman yang lain ada yang  sampai naik mobil bak. Saya mah nunggu mobil Satpol PP saja,” kata pelajar SMP Tunas Bangsa, Adit Safian (13). “Iya teman yang lain ada yang

Beruntung ada mobil Satpol PP Kabupaten Bogor yang mau mengangkut pelajar un­tuk mengantar ke sekolah. Lelaki yang duduk di kelas 7 SMP Tunas Bangsa ini pun berpendapat, tak akan berseko­lah jika para sopir angkot tak beroperasional kembali. Kare­na, lokasi rumahnya menuju sekolah terlampau jauh dan di rumah pun minim kendaraan. “Kalau besok masih demo ng­gak sekolah,” ujarnya.

Namun, hal berbeda dis­ampaikan murid SMP Tunas Bangsa lainnya, Niko Afif An­drianto (13). Menurut pelajar kelas 7 itu, jika sopir angkot tetap melakukan aksi mogok massal, ia akan meminta sang nenek untuk mengantarkannya sekolah. “Paling minta antar nenek besok. Kalau sama orang tua paling bisa paginya saja, karena kan kerja juga. Kalau bisa sih jangan mogok lagi,” kata bocah yang tinggal di Jalan Karadenan, tepatnya di dekat SMKN 1 Cibinong.

Sementara itu, hasil pantauan Metropolitan hingga pukul 17:00 WIB, di Jalan Karadenan, tidak terlihat aktivitas kenda­raan dari angkutan umum hingga angkutan online. Pen­umpukan penumpang pun tak bisa terelakan di sepanjang jalur tersebut.

Tak hanya itu, hingga pukul 21:40 WIB, sejumlah pekerja juga masih kebingungan men­cari angkutan umum di sepan­jang Jalan Raya Bogor-Jakarta. Bahkan, ada warga yang ditu­runkan di tengah jalan karena angkutan mogok beroperasi. Warga Bogor Barat Deden (35) sampai harus izin pulang lebih awal untuk menjemput istrinya.

“Istri tadi telepon katanya dia diturunin di Simpang Citeureup. Istri saya hamil, jadi mau nggak mau saya izin kantor untuk jemput,” katanya, saat ditemui di Jalan Raya Bogor-Jakarta.

Hal serupa dirasakan pekerja garmen di Sukaraja, Ningsih. Ia mengaku dipaksa turun oleh sopir saat berada di tengah jalan. “Tadi naik angkot 08 (Citeureup-Pasar Anyar) lalu di-stop sama para sopir yang mogok dan kita disuruh tu­run,” ungkapnya.

Setidaknya ada tujuh titik aksi mogok dan penyetopan angkot di wilayah Bogor yakni Bubulak, Underpass Solis, Jalan Raya Bogor-Jakar­ta, Keradenan, Abdullah bin Nuh, Padjajaran dan Simpang Otista. (rez/c/feb/dit)


Angkot Mogok Hingga Ricuh. Kemana Walikota dan Bupati?



BOGORDAILY.NET | Adanya aksi mogok angkot yang berujung aksi bentrok antara pengemudi ojek online dan sopir angkutan umum jadi momok bagi pemerintah daerah (pemda). Sejumlah kalangan menilai jika aksi yang terjadi sebagai akibat dari lambatnya pemerintah merespon gejolak yang sudah muncul di masyarakat.

