JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

KLIK DISINI : UNTUK INFORMASI VILLA

Cari info vila disitus kami, untuk Persiapan Liburan di Puncak Cisarua

Bocah 5 Tahun Tewas Tercebur Sumur


METROPOLITAN.ID | Cisarua. Nahas nasib Abdul Rochman (5), bocah asal Kampung Baru, Desa Ci­beureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Ia ditemukan tewas dalam sumur setelah sempat hilang satu hari.

Menurut kesaksian warga sekitar, Dadang (45), putra pertama Ujang Kaman dan Siti Rahayu tersebut bermain di halaman ru­mahnya bersama teman-temannya pada Rabu (21/09) sekitar pukul 09:00 WIB. Namun ketika hendak diberi makan pada pukul 11:30 WIB, anak tersebut hilang. Kedua orang tuanya pun panik dan sempat men­cari ke tetangga. ”Orang tuanya panik dan