JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

RYC, PPP dan Tim Pemenangan AY Siap Rebut Satu Dua Suara


BOGORZONE.COM | Cisarua – Hasil Rapat Kerja (Raker) Lembaga Kajian Politik dan Pembangunan, Rachmat Yasin Center (RYC), dengan Tim Pemenangan (timnang) Ade Yasin dan tim sukses Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak Selasa (8/8/2017) di Hotel Seruni Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, berakhir dengan kebulatan tekad mengumpulkan satu juta suara pemilih untuk Calon Bupati Bogor, Ade Yasin (AY) di Pilbup 2018.
Tekad merebut satu juta suara pemilih, dari tiga juta pemilik hak pilih di Pilbup ini mengemuka dalam acara penutupan Raker RYC, PPP dan timnang yang dipimpin penasihat RYC sekaligus Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Halimah pada Kamis (10/8/2017).
Suasana acara penutupan diwarnai yel yel dan sorak sorai memecut semangat seribuan orang peserta acara.
Selain kehadiran Elly Halimah yang memompa semangat pendukung AY, tampak para elite RYC seperti Direktur Eksekutif RYC Zainal Syafruddin, Direktur Timnang M Haris Setiawan, Sekretaris DPC PPP Moh Romli, Sekretaris Timnang Yuyud Wahyoedin, Ketua Gerakan Pemuda Kabah Junaidi Samsudin, Ketua SC Rakor RYC Tuty R.Susilawati dan para sesepuh PPP dan RYC.
“Hasil rakor RYC dengan timnang dan DPC PPP selaku parpol pengusung Cabup AY, memunculkan sejumlah rekomendasi berisi strategi dan program yang dirumuskan bersama. Dan terpenting dalam raker ini, kita semua bertekad bulat mewujudkan target kemenangan dengan merebut lebih satu juta suara pemilih di Pilbup,” kata Direktur Eksekutif RYC Zainal Syafruddin kepada wartawan.
Disinggung mengenai cara dan metode untuk merealisasikan target tersebut, Zainal menyebutkan dengan pengalaman dua kali menghantarkan Rachmat Yasin menjadi Bupati pada Pilbup 2008 dan 2013, pihaknya sudah strategi khusus. Namun Zainal tidak merincinya lantaran bersifat teknis dan strategi internal.
“Yang jelas kita pasti sudah punya cara dan segera bekerja,” imbuhnya.
Sementara, Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Halimah menegaskan Raker bersama RYC, PPP dan timnang semakin menguatkan kebersamaan seluruh elemen pendukung untuk memuluskan kerja cerdas dalam upaya memenangkan Pilbup 2018.
“Jadi dengan kebersamaan dan soliditas ini upaya kita akan lebih hebat,” tegas Elly.
Mantan ketua PKK Kabupaten Bogor ini menambahkan, kemenangan di Pilbup merupakan target mutlak. Sehingga dibutuhkan strategi dan program yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat, dan juga terkait erat dengan harapan masyarakat Kabupaten Bogor yang merindukan kepemimpinan serta ide maupun prestasi seperti saat Rachmat Yasin menjabat Bupati.
“Nah, sosok AY inilah yang kelak meneruskan gagasan besar pak Rachmat Yasin untuk membangun Bogor,” tukasnya. (ris)
sumber
http://bogorzone.com/2017/08/ryc-ppp-dan-tim-pemenangan-ay-siap-rebut-satu-juta-suara/

Muscab ke VIII, PHRI Canangkan Puncak Street Festival


INIAHKORAN.COM | Bogor - Jelang Musyawarah Cabang ke IV Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor yang akan berlangsung pada Rabu, (16/8), mulai bermunculan nama-nama yang akan menggantikan Ketua PHRI Kabupaten Bogor saat ini Agus Chandra Bayu.

Salah satu panitia pelaksana Muscab PHRI ke VIII sekaligus bakal calon ketua Boboy Ruswanto mengatakan diharapkan dengan berlangsungnya Muscab ini ada gebrakan program kerja untuk mempromosikan dunia perhotelan dan restoran di Bumi Tegar Beriman.

"Selaku panitia Muscab ke VIII PHRI Kabupaten Bogor tentunya kita berharap ada gebrakan dalam terbentuknya kepengurusan yang baru periode 2017-2022," ujar Boboy Ruswanto kepada wartawan di Hotel Accram, Rabu, (9/8/2017).

GM Corporate Ayudha Grup ini menambahkan kedepan harus ada program kerja besar seperti Puncak Street Festival atau Helaran Budaya Bogor tepat pada Hari Ulang Tahun (HUT) Bogor.

"Jember punya Jember Festival, Kota Bogor punya Pesta Rakyat CGM dan Kabupaten Bogor harus punya acara nasional serupa seperti Puncak Street Festival. Pemilihan lokasi di Puncak ini karena Puncak adalah ikon pariwisata di Kabupaten Bogor," tambahnya.

Humas Muscab PHRI ke VIII lainnya Juju Junaedi menerangkan dalam Puncak Street Festival nanti jalan Puncak akan ditutup mulai dari Jembatan Selarong hingga pertigaan Taman Safari Indonesia.

"Walaupun ini jalan nasional saya rasa sah-sah saja apabila jalan tersebut ditutup sementara selama beberapa jam. Program Puncak Street Festival akan kami sosialisasikan sejak jauh hari kepada para wisatawan dan mereka bersiap-siap untuk menyikapi tutupnya jalan ini dengan sudah menginap pada beberapa hari sebelumnya," terang Junaedi.

Penutupan Jalan Raya Puncak selama beberapa jam ini menurutnya juga bagian sosialisasi dari jalur alternatif Puncak hingga bisa mengurai kemacetan di Puncak.