Menurut Penga­mat Kebijakan Publik Mihradi, masalah ini bu­kan hal baru, melainkan riak-riaknya sudah lama muncul. Sayang, tidak ada inisiatif dari peemrintah menyikapi banyaknya keluhan masyarakat, baik pengemudi ojek online maupun sopir angkot. Sementara, di sejumlah daerah kericuhan di antara dua kubu itu sudah terang-terangan terjadi.
“Ini menandakan kalau pemerintah itu lambat. Seha­rusnya ini tidak perlu terjadi kalau pemerintah sudah lebih dulu mempertemukan masing-masing pemangku kepentingan untuk berembuk,” kata akade­misi dari Universitas Pakuan itu.
Mihradi menyatakan jika peran pemerintah tidak seka­dar menjadi pemadam ke­bakaran dalam menghadapi persoalan, melainkan tanggap melakukan langkah pencega­han (preventif).
“Perlu kehadiran pemerintah di tengah gejolak yang mun­cul. Jangan sampai menung­gu korban, baru bergerak,” sindirnya.
Ia pun kembali mempertanyakan kemana arah kebijakan Walikota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Nurhayanti dengan munculnya inisiden pada Senin (20/3), kemarin. Padahal dalam undang-undang pemerintah daerah telah disebutkan kewenangan daerah dalam mengambil keputusan diskresi. Yakni tindakan yang ditetapkan atau dilakukan oleh Pejabat Pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Meski  dalam hal peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas, dan/atau adanya stagnasi pemerintahan
” Artinya, walaupun tidak ada aturan di atasnya, peemerintah bisa mengambil langkah demi menjaga kondusifitas wilayah sesuai kebutuhan wilayah. Tinggal mau atau tidak itu dipakai. Pertanyaannya selama ini mereka (kepala daerah-red) kemana saja?”tegasnya
Sementara itu,  Ketua Organda Kabupaten Bogor Gunawan mengaku tak  bisa menjamin aksi mogok ini dilakukan sampai kapan. Sebab, pihaknya pun tak mengeluarkan surat izin atau pemberitahuan untuk melakukan aksi seperti ini.
“Ini dilakukan spontanitas oleh sopir. Kami meredam sebatas kemampuan kita saja. Hal ini dilakukan agar pemerintah tak mengakomodasi keberadaan angkutan online sebelum aturannya jelas, sampai awal April nanti (sesuai target Kemenhub, red),” kata Gunawan usai audiensi bersama DPRD, Dishub dan Polres Bogor di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, kemarin siang.
Menurut Gunawan, sebenarnya pihaknya sudah mengupayakan sejak satu minggu lalu agar tak terjadi aksi mogok massal seperti ini melalui pertemuan dengan pemerintah kabupaten (pemkab) atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. Namun, sangat disayangkan pertemuannya pun baru bisa dilaksanakan. Hingga aksi mogok angkot sulit dibendung
“Ajuan sudah kita masukan sejak Jumat lalu, tetapi pertemuan saja baru bisa dilaksanakan hari ini. Kita juga khawatir antarmasyarakat bisa ribut seperti di Tangerang. Sebab, kebijakannya belum jelas tapi sudah berani beroperasional. Kita meminta penyetopan terlebih dahulu hingga aturannya jelas,” ucap dia. (met/bd)

Foto-foto Rumah Ambruk di Cisarua Puncak Bogor, Mengerikan!



POJOKSATU.ID | Bogor. Rumah ambruk di Kp Pesanggrahan RT 03/05, Cisarua Puncak Bogor Jawa Barat, menyebabkan pemilik rumah, Idim (54) meninggal dunia. Rumah ambruk terjadi pada Sabtu (18/3/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Idim sempat dilarikan ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSGP) Cisarua Bogor. Namun nyawannya tak tertolong.

Sementara ibu mertua korban, Hj Jujum kini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit PMI Bogor. Wanita yang akrab disapa nenek Neng tersebut mengalami patah tulang di bagian kakinya.

Kepolsian Sektor Cisarua menduga masih ada korban lain yang terjebak di reruntuhan bangunan. Karenanya, proses pencarian korban terus berlangsung hingga Sabtu malam.

“Ada dua korban Bapak Idim (54) meninggal dunia dan metuanya Hj Jujum (72) menderita luka berat, kakinya patah. Sampai saat ini proses evakuasi masih berlangsung karena dikhawatirkan masih terdapat orang di dalam bangunan yang rubuh tersebut,” ujar Kapolsek Cisarua Kompol Sujito kepada pojojabar, Sabtu malam (18/3/2017).

Menurut Sujito, korban tinggal bersama istri dan anaknya di rumah berlantai dua itu. Lantai bawah dipergunakan untuk usaha warung. Sedangkan lantai atas dibiarkan kosong. Namun, di atas banyak barang atau material barngunan.

“Proses evakuasi dilakukan tim BPBD Tagana dan dibantu warga. Bangunan dibongkar untuk memudahkan proses evakuasi. Sejauh ini baru ada dua korban,” terangnya.

Berikut ini foto-foto rumah ambruk di Cisarua Puncak Bogor:








Pengumuman! Jalur Alternatif Puncak ini Akan Diperlebar



BOGORDAILY.NET |  Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor memastikan pembangunan jalur alternatif Puncak akan dilakukan tahun ini.


Meski begitu, belum diketahui berapa total anggaran yang bakal dikeluarkan. Pasalnya, proyek tersebut tengah memasuki masa lelang. “Tahun ini pasti direnovasi. Di Puncak ada dua jalur alternative, yakni di wilayah selatan dan utara.
Untuk yang pertama fokus di selatan dulu,” ujar Kabid  Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Nana Supriyatna
Hal itu dibenarkan Kepala UPT Dinas PUPR pada Jalan dan Jembatan wilayah Ciawi Eko Sulistyo. Dijelaskannya, ada tiga ruas jalan alternatif di selatan yang akan dibetonisasi tahun ini.
Yang pertama Jalan Banjarwaru-Teluk Pinang yang menjadi muka jalur alternatif di Kecamatan Ciawi. Kondisinya berlubang dengan panjang 1.200 meter.
Kemudian Jalan Banjarwaru-Tapos dengan panjang 1.800 meter. Kondisi jalur terbilang masih layak. Hanya saja pada beberapa jalan tampak bergelombang akibat penambalan.
Yang terakhir adalah Jalan Gadog-Cikopo Selatan. Jalur ini merupakan yang terpanjang di antara kedua jalur lainnya, yakni 2.000 meter. Total ada 5.000 meter atau setara lima kilometer yang masuk betonisasi.
“Mudah-mudahan sebelum mudik Lebaran 2017 sudah selesai,” ujar Eko.
Selain betonisasi, jalur alternatif Puncak juga akan dilebarkan. Hal ini dilakukan agar mampu menampung volume kendaraan yang melintas, terutama saat akhir pekan dan libur panjang.
“Namun, untuk berapa jumlah lebarnya, kami masih menunggu dari Dinas PUPR,” pungkasnya (pjk/bd)

Tragis, Rumah Berlantai Dua Ambruk di Puncak Bogor, Satu Meninggal


POJOKSATU.ID | BOGOR- Rumah berlantai dua di Cisarua Puncak Bogor ambruk. Akibatnya, pemilik rumah Idim (54) meninggal dunia.

Rumah ambruk tersebut terletak di Kampung Pesanggrahan RT 03/05, Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/3/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Idim sempat dilarikan ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSGP) Cisarua Bogor. Namun nyawannya tak tertolong.

Sementara ibu mertua korban, Hj Jujum kini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit PMI Bogor. Wanita yang akrab disapa nenek Neng tersebut mengalami patah tulang di bagian kakinya.

“Ada dua korban. Bapak Idim meninggal, satu lagi Ibu Neng patah dilarikan ke RS PMI,” ucap Asep Itong, petugas Tagana Kabupaten Bogor kepada pojokjabar, Sabtu (18/3/2017).
Informasi yang dihimpun pojokjabar.com, kejadian rumah ambruk milik Idim terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Dugaan sementara, rubuhnya rumah berlantai dua tersebut akibat buruknya kontruksi bangunan.


Tim Tagana dan BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan penyisiran di areal rumah ambruk milik Idim (54). Diduga masih ada korban lain yang belum ditemukan. (don/lya/pojokjabar)

Yayan Nuryana Kembali Pimpin Desa Leuwimalang


"Kita optimalkan kemajuan yang berintegritas dan bersinergi untuk kepentingan masyarakat Desa Leuwimalang khususnya dan Kecamatan Cisarua pada umumnya, dijadikan soko guru kita untuk kearah kebaikan. Kita prioritaskan dalam hal pemberdayaan dan ekonomi disamping bidang kesehatan dan pendidikan yang juga tak kalah penting. Saya juga berharap tentunya Desa Leuwimalang dengan kepemimpinan saya hari esok harus lebih baik dari hari ini,"


INFODESAKU.CO.ID | Pilkades serentak di Kabupaten Bogor yang di gelar pada Minggu 12 Maret 2017 telah usai digelar. Salah satunya Desa  Leuwimalang Kecamatan Cisarua, dari ke-3 Calon Kepala Desa Leuwimalang tersebut yakni H. Riyanto, Yayan Nuryana dan Bunyamin. Suasana Pilkades ketika perhitungan suara di mulai banyak warga masyarakat yang menyaksikan dengan seksama dan cukup menegangkan terutama dari Calon Kades dan Tim Suksesnya diselingi turun hujan cukup deras sehingga panitia kerepotan dan warga masyakat masuk tumpah ruah ke dalam tenda TPS tapi bisa diatasi dengan kesigapan aparat dan panitia dan akhirnya perhitungan suara selesai dengan perolehan suara terbanyak di raih oleh Calon no urut 2 yakni Yayan Nuryana (Yanur) sebagai calon petahanan, mengalahkan Bunyamin dan H. Riyanto.

Yayan unggul dengan perolehan suara sebanyak 1.878 disusul oleh Bunyamin 1586 suara dan H. Riyanto sebanyak 791 suara dari keseluruhan DPT yang datang ke TPS sekitar 73 persen suara atau kurang lebih 4 ribuan suara.