"Saya rasa wisatawan terbiasa dengan penutupan sementara jalan Puncak seperti yang berlaku selama ini dengan adanya sistem one way (rekayasa arus lalu lintas satu arah). Acara Puncak Street Festival ini saya rasa hanya berpengaruh dengan bus atau truk saja karena untuk mobil pribadi ataupun motor bisa ke tetap Puncak melalui jalur alternatif di bagian utara maupun selatan. Acara Puncak Street Festival ini untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel," sambungnya.

Dalam Muscab ke VIII PHRI pekan depan ada 7 nama yang menjadi calon Ketua seperti Ketua PHRI saat ini Agus Chandra Bayu, Syamsudin, Budi Sulistyo, Dede, Nawawi dan Sopian Ginting.

"Kami harap seluruh anggota PHRI Kabupaten Bogor bisa menghadiri Muscab ke VIII nanti di Hotel Rizen di Jalan Raya Puncak Desa Leueimalang, Cisarua. Kami selaku panitia pelaksana mengharapkan masukan positif dalam penyusunan program kerja 5 tahun kedepan untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Bogor bersama Dunas Budaya dan Pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Daerah, BUMD PT. Sayaga Wisata dan Asita," pungkas Juju Junaedi. [jek]

sumber
http://m.inilahkoran.com/berita/bogor/71264/muscab-ke-viii-phri-canangkan-puncak-street-festival

Jalan Dilebarkan, Sistim One Way Puncak Dihapus?


BOGORDAILY.NET | Deretan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Raya Puncak siap-siap digusur. Mulai September, pemerintah akan melebarkan jalan dan membuatnya jadi empat lajur. Ribuan pedagang diberikan batas waktu untuk angkat kaki sampai akhir Agustus ini, karena kiosnya akan dibongkar. Akankah langkah ini mengurangi kapadatan di jalur Puncak?


Pemerintah pusat jadi mengucurkan anggaran untuk pelebaran Jalan Puncak senilai Rp23 miliar. Sejak kasus tabrakan maut beruntun di jembatan Selarong, jalan ini memang jad fokus pemerintah. Saat ini pemerintah daerah pun gencar menyosialisasikan terkait rencana pembongkaran kios PKL dan bangunan lainnya.
Anggota Komite Perencanaan Kabupaten Bogor, Yayat Supriatna mengatakan sambil menunggu pengosongan di area tersebut, proses lelang juga masih berlangsung
Tapi awal September kita akan mulai pengerjaan. Makanya pedagang itu harus sudah pindah sampai akhir Agutus,”ungkap Yayat.
Dalam pembangunan ini, pemerintah tak hanya mebongkar lapak pedagang. Bahkan patung tentara yang berada di Selarong pun akan ikut dibongkar.
Sesuai rencana, pelebaran ini akan dimulai dari Gadog, Kecamatan Ciawi sampai Gunung Mas Kecamatan Caringin. “Jadi dilebarkan sementara ada yang 1,5 meter dan ada yang langsung 2 meter. Sehingga nanti Puncak memiliki empat lajur,”kata lelaki yang juga jadi Ketua Tim Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan (TP4)Kota Bogor.
Meski begitu, ia mengaku jika pelebaran ini belum bisa menjawab persoalan kemacetan di kawasan yang jadi favorit wisatawan tiap akhir pekan. Sebab, jika kendaraan tidak dibatasi, maka pelebaran ini akan percuma. “Artinya, pemda juga harus punya terobosan untuk mengendalikan kendaraan yang masuk ke kesana,”kata dia.
Ia mencontohkan, seperti, pembuatan sarana jalur bus atau angkutan umum seperti bus yang beroperasi disekitar Puncak sehingga wisatawan tidak perlu membawa kendaraannya naik ke puncak.
Harus ada penataan dan untuk apa pembangunan ini jika nantinya masih ada persimpangan yang kecil. Ini harus terencana agar kepadatan bisa terurai,”pintanya.
Informasi yang dihimpun, dengan pelebaran jalan ini maka sedikitnya ada 1.243 pedagang yang harus angkat kaki. Bangunan semi permanen dan permanen yang selama ini berdiri di pinggiran jalan akan dibongkar. Sebagai gantinya, mereka akan menempati empat titik relokasi yang sudah disediakan pemerintah.
Sementara itu, dengan adanya penambahan lajur maka pihak kepolisian pun akan menyiapkan uji coba soal pemberlakukan sistem satu arah. Menurutnya keputusan apakah sistim itu tetap diberlakukan atau tidak akan dilihat setelah pelebaran selesai.
Yang pasti ada perubahan dari segi jarak kemacetan, intinya bia lebih baik dari sekarang. Tapi itu kan nanti akan terlihat setelah lajurnya sudah jadi. Harus uji coba dulu,ungkap Kasat Lantas Polres Bogor, AKP HasbyRistama.
Adapu beberapa spot persimpangan yang disarankan untuk dilebarkan yakni Simpang Muncang ,Jembatan Gadog, Simpang Pasir angin, Simpang Megamendung, Simpang Lokakarya, Pasar Cisarua, Ciburial dan Warung Kaleng.
“Terutama di Warung Kaleng sudah sangat tidak relevan. Bnagunanya malah dekat sekali dengan jalan raya. Bahkan tidak ada space parkir, ini kan tidak boleh,”kata dia.
sumber
http://bogordaily.net/2017/08/jalan-dilebarkan-sistim-one-way-puncak-dihapus/

Pemkab Bogor Siap Raih, Anugerah Iptek 2017 Budhipraja


BOGORONLINE.COM  | Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor, masuk dalam 5 (lima) besar pada Anugerah Iptek 2017 kategori Budhipraja yang selenggarakan Kementerian Riset teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar memaparkan expose terkait perencanaan, kapasitas SDM, Infrastruktur, sarana dan prasana dan metode kerja, budaya inovasi, sistem informasi dan dokimentasi serta hasil inovasi dihadapan dewan juri pernilai, yang bertempat di Gedung BPPT 2, Jakarta.

Dalam paparan singkatnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar menyampaikan terkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi pada tahun 2017 adalah penciri adalah produksi benih ikan hias dan benih ikan konsumsi air tawar termasuk terbanyak di Indonesia, tercapainya swasembada benih padi unggul bersertifikat, terbangunnya sistem informasi manajemen pemda, tersedia layanan pengaduan masyarakat di seluruh OPD.

“Pemerintah Kabupaten Bogor juga memiliki komitmen dan kebijakan terhadap penelitian dan inovasi, hal ini dibuktikan dari konsistensi pelaksanaan kegiatan gelar inovasi daerah Kabupaten Bogor selama 2016-2017 dan rakor jaringan penelitian tahun 2013-2017,”ujarnya.

Ia juga memaparkan Kabupaten Bogor ada 5 (lima) komoditas yakni komoditas padi IPB 3 S di Kecamatan Cariu, Komoditas ikan lele dengan penggunaan hormon oodev di Kecamatan Ciseeng, komoditas ayam sentul di Kecamatan Ciawi, Komoditas Chili oil di Kecamatan parungpanjang dan komoditas teh antanan di Kecamatan babakan madang.(diskominfo/rul).

sumber
http://bogoronline.com/2017/07/pemkab-bogor-siap-raih-anugerah-iptek-2017-budhipraja/

Pemdes Cibeureum Cisarua Ajari Ratusan Kades/BPD Se-Kabupaten Sintang Kalimantan Barat


INFODESAKU.CO.ID | Cibeureum. Sebanyak 192 orang pejabat daerah dan wilayah dari 14 Kecamatan di Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kunjungan kerja atau Study Banding ke Pemerintah Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Rabu, (26/07)
Tepat pukul 10.20 WIB Rombongan yang terdiri dari Pendamping DPMD Kabupaten Sintang, Camat dan para Kepala Desa se-Kabupaten Sintang, perwakilan BPD dari 14 Kecamatan, Sekdes dan Bendahara Desa serta Tokoh Masyarakat Kabupaten Sintang diterima dengan baik dan ramah oleh Kepala Desa Cibeureum H. Rahmat Hamami beserta staf, Sekdes, BPD, LKM, Bhabinsa dan Bhabinmas Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua.
Kunjungan tersebut merupakan rekomended dari Direktorat Jenderal Kemendes PDTT melalui DPMD dan Kemendagri RI, pasalnya Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua pernah menjadi salah satu Juara Nasional dalam hal Tata Kelola Pemerintahan Desa pada 2004 silam dan acara tersebut sebagai rangkaian silaturahmi dalam balutan Study Banding/Kunjungan Kerja antara Kepemerintahan Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Dalam perjalanannya banyak sudah Pemdes Cibeureum menerima kunjungan dari berbagai daerah dari beberapa Provinsi yang ada di Indonesia dalam rangka study banding tersebut.
Menurut Alkadry yang mewakili Ketua Kabid DPMD dan Rombongan dalam sambutannya dihadapan rekan-rekannya mengatakan bahwa, “Mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan sambutan yang diberikan terhadap kami untuk bersilaturahmi, bertatap muka sekaligus juga dalam rangka kunjungan kerja kami guna penguatan sinergitas Pemerintahan Desa dan BPD dalam membangun Desa,” tutur Alkadry.
Tujuan kami atas arahan dan rekomendasi dari Direktorat Jendral Kemendes PDTT dan Kemendagri RI bahwa ada salah satu Desa yang dapat dijadikan percontohan dari yang sudah melaksanakan pemerintahan desanya dengan cukup baik, sehingga kami perlu untuk belajar bagaimana agar bisa mencapai hasil tersebut.
Alkadry menambahkan, “Kami juga mendapatkan Bimbingan Teknis dari kelembagaan bekerja sama dengan Kemendagri pada hari ini bisa hadir disini ingin melihat dan rekan-rekan nanti bisa bertanya bagaimana pelaksanaan Lembaga BPD bisa bekerja sama dengan Pemerintah Desa Cibeureum ini. Adapun ini kunjungan tahap pertama sebanyak 192 orang, 9 Pendamping terdiri dari Para Kepala Desa, Sekdes, BPD juga membawa serta Kaur dan Bendahara Desa. Sehingga diharapkan sekembalinya dari sini kami akan share lagi dengan rekan-rekan Pemangku Jabat di wilayah kami di Kabupaten Sintang,” ungkapnya penuh harap.
Pantauan infodesaku.co.id dalam acara itu banyak hal yang disampaikan terkait tata kelola pemerintahan Desa seperti BUMDes dan lembaga keuangan lainnya selain itu pula ada sesi tanya jawab. Melalui Rakhmat Hamami selaku Kepala Desa Cibeureum didampingi Deden Andi Azhar selaku Sekdes dan Ketua BPD Cibeureum, Hamami dan Deden memaparkan program-program tata kelola pemerintah desa yang selama ini diembannya dan tidak sedikit penghargaan dari Pemerintah baik Pusat, Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Bogor yang disematkan atau diberikan kepada Pemdes Cibeureum Kecamatan Cisarua ini. (taufik hidayat)
sumber
http://infodesaku.co.id/pemdes-cibeureum-cisarua-ajari-ratusan-kadesbpd-se-kabupaten-sintang-kalimantan-barat/

EYD Pada Spanduk HJB ke-535 Di Kecamatan Cisarua Diprotes Pemdes Dan Warga


INFODESAKU.CO.ID | Cisarua. Bentangan spanduk atau banner yangg terpampang dibeberapa Kantor Desa dan institusi yang ada di Kecamatan Cisarua setelah diperhatikan dan diamati secara seksama itu terdapat kata yang tulisannya tidak tepat alias gak nyambung secara harfiah arti maupun maknanya.