Pantauan wartawan, suasana hiruk pikuk dan euphoria suasana haru terlihat dari pendukung dan Tim Sukses menyambut kemenangan Yayan Nuryana kemarin sore. Dalam pada itu Yayan mengatakan bahwa. “Puji syukur alhamdulillah atas nikmat yang Allah berikan dan tak lupa saya mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada warga masyarakat Desa Leuwimalang yang telah memilih kembali saya dalam Pilkades ini, sehingga saya kembali di percaya menjadi Kepala Desa Leuwimalang untuk kedua kalinya periode 2017 sampai 2023,” paparnya.


Masih menurut Yayan, program ke depan adanya pembaruan kualitas kinerja yang lebih representatif dan pengalaman selama menjabat kemarin menjadi ilmu yang sangat mendasar untuk melangkah lebih maju, baik sistem maupun aparatur Desa. “Kita optimalkan kemajuan yang berintegritas dan bersinergi untuk kepentingan masyarakat Desa Leuwimalang khususnya dan Kecamatan Cisarua pada umumnya, dijadikan soko guru kita untuk kearah kebaikan. Kita prioritaskan dalam hal pemberdayaan dan ekonomi disamping bidang kesehatan dan pendidikan yang juga tak kalah penting. Saya juga berharap tentunya Desa Leuwimalang dengan kepemimpinan saya hari esok harus lebih baik dari hari ini,” pungkasnya dengan penuh harap. (TAUFIK/WATY)


Sebelas Komodo Menetas di Taman Safari


METROPOLITAN.ID | Cisarua. Sebelas telur komodo menetas di Taman Safari Indonesia, Ke­camatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Hingga kini masih ada sepuluh telur komodo yang belum menetas. Berdasarkan rilis dari Kementerian Ling­kungan Hidup dan Kehutanan, sebelas telur komodo tersebut menetas pada Kamis (2/3). Telur itu menetas setelah die­rami induknya selama 7-8 bulan. ”Ini sekaligus mem­buktikan bahwa satwa terse­but dapat bertahan hidup dan bertelur di luar habitat aslinya,” kata Kepala Biro Humas Ke­menterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Djati Wit­jaksono Hadi.

Djati mengatakan, komodo biasa bereproduksi pada Mei dan Agustus. Saat ini, pihaknya masih menunggu sepuluh telur lainnya yang masih da­lam proses inkubasi. Komodo adalah satwa liar yang dilin­dungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Kon­servasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan PP Nomor 7 Tahun 1999 ten­tang Pengawetan Jenis Tum­buhan dan Satwa. Komodo juga sudah terdaftar di IUCN Red List dengan status rentan secara populasi.

Habitat asli reptil purba ini berada di Taman Nasional Pulau Komodo. Data pada 2016, populasi komodo di TN Komodo tercatat sebanyak 3.012 ekor yang tersebar di lima pulau. Yaitu Pulau Padar, Rinca, Komodo, Gili Motang dan Nusa Kode. Jumlah po­pulasi tersebut dipengaruhi masa kawin yang singkat dan ancaman gangguan terhadap habitat alaminya. Selain itu juga menyusutnya jumlah individu betina produktif yang hidup di habitat alaminya. Saat ini, perbandingan jumlah ko­modo jantan dan betina ada­lah 3:1.

Karena itu, Balai TN Komo­do KLHK rutin melakukan beberapa kegiatan untuk mendukung konservasi satwa komodo. Antara lain penga­manan hutan, inventarisasi satwa mamalia besar (sebagai pakan komodo, red) dan trans­lokasi komodo ke pulau yang memiliki daya dukung tinggi. Upaya konservasi yang dila­kukan KLHK dan lembaga konservasi diharapkan dapat menjaga satwa langka ini dari ancaman kepunahan. Sehingga, komodo yang di­juluki sebagai `world last dra­gon` dapat tetap menjadi kekayaan warisan dunia (world heritage) yang dimiliki Indo­nesia. (*/els/run)


Tragis Pohon Tumbang Hantam Pesta Pernikahan


METROPOLITAN.ID | Cisarua. Acara resepsi keluarga Asmar di Rumah Sakit Paru dr Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua terpaksa berujung duka. Siang itu, hari bahagia mendadak berubah jadi momen tragis setelah pohon tua di dekat gedung menghantam pesta pernikahan hingga menelan korban. Sebuah dahan pohon besar tiba-tiba tumbang menimpa para tamu undangan yang berada di halaman gedung, tempat pesta pernikahan. Sampai-sampai, seorang bocah tewas dan dua ibu sekarat.