Entahlah ini kesalahan siapa, apakah dari pihak desa, percetakan ataukah pihak yang mengakomodir adanya spanduk atau banner tersebut. Ketika Infodesaku.co.id meminta konfirmasi ke beberapa Kepala Desa, Sekretaris Desa, staf maupun warga yang kebetulan lewat dan membaca spanduk tersebut. Komentarnya pun beragam, “Saya baru ngeh loh kang, kalau tidak dikasih tau kami diam saja. iya ya ternyata tulisannya ada yang salah, seharusnya kan sinergitas ini kok dicetaknya sinegritas. Aduh padahal sih cuma sedikit saja kesalahannya tapi arti dan maknanya bisa berbeda,” ujar salah satu Sekdes yang enggan disebut namanya.
Hal senada dikatakan salah satu Kepala Desa di Kecamatan Cisarua, ketika dimintai tanggapannya, “Terkait masalah spanduk Hari Jadi Bogor yang ke-535 itu di fasilitasi oleh pihak Kecamatan Cisarua sampai masalah konsep dan redaksionalnya dalam hal ini. Adapun Pihak Desa terima beres karena untuk sebuah spanduk tersebut kita juga membayar sejumlah uang Rp. 200.000,- kepada Kecamatan,” kilahnya sembari tersenyum.
Sementara itu, Eman warga Cisarua mengaku bingung, “Masa sih selevel Kecamatan, cara nulis sinergitas aja jadi sinegritas, emang gak diteliti dulu sewaktu dipercetakan. Ini patut dipertanyakan soal wawasan dan penulisan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) nya itu,” celotehnya.
“Salah penulisan sedikit saja bisa berarti salah makna dan arti dari kata atau kalimat tersebut, Apalagi spanduk itu dibaca oleh banyak orang dan masyarakat luas. Jadi harus hati-hati dan teliti dululah sebelum naik cetak dan dipajang dimuka umum.” pungkas Eman dengan nada heran.
Lain halnya dengan Salim Chakiel seorang penggiat Blogger warga Cisarua, “No Coment sebenarnya itu permasalahan teknis yang sederhana, Saya khusnuzon saja mungkin lupa atau gimana waktu mau naik cetaknya namun jika  itu memang murni ada kesalahan karena lemahnya pemahaman dalam wawasan istilah tata bahasa, ada baiknya pihak Kecamatan menempatkan orang di bagian teknis pembuatan desain itu orang yang berwawasan luas, punya kecakapan seni desain saja tidak cukup, perlu pemahaman mendalam dalam hal tersebut. karena jika asal-asalan akan memberi pengaruh pada hasil, terlebih lagi nama institusi yang melekat di Spanduk itu,” tutur Salim.
“Sederhana tapi dampaknya akan jadi kurang baik, ini era sosmed segala sesuatunya bisa menjadi bahan kritikan, lelucon dan bahkan ejekan. Saran Saya sebaiknya segera diganti saja, ini jangan dianggap remeh. Toh tidak sulit jugakan dari pada nanti rame di sosmed jadi bahan tertawaan bahkan mungkin bullyan apalagi terpampangnya dipinggir Jalan Raya terpasangnya atau dikantor pemerintahan. Lebih baik mencegah dari pada membiarkan, kira-kira seperti itu,” pungkasnya. (th/yas).
sumber
http://infodesaku.co.id/eyd-pada-spanduk-hjb-ke-535-di-kecamatan-cisarua-diprotes-pemdes-dan-warga/

Kamerad: Ajak Mereka Untuk Kembali Ke Pancasila



RMOL.CO | Cipayung. Ketua Presidium Komite Aksi Mahasiswa Aksi Mahasiswa untuk Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama membuka Jambore Nasional Garda NKRI di Hotel Grand Mutiara Jl. R. Mustahar Gang Habib Umar No. 119 Ds. Cipayung Kec. Megamendung Kab. Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/7).

Haris mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak untuk turut serta menyukseskan Jambore ini. Dalam sambutannya, dirinya mengajak para peserta Jambore satu sikap untuk tidak takut bersuara menyadarkan segelintir golongan yang sedang lupa.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dari 22 Provinsi yang sudah hadiri disini. Mari sadarkan saudara-saudara kita yang sudah lupa. Ajak mereka untuk kembali memilih Pancasila dan bersama-sama melawan radikalisme yang mengancam Kebhinnekaan,” ungkapnya  Minggu (23/7).

Lebih lanjut, Haris mengapresiasi atas kerja keras pemerintah untuk menangani kelompok radikal dan anti Pancasila yang masuk ke Indonesia.

"Kita sebagai mahasiswa dan pemuda harus bisa menjadi duta di kampus dan wilayah masing-masing untuk menolak paham atau virus radikalisme. Tidak ada satupun tempat yang layak pada ideologi yang menolak Pancasila," ujarnya.

Dia juga mengaku tidak setuju dengan rencana mendirikan negara khilafah seperti yang diteriak-teriakan oleh ormas anti Pancasila (HTI). Sebab, dalam perjalanan menuju kemerdekaan, perjuangan para pahlawan tidak berdasarkan golongan, tidak sendiri-sendiri dan bukan untuk golongan sendiri. Semua bersama-sama berjuang meraih kemerdekaan.

"Tidak usah (dibentuk negara khilafah) sebab Indonesia merupakan negara kepulauan yang banyak sekali penduduknya yang beragama macam-macam,” terangnya.

Justru, bagi Haris, jika nanti Indonesia menjadi negara yang didirikan hanya atas dasar satu golongan agama saja maka akan rentan menimbulkan perpecahan.

"Tidak ada satupun yang bisa memisahkan kita baik itu kelompok yang berdasarkan agama. Atau negara yang berdasar satu kelompok. Kita Indonesia berasal dari berbagai macam agama, ras dan suku. Kita buktikan acara ini untuk menjadikan pondasi memerangi kelompok radikal,” sebutnya.

Maka itu, Haris berharap para peserta Jambore nantinya bisa menjadi penggerak di daerahnya masing-masing untuk melawan radikalisme dan kelompok anti Pancasila.

"Saya berharap agar ada deklarasi yang kita persembahkan untuk Indonesia. Kami pastikan acara ini tidak ada agenda politik, semuanya demi untuk Indonesia," tandasnya. (bon/rmol). 

sumber
http://www.rmoljabar.com/read/2017/07/24/49263/Kamerad:-Ajak-Mereka-Untuk-Kembali-Ke-Pancasila-

VILLA DI JUAL









VILL DIJUAL
(2 Vila Dalam 1 Lahan)

Lokasi di Cisarua Puncak Bogor
A. Legalitas
1. Bersertifikat nama pribadi
2. Memiliki IMB
3. Surat izin mendirikan vila.

B. Eksterior Vila Andip Bawah
1. Luas tanah gabungan dua vila 1600 m2
2. Luas bangunan 250 m2
3. Bangunan 1 lantai
4. Ada Gudang
5. Ada kamar khusus penjaga vila
6. Parkiran luas
7. Taman sangat indah dan terawat

C. Interior Vila Andip Bawah
1. 4 kamar tidur
2. 3 kamar mandi
3. Ruang tamu
4. Dapur
5. Teras luas

D. Eksterior Vila Andip Atas
1. Luas tanah gabungan dua vila 1600 m2
2. Luas bangunan 200 m2
3. Bangunan 2 lantai
4. Ada Gudang
5. Ada kamar khusus penjaga vila
6. Parkiran luas
7. Taman sangat indah dan terawat

E. Interior Vila Andip Atas
1. 4 kamar tidur
2. 5 kamar mandi
3. Ruang tamu
4. Dapur
5. Teras luas

F. Fasilitas 
1. Kolam renang bersama dengan Vila Atas
2. Parabola masing-masing vila
3. Genset masing-masing vila
4. Water heater masing-masing vila
5. Air jernih dan lancar

G. Detail Lain
1. Daya listrik Vila Andip Bawah 3500 VA
2. Daya listrik Vila Andip Atas 2200 VA

H. Investasi
1. Harga sewa andip bawah Rp. 3.250.000 Per hari dan andip atas Rp. 3.000.000 per hari.
2. Hasil sewa meningkat tiap musim liburan
3. Nama Vila ini sudah sangat terkenal di berbagai kalangan baik pribadi maupun perusahaan di Jakarta.
4. Lokasi Dekat Area Wisata
5. Komplek Persewaan Villa

Harga : 5.700.000.000 (5,7M) Negotiable.
Fee: 2,5%.

Kontak 
Mulyana 
0812-8045-5359
0816-1712-3530

VILLA DI JUAL







VILA DIJUAL
Cocok untuk Investasi
A. Legalitas
1. Bersertifikat nama pribadi
2. Memiliki IMB
3. Surat izin mendirikan vila

B. Eksterior
1. Luas tanah 2400 m2
2. Luas bangunan 700 m2
3. Bangunan 3 lantai
4. Ada Gudang
5. Ada bangunan khusus penjaga vila
6. Parkiran luas
7. Taman yang luas, sangat indah dan terawat

C. Interior
1. 6 kamar tidur
2. 4 kamar mandi
3. Ruang tamu
4. 2 Dapur
5. Teras atas dan bawah

D. Fasilitas 
1. Kolam renang 
2. Parabola
3. Genset
4. Water heater
5. Air jernih dan lancar
6. Pemandangan beberapa gunung dan sangat indah.

E. Detail Lain
1. Daya listrik 3500 VA

F. Investasi
1. Harga sewa Rp. 3.750.000 per malam.
2. Hasil sewa meningkat tiap musim liburan
3. Nama Vila ini sudah sangat terkenal di berbagai kalangan baik pribadi maupun perusahaan di Jakarta.
4. Dekat Area Wisata
5. Pemandagan sangat indah dan halaman cukup luas

6. Investasi baik untuk persewaan villa, lokasi wilayah persewaan villa


Harga : 6.500.000.000 (6,5M) negotiable

Kontak 
Mulyana 
0812-8045-5359
0816-1712-3530

Industri Pariwisata Puncak Dinilai Sepi


METROPOLITAN.ID | Cisarua. Industri pariwisata yang menjadi sektor primadona dikawasan puncak. Akhir – akhir ini menurut prakti­si wisata terbilang sepi. Bukan tanpa ala­san sejumlah hotel sepi pengunjung, bahkan tempat-tempat seperti homestay juga jarang dikunjungi turis.
Hal tersebut berdampak pada sektor penghasilan masyarakat, terutama peng­giat pariwisata. Namun menurut Camat Cisarua Bayu Rahmawanto, sepinya pen­gunjung bukan berarti menurun industri pariwisata di puncak. Tetapi memang di negara asal belum musim liburan, di pun­cak sama saja seperti tahun-tahun lalu, bahkan industri pariwisata semakin men­guat.
Terlihat dengan banyaknya para praktisi wisata yang membuka usaha baru di sektor pariwisata.”Kalau untuk sepinya pengunjung dalam sebuah usaha, adalah biasa karena banyak hal yang menjadi penyebab,” jelasnya.
Lebih lanjut dia juga mengatakan, apa­bila di daerah lain ramai tapi di Cisarua sepi,baru itu bisa dikatakan industri pariwi­sata menurun. ”Tapi kalau memang se­muanya sepi, itu kan karena memang bukan musimnya saja,” tuntas dia. (ash/b/suf)
sumber
http://www.metropolitan.id/2017/07/industri-pariwisata-puncak-dinilai-sepi/