Tak ada angin tiada hujan, dahan Pohon Afrika beru­sia ratusan tahun menimpa seorang bocah laki-laki M Riki (6) bersama ibunya Asiah (51), warga Kampung Cibeureum, RT 01/07 Desa Cibeureum, Ke­camatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Tak hanya itu, tujuh unit motor yang terparkir juga rusak parah karena tidak luput dari hantaman pohon terse­but. Nahas bagi Riki, peristiwa itu merenggut nyawanya. Se­mentara sang ibu mengalami luka parah.

Menurut keterangan saksi mata Sayuti, kejadian tersebut diawali dengan suara berderik dari Pohon Afrika. Dahan berdiameter sekitar 60 cm tersebut patah menimpa anak dan ibunya yang kebetulan se­dang berada di bawah pohon tersebut. “Kejadiannya begitu cepat, sehingga korban tidak bisa mengelak. Keduanya langsung dibawa ke RSPG tapi sayang anak itu tidak bisa dis­elamatkan, sementara ibunya luka parah di bagian kepala,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dituturkan Riswanda, saat itu ia tengah berada di halaman gedung lalu tiba-tiba ada suara dahan jatuh dan jeritan panik dari beberapa orang yang melihat kejadian. “Motor saya juga ikut ringsek, tapi entah siapa yang bertang­gung jawab atas kejadian ini,” sesalnya.

Informasi yang dihimpun, tragedi tersebut terjadi seki­tar pukul 10:30 WIB. Saat itu dahan pohon tua ambruk. “Cuaca tidak hujan dan cerah. Diduga pohon itu tumbang akibat usianya yang sudah pu­luhan tahun,” ujar Asep Itong, petugas Tagana Kabupaten Bogor di lokasi kejadian.

Siang tadi, kata Asep, aula sedang disewa untuk hajatan pernikahan. Korban sendiri adalah anak dari tamu un­dangan yang sedang asyik bermain di taman.

Korban sempat dibawa ke RSPG, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Selain Riki, korban lainnya yang mengalami luka berat yakni warga Kampung Citeko, RT 02/06 Desa Citeko, Keca­matan Cisarua, Bogor. Tangan dan kakinya bengkak dan harus mendapat perawatan intensif.

Sementara itu, Hubungan Masyarakat (Humas) RSPG Cisarua Iwan, mendadak tak bisa dihubungi. Menurut staf rumah sakit, Iwan sedang berada di luar kota. “Maaf, Pak Iwannya sedang di luar dan dokter yang menangani korban juga tidak bisa di­hubungi,” terangnya.

Kapolsek Cisarua Kompol Sujito membenarkan adanya insiden pesta pernikahan yang dihantam pohon tumbang. “Iya, itu kejadiannya saat hari cerah. Korbannya sudah diba­wa pulang, satu tewas juga su­dah dimakamkan,” tandasnya. (ash/mam/c/feb/dit)


Banyak WNA Bermasalah Diduga Sembunyi di Villa Puncak


KUPASMERDEKA.COM | Bogor. Banyak Warga Negara Asing (WNA) yang bermasalah dengan dokumen keimigrasian diduga bersembunyi di villa kawasan Puncak. Terutama di villa-villa yang berada menjorok dan terletak di perbukitan.

“Kalau WNA di sini paling banyak berasal dari Arab Saudi. Sebulan paling sedikit 20 sampai 25 orang yang nginap,” ujar Staf Front Office Vila Tjokro, Aminudin kepada kupasmerdeka.com, Minggu (26/02/2017).

Menurut dia, para wisatawan asing rata-rata memilih kamar dengan tipe dua kamar tidur yang tarifnya Rp 600 ribu semalam. Namun dia menyangkal jika tamu asingnya merupakan turis bermasalah dan sering kehabisan masa tinggal.

“Kalau di sini, kami minta fotokopi paspornya,” katanya.


Terkait adanya penangkapan WNA oleh petugas Imigrasi belum lama ini, dirinya tidak mengetahui. “Wah kalau itu saya gak tahu, karena tidak ada laporan,”ucapnya. (dedi)


106 WNA Timur Tengah Diperiksa di Puncak


BERITASATU.COM | Bogor- Direktorat Jenderal Imigrasi bersama Kantor Imigrasi Kelas I Bogor mengamankan sebanyak 106 warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor dan Cianjur, Jawa Barat.