Terkait Kisruh Di Tubuh PMBS, Inilah Jawaban Ketua Umum


INFODESAKU.CO.ID | Bogor. BOGOR, INFODESAKU – Menanggapi berita-berita yang beredar terkait Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) sehingga menimbulkan ekses ditubuh organisasi yang digawangi Prof Isman Kadar akhirnya buka suara. Melalui pesan Whatshappnya Ia memaparkan sekelumit napak tilas PMBS lahir dan di bentuk.

PMBS lahir dan dilatar belakangi adanya keprihatinan dari masyarakat Bogor Selatan yang merasa kurang perhatian dari pemerintah baik Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Sementara potensi ekonomi dan PAD sangat tinggi namun pembangunan di Bogor Selatan tidak optimal. Adapun tujuan PMBS adalah terwujudnya Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bogor Selatan agar masyarakat Bogsel lebih sejahtera.

“Oleh karena itu atas amanah Raker saya dan teman-teman telah menyusun struktur organisasi, kemudian mengisi orang-orang pada struktur tersebut serta menetapkan Job Discription. Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) disesuaikan dengan arah dan tujuan PMBS,” paparnya.

Kemudian untuk dapat mencapai tujuan tersebut, kami telah membuat Rencana Strategis (Renatra) PMBS, yang meliputi Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta Indikasi Program PMBS. Sehingga nantinya tinggal di tindak lanjuti penyusunan program dan kegiatan dari masing-masing bidang yang tentunya program dan kegiatan tersebut tujuannya bermuara pada Visi dan Misi PMBS.

Pembentukan DOB atau Pemekaran adalah bentuk dari kebijakan Politik. Karena dalam persyaratan itu diantaranya harus ada kesepakatan dari pejabat politis, yaitu Legislatif dan Eksekutif baik ditingkat Kabupaten, Provinsi maupun Pusat. Oleh karena itu kalau ada warga dari Bogor Selatan yang akan maju merebut jabatan politis tersebut baik Eksekutif ataupun Legislatif.

“Jadi menurut saya lebih baik nantinya akan mempermudah dan bisa mempercepat tercapainya tujuan PMBS itu sendiri. Kemudian Saya melihat dan memperhatikan ada beberapa warga Bogor Selatan yang mengekpresikan diri akan mencalonkan menjadi balon Bupati Bogor, tentunya secara pribadi saya senang dan meng apresiasi pencalonan warga Bogor Selatan tersebut,” terang Isman Kadar.

Harapan saya, “Bupati terpilih nanti dari warga Bogor Selatan paling tidak ada yang mewakili dari Bogor Selatan agar tujuan PMBS segera bisa terwujud. Dan Saya ikut mendaftar dipartai Gerindra itu juga kalau dapat restu dari Ketum dan terpilih nantinya. Semakin banyak warga Bogor Selatan yang ikut maju mencalonkan Balon Bupati Bogor akan semakin baik, karena peluang untuk Bupati dari Bogor Selatan semakin besar. Semoga PMBS tetap jaya bisa membawa masyarakat Bogsel lebih sejahtera, Aamiin YRA.” pungkas Isman Kadar dengan tutur kata dan bahasa diplomatisnya. (taufik hidayat)


BPBD Kabupaten Bogor Salurkan Bantuan Tidak Terduga Kepada Korban Bencana


BIDIKNUSANTARA.COM | Untuk ke sekian kalinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan dana bantuan tidak terduga (BTT) kepada para korban bencana di Kabupaten Bogor, Rabu (19/7/17) di Kantor BPBD Kabupaten Bogor, tepatnya di Jalan Raya Tegar Beriman, Kelurahan Pakansari, Cibinong.

"Pada saat terjadi bencana, petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah turun utuk melakukan Assesment dan pendataan serta menyerahkan bantuan berupa kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, terpal, perlengkapan bayi dan kebutuhan lainnya. Saat ini, dilakukan penyerahan dana bantuan tidak terduga untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah,"tutur Kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Bogor, KM Tb Sumardi disela-sela penyerahan dana bantuan kepada para korban bencana.

Ia menjelaskan, bahwa dari hasil pendataan Pemkab Bogor ini, ada 128 kepala keluarga (KK) terdiri dari 486 jiwa yang diberi secara langsung bantuan uang tunai oleh Pemkab Bogor melalui petugas BPBD Kabupaten Bogor.

"Hari ini, kami menyalurkan bantuan kepada para korban bencana alam yang tersebar di 21 Kecamatan se-Kabupaten Bogor yakni Kemang, Cigombong, Leuwisadeng, Leuwiliang, Cibinong, Megamendung, Sukamakmur, Tenjolaya, Caringin, Ciawi, Rumpin, Ciomas, Cisarua, Dramaga, Pamijahan, Citeureuf, Tamansari, Ciampea, Nanggung dan Babakan Madang yang kami bagikan kepada warga secara langung yang adattang ke kantor BPBD Kabupaten Bogor," paparnya.