Para WNA terjaring di Cisarua, Kabupaten Bogor dan wilayah Kota Bunga, Kabupaten Cianjur, Rabu (22/2) dini hari. Mereka diamankan dari 13 lokasi yang berbeda di wilayah Bogor dan Cianjur.

"Inspeksi mendadak (sidak) ini bertujuan melakukan pendataan serta penindakan terhadap orang asing ilegal dan tidak memiliki kelengkapam surat-surat atau pun paspor yang telah habis masa berlakunya," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bogor Herman Lukman, Kamis (23/2).

Dalam operasi tersebut, 100 petugas Imigrasi dari pusat maupun Bogor dipimpin Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Yurod Saleh diterjunkan untuk mengamankan para WNA ilegal ini. Para petugas menyisir ke sejumlah vila dan hotel yang tersebar di Kawasan Puncak, Bogor, hingga Kota Bunga, Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Hasil pendataan, diketahui dari 106 WNA, 103 orang berasal dari Arab Saudi, 1 orang asal Yaman, dan 2 orang asal Maroko. “Paling banyak kami amankan dari wilayah Kabupaten Bogor. Saat pemeriksaan, mereka tidak dapat menunjukan paspor asli," tambah Herman.

Saat tidak bisa menujukkan dokumen, para WNA tersebut dibawa ke Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta untuk proses lebih lanjut.

sumber

Tol Jagorawi Ditutup Pukul 12:30 dan 15:20



Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud hari ini betul-betul membuat sibuk pemerintah. Sejumlah sarana publik ter­paksa dibekukan untuk menyambut iring-iringan tamu kehormatan. Termasuk akses jalan bebas hambatan di gerbang Tol Jagorawi yang ikut diblokir pukul 12:30 dan pukul 15:20 WIB.

METROPOLITAN.ID | Akses keluar melalui ger­bang Tol Bogor akan ditutup satu jam hari ini. Penutupan dilakukan terkait jalur yang digunakan rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Ab­dulaziz al-Saud.

Keputusan penutupan ger­bang Tol Bogor ini diambil dalam rapat PT Jasa Marga Cabang Jagorawi. Pihak Ja­sa Marga mengantisipasi jalur yang digunakan tamu negara.

Assistant Vice President Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, penutupan jalur Tol Jagorawi sesuai hasil rapat bersama pihak kepolisian.

“Sesuai hasil rapat, petugas layanan operasional Jasa Marga akan mendukung tugas kepolisian di lapangan dalam hal penutupan akses keluar via Gerbang Tol (GT) Bogor Tol Jagorawi yang akan dilakukan 1 Maret 2017 pukul 12:30-13.30 WIB untuk mengantisipasi jalur yang digunakan tamu negara,” ujar Heru.

Bahkan sejak pukul 11:00 WIB, polisi akan mulai me­nutup akses tol dengan pintu keluar, tepat di depan Termi­nal Baranangsiang.

Sebagai gantinya, peng­guna jalan yang menuju Kota Bogor dipaksa menggunakan akses keluar alternatif. Yakni melewati GT Sentul Selatan atau GT Ciawi.

Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramantyo Pri­aji membenarkan soal penu­tupan akses tol tersebut. Pihaknya mulai membatasi volume kendaraan sejak pukul 11:00 sampai 14:00 WIB. “Begitu juga ketika tamu VVIP ini pulang akan dilakukan sterilisasi jalan. Na­mun untuk waktunya masih mengikuti jadwal 15:20 WIB. Tetapi fleksibel nunggu dari pihak istana,” beber Bram.

Sementara untuk jalan lainnya yang dilintasi tamu kenegaraan, pihaknya juga akan menutup selama 30 menit. Seperti jalur utama di Jalan Pajajaran dan Jalan Ir H Djuanda (seputar Kebun Raya Bogor, red) “Ditutup se­mentara untuk memastikan rombongan VVIP masuk ke lokasi istana presiden lebih dulu,” terangnya.

Selain penutupan akses tol, kedatangan Raja Salman beserta pangerannya juga membuat Kebun Raya Bogor ditutup satu hari. Petugas Jasa Informasi KRB Rinrin Lastrani mengatakan, penu­tupan ini menyusul kedatan­gan rombongan tamu ken­egaraan ke Istana Bogor. “Kebun Raya Bogor besok tutup, hanya sehari saja,” kata Rinrin.