Bantuan yang nilainya bervariasi, kata Sumardi, diterima langsung oleh para warga yang terkena bencana, mulai nilai uang Rp 5 juta, Rp10 juta hingga Rp15 juta per KK. Menurutnya hal itu  tergantung kondisi kerusakan rumah masing-masing. Total jumlah dana keseluruhan yang di kucurkan Pemkab Bogor sebesar Rp 1,51 miliar.

"Bencana yang mereka alami berbeda-beda, mulai dari angin puting beliung, tanah longsor, rumah rusak ringan hingga berat dan kebakaran yang telah mendapatkannya. Awalnya, kami melakukan pendataan yang dibantu oleh petugas RT/RW lalu Desa/Kelurahan dan petugas Pemerintahan Kecamatan setempat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sumardi menambahkan, bahwa pemberian bantuan tersebut, sudah sesuai dengan juklak dan juknis petunjuk dari Bupati Bogor Nurhayanti. "Semuanya sudah sesuai data yang kami peroleh sesuai dengan koordinasi dari mulai petugas RT sampai petugas Kecamatan. Dan kami tegaskan, semua aturan sudah sesuai petunjuk Pemkab Bogor dan tidak ada pemotongan sama sekali," tegas pria yang pernah menjabat sebagai Auditot Madya pada Kantor Inspektorat Kabupaten Bogor.

Pada kesempatan itu, Ade (39) penerima bantuan warga Tajur Halang RT 03 RW 02, Desa Tajur Halang, Kecamatan Cijeruk mengungkapkan terima kasih kepada Pemkab Bogor dan BPBD yang telah memberikan bantuan.

"Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini bisa membantu meringankan beban saya dan keluarga. Saya mendapatkan bantuan uang sebesar Rp.10 juta dari pemerintah dan tanpa ada potongan apa pun. Uang ini akan saya pergunakan untuk perbaikan rumah," ungkapnya. (sumbu/ibra)


Sengkarut Di PMBS, Wakil Ketua Umum Mengaku Kesal Dan Keluar Dari Tim Formatur


INFODESAKU.CO.ID | Bogor. Pemberitaan sebelumnya terkait adanya dugaan wacana Ketua Umum Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) yang digawangi Prof. Isman Kadar ikut dalam panggung politik praktis menuju Pilkada Bupati Kabupaten Bogor yang akan digelar tahun 2018 membuat beberapa anggota pendiri PMBS di tujuh (7) Kecamatan yang ada di wilayah Bogor Selatan merasa jauh panggang dari api. Sejatinya mereka para aktifis dan tokoh muda yang notabene bercita-cita mewujudkan Pemekaran Bogor selatan nampaknya akan menemukan berbagai macam kendala.

Tak pelak hal tersebut menuai banyak protes tak terkecuali dari Wakil Ketua PMBS itu sendiri yakni Muhammad Mukhsin. Kepada infodesaku.co.id Ia mengaku kesal bahkan marah dengan kisruh yang terjadi pada tubuh organisasi pergerakan yang selama ini ikut mendirikan dan membentuk lahirnya PMBS.

“Mengenai PMBS Saya arek diem dulu kang soalna saya udah ngamuk kamari mentak kaluar oge digrup,bahasa Sunda-red. (mengenai PMBS saya mau diam saja dulu kang, saya sudah marah kemarin makanya keluar juga dari grup),” ungkapnya dengan nada kesal.

Masih kata Mukhsin, “PMBS lahir dan dibangun itu kan dari awal sebagai media silaturahmi para tokoh aktivis dan pemerhati, dengan keprihatinan kondisi Bogor Selatan yang selama ini kurang diperhatikan atau kurang kepuasaan tentang tata kelola Bogsel oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini. Padahal sudah jelas PMBS ini ada sebagai wadah perjuangan penampung aspirasi masyarakat yang nantinya diharapkan mampu menyelesaikan segala masalah yang ada di Bogsel,” terangnya.

“Keluarnya saya dari group WhatsApp karena malu sudah terlalu banyak perdebatan yang menjurus kepada perpecahan ketimbang kerja nyata yg terasa dimata masyarakat Bogsel, terus yang kedua tidak berjalan nya komunikasi diantara pengurus sehingga kita bingung menyikapinya, diinternal kepungurusan sendiri hanya bisa menunjukan syahwat individualisme tanpa mengedepankan azas kebersamaan.” pungkas Mukhsin,aktifis dan tokoh muda mewakili Kecamatan Megamendung ini. (taufik hidayat)


Diduga Ada Muatan Politik, Ketua Umum PMBS Di Tuntut Mundur Dari Jabatannya


INFODESAKU.CO.ID | Bogor. Pemberitaan sebelumnya terkait adanya dugaan wacana Ketua Umum Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) yang digawangi Prof. Isman Kadar ikut dalam panggung politik praktis menuju Pilkada Bupati Kabupaten Bogor yang akan digelar tahun 2018 membuat beberapa anggota pendiri PMBS di tujuh (7) Kecamatan yang ada di wilayah Bogor Selatan merasa jauh panggang dari api. Sejatinya mereka para aktifis dan tokoh muda yang notabene bercita-cita mewujudkan Pemekaran Bogor selatan nampaknya akan menemukan berbagai macam kendala.