Kedatangan Raja Salman ju­ga memaksa pengelola Ban­dara Halim Perdana Kusuma menutup operasionalnya selama dua jam. Yakni dari pukul 12:00-14:00 WIB. Ini juga berlaku untuk jalan-ja­lan di ibukota, meliputi Jalan Gatot Soebroto, Kuningan, Semanggi, Sudirman, Tham­rin, Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Medan Merdeka Timur, Lapangan Banteng, Juanda dan Pasar Baru.

Di Bogor, 200 anggota satuan lalu lintas (satlantas) telah dikerahkan menga­mankan jalur yang dilint­asi rombongan raja Arab Saudi. Mereka ditempatkan di semua titik di Kota Bo­gor, termasuk pengaturan lalu lintas di Simpang Ciawi. “Akan dilakukan rekayasa lalu lintas saat Raja Salman dan rombongan datang ke Istana Bogor,” terangnya.

Selain itu, ada beberapa lokasi yang akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Sep­erti di Simpang Ciawi dan Baranangsiang. Rekayasa tersebut dilakukan agar tak ada kendaraan yang melin­tas rombongan Raja Salman menuju Istana Bogor. Karena itu, jalur yang dilintasi rom­bongan harus steril. “Iya, jadi nanti ketika Raja Salman akan melintas, jalan sudah bersih. Sejumlah personel akan disiagakan di jalur yang dilintasi, di antaranya Jalan Pajajaran, Otista dan Jalan Djuanda,” tuturnya.

Iringan rangkaian rombon­gan yang membawa Pres­iden Joko Widodo dan Raja Salman dari Halim Perdana Kusuma akan melintas di Tol Jagorawi-Terminal Baranan­gsiang, Jalan Pajajaran-Tugu Kujang-Jalan Otista-Jalan Ir H Juanda. Di Istana Bogor, upacara penyambutan ken­egaraan akan berlangsung sekitar pukul 13:30 WIB. Sementara itu, pertemuan tersebut dijadwalkan hanya berlangsung tiga jam.

Tak hanya itu, Polres Bogor juga menyiapkan patroli ranger untuk mengamankan sepanjang jalur tol. Total ada 2.500 personel gabungan yang akan siaga satu di seki­taran Istana Bogor.

Pangdam Siliwangi Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra mengatakan, untuk saat ini kemanan di sekitaran Istana Bogor sudah seratus persen siap siaga. Hal terse­but mulai berlaku kemarin setelah dilakukan gelar pasu­kan di GOR Padjajaran meski pada saat gelar pasukan tersebut hujan deras. “Se­tiap anggota sudah disebar di posnya masing-masing. Mulai dari polresta, polres, kodim, korem dan unsur Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor,” ujarnya.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto memastikan situasi di Kota Bogor masih aman dan kondusif. Sehingga, rencana kedatangan Ra­ja Salman ke Istana Bogor besok tetap berlangsung. Pemkot mengambil langkah mengantisipasi aksi teror pasca ledakan Bandung den­gan menginstruksikan selu­ruh jajarannya meningkatkan pengamanan di wilayah.

“Pasca ledakan di Bandung, saya langsung berkoordinasi dengan jajaran DLLAJ, Satpol PP, kepolisian serta TNI dan muspida untuk meningkat­kan pengamanan. Apalagi ini jelang kedatangan Raja Salman,” tuturnya.

Orang nomor satu di Ko­ta Bogor ini meminta agar aparat wilayah mewaspadai hal-hal yang dikhawatirkan dengan meningkatkan ke­amanan. Karena itu, hal-hal yang mencurigakan dapat segera dilaporkan. Sebab, peristiwa di Bandung men­jadi perhatian dan pem­belajaran bagi wilayah lain untuk berhati-hati dan me­ningkatkan kewaspadaan. Terutama terhadap hal-hal mencurigakan.

Sebab, Kota Bogor akan menjadi tuan rumah ke­datangan Raja Salman yang melakukan kunjungan kerja ke Indonesia. “Terkait ke­datangan Raja Salman, tugas Pemkot Bogor tidak hanya memastikan arus lalu lintas aman, melakukan penertiban PKL dan menjaga keindahan, tetapi juga memastikan as­pek keamanannya,” katanya.

(mam/c/feb/run)

Menhan Ryamizard Resmikan Pusdiklat Bela Negara di Rumpin


BOGORONLINE.COM | Rumpin. Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meresmikan Pusdiklat Bela Negara di Kampung Pabuaran, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Selasa (28/2).

Pusdiklat Bela Negara dibangun sejak 2014 diatas laham seluas 21,33 hektare. Berbagai fasilitas pun disiapkan bagi 264 peserta yang mengikuti pendidikan Bela Negara.