Tak pelak berbagai macam reaksi dan komentar dikemukakan beberapa kalangan aktifis dan tokoh muda itu sendiri yang sedari awal ikut dalam proses pembentukan kepanitian dan kongres yang beberapa bulan lalu digelar. Seperti dilontarkan oleh Jatnika kepada infodesaku.co.id menuturkan, “Pertama, Sebagai Tim Formatur saya kecewa dan tidak mengakui keputusan yg tidak sah atas rapat formatur pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2017 kemarin, Karena rapat tersebut tidak dihadiri oleh semua Formatur yang sudah ditetapkan. Kedua, Menuntut Bapak Isman Kadar untuk bersedia mundur dari Ketua Umum Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS), Karena telah membuat gaduh atas manuver politiknya,” ungkap Jatnika.

Masih menurutnya, Ia menambahkan, “Apabila tuntutan ini tidak di akomodir secara totalitas, maka kami sepakat dengan anggota lainnya terutama wilayah Kecamatan Cisarua akan menarik diri.” tegas Jatnika selaku anggota pendiri pergerakan dan Ketua Bidang Tim Formatur PMBS yang menyatakan non aktif dari PMBS melalui pesan Whatshappnya.

Sementara dilain tempat, Azet Basuni yang sama-sama satu pergerakan dengan Jatnika memberi tanggapan atas kegaduhan dalam PMBS itu sendiri, “Secara demokratis siapapun berhak untuk menyampaikan sikap tentang issue yang berkembang di PMBS, sikap tersebut di atur dalam Undang-Undang dan tidak boleh ada yang melarangnya. Semua dinamika dalam sebuah organisasi wajar- wajar saja terjadi pro dan kontra, tinggal kita mencari kebenarannya saja, Benar tidak seorang Ketua Umum PMBS dalam pencalonan dirinya menuju Pilkada Kabupaten Bogor membawa nama PMBS. Sekarang tinggal kita pertanyakan langsung pada Ketua Umumnya?, Insya Allah semua akan ada hikmahnya di balik semua itu tentunya dengan bijak pula menanggapinya,” ungkap Azzet Basuni yang menjadi anggota Tim Formatur PMBS tersebut.

“Saya sendiri akan tetap fokus pada komitmen awal dari mulai berdirinya pergerakan PMBS sampai nanti PMBS dideklarasikan, yang terpenting sikap kita semua itu tidak ada muatan politik dari manapun juga, Karena secara pribadi kepentingan saya hanya untuk kebaikan Masyarakat Bogor Selatan. Walhasil saya yakin kawan-kawan di Cisarua tetap akan fokus pada perjuangan kita dari awal yaitu Pemekaran Bogor Selatan.” pungkasnya (taufik hidayat)


Aktifis Dan Tokoh Muda Wilayah Cisarua Nyatakan Sikap Keluar Dari Gerbong PMBS


INFODESAKU.CO.ID | Bogor. Adanya dugaan wacana Ketua Umum Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) yang digawangi Isman Kadar ikut dalam panggung politik praktis menuju Pilkada Bupati Kabupaten Bogor yang akan digelar tahun 2018 membuat beberapa anggota pendiri PMBS di tujuh (7) Kecamatan yang ada di wilayah Bogor Selatan merasa jauh panggang dari api. Sejatinya mereka para aktifis dan tokoh muda yang notabene bercita-cita mewujudkan Pemekaran Bogor selatan nampaknya akan menemukan berbagai macam kendala.

Seperti apa yang di rasakan oleh beberapa aktifis dan tokoh muda yang menjadi anggota pendiri pergerakan PMBS Perwakilan Wilayah Kecamatan Cisarua, mereka sepakat menentukan sikap mengeluarkan diri atau abstain pada kegiatan PMBS selama belum ada pernyataan resmi terkait posisi PMBS itu sendiri.

PMBS sementara ini diduga seolah-olah hanya menjadi gerbong dan komoditi politik bagi kepentingan individu serta golongan tertentu, melakukan manuver dan pencitraan belaka demi syahwat politik semata. Sementara berita yang muncul dan beredar itu terkesan dibiarkan bahkan tidak ada keterkaitan PMBS terhadap posisi politiknya sebagai sikap sebuah organisasi.

Seperti apa yang dituturkan Salim Chakil ketika ditanya infodesaku.co.id melalui pesan Whatshapp nya menyatakan, “Demi sebuah moral dan pertanggung jawaban kepada masyarakat Cisarua khususnya, Maka kami atas nama aktifis dan tokoh muda sekaligus bagian dari anggota pendiri pergerakan PMBS wilayah Kecamatan Cisarua sepakat abstain atau keluar dari keanggotaan tersebut,” tegasnya.

Masih menurutnya, “Kita tetap mendukung sebagian kawan-kawan yang masih aktif di PMBS untuk berjuang membawa kembali marwah dan khittah Organisasi sesuai kesepakatan awal dan menetralisir PMBS yang diduga adanya suatu pihak yang hendak menjadikan Organisasi tersebut sebagai kendaraan politik bagi individu dan golongannya,” ujar Chakil sapaan akrabnya selaku anggota pendiri pergerakan dan Ketua Koordinator Bidang Informasi dan Publikasi PMBS.

Hal senada juga dilontarkan Bram Mulyana yang sama-sama bagian dari anggota pendiri pergerakan yang juga selaku Sekbid Kajian Data dan Informasi PMBS merasa kecewa dan menyatakan sikap, “Saya atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Kecamatan Cisarua, menyatakan sikap untuk keluar dari Presidium Masyarakat Bogor Selatan, maka untuk hal apapun itu tidak ada lagi kaitan dengan Saya pribadi maupun secara kelembagaan. Dan apabila ada aktivitas yang dilakukan PMBS dengan mengatas namakan saya tegaskan itu tidak benar dan tanpa se-ijin saya tentunya.” pungkas Bram Mulyana yang terkenal vokal. (taufiq hidayat)