“Bela Negara itu penting ditanamkan pada setiap Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menanamkan rasa cinta Tanah Air dan memaknai dasar berdirinya negara Indonesia,” tegas Ryamizard.

“Pusdiklat Bela Negara merupakan pusat pendidikan yg khusus mendidik kader-kader bela negara yang tangguh dan kokoh,” tukasnya.


Hadir pada kesempatan peresmian pusdiklat yakni, Danramil Rumpin Hasan Bisri,  Kapolsek Rumpin Sudirman Simangunsong. (mul)

sumber

Hari Ini Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kabupaten Bogor Resmi Terbentuk, Dan Siap Bergerak'



BOGORONLINE.COM | Cibinong. Hari ini jajaran pengurus DPC Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Bogor periode 2017-2020 resmi dilantik di gedung Serbaguna II Sekretariat Daerah (Setda) Cibinong Selasa (282/17).

Terlihat ratusan orang anggota HPN dari perwakilan diempat puluh kecamatan yang tersebar diwilayah Bumi Tegar Beriman serta Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) Muhammad Hanif Dhakiri, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Ade Munawaroh Yasin (Amy), Bupati Bogor, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda.

Ketua DPC HPN Kabupaten Bogor, Lukmanudin mengatakan, pihaknya
akan mencoba mendorong para pelaku usaha untuk bangkit dan maju agar mampu bersaing dengan pelaku usaha lain di Pemkab Bogor sampai tingkat nasional.

“Sebab potensi usaha yang dimiliki keluarga Nahdatul Ulama (NU) saat ini juga tidak kalah bagusnya dengan usaha yang lain, sehingga patut didorong dan diwadahi oleh HPN agar lebih berkembang,” ujarnya di lokasi.

Sambung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Munawaroh Yasin (Amy) menambahkan, dirinya mendukung dengan adanya pelantikan HPN tersebut untuk wadah bagi para pengusaha dan pelaku usaha Nahdatul Ulama. Supaya tidak hannya para pengusaha besar saja tetapi usaha kecil menengah juga harus berkembang.

“Ini adalah bentuk kepedulian
Nahdliyin dan saya juga bagian dari keluaraga NU, maka kegiatan ini amatlah bagus,” kata Amy sapaan akrabnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi.

Amy menambahkan, mudah-mudahan dengan berhimpunya para pengusaha ini bisa menambah semangat mereka. Untuk lebih giat lagi dalam berusaha demi
memajukan perekonomian. Kerena sebelum mengangkat ekonomi masyarakat luas lebih dahulu mendorong kemajuan pada dirinya sendiri.

“Dengan berjalanya kemajuan pada kaum Nahdliyin akan mengkat juga ekonomi warga sekitar,” tambahnya.(rul)

sumber



Repdem Dorong Dody Suhada Bertarung Di Pilbup Bogor 2018


BOGORONLINE.COM | Cibinong. Risau tak memiliki figur yang ‘menggigit’ dalam jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor untuk bertarung dalam Pilkada 2018, sayap partai, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) pun mendorong Dody Achdi Suhada untuk berebut kursi F 1 tahun depan.

Dody yang kini menjabat Ketua DPC Repdem Kabupaten Bogor pun mengaku siap bertempur untuk maju dalam Pilbup Bogor 2018, meski pendaftaran bakal calon kepala daerah (bacakada) dari PDIP Kabupaten Bogor baru dibuka sekitar bulan Juni atau Juli.

“DPC memang belum membuka pendaftaran. Tapi, saya sebagai kader mulai turun ke masyarakat untuk coba mendengar dan mencari solusi atas keluhan masyarakat,” kata Dody, Selasa (28/2).

Menurutnya, saat ini banyak permasalahan di masyarakat yang masih belum tertangani dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Misalnya, pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti pembuatan KTP yang saat ini masih menjadi keluhan.

“Sistem pelayanannya harus diperbaiki, agar sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Dewan Penasehat Repdem Kabupaten Bogor Yessy menilai, sosok Dody mampu bersaing dengan sesama kader PDI Perjuangan di Kabupaten Bogor.

“Sosok Dody saya rasa mampu bersaing dengan kader lain di internal partai,” tuturnya.

Terlebih, kata dia, Dody memiliki latar belakang pendidikan arsitektur sehingga otomatis dapat mengeluarkan ide-ide cemerlang untuk pembangunan di Kabupaten Bogor.

“Dody punya program smart city yang memudahkan dalam perencanaan hingga pengawasan pembangunan,” tandasnya. (cex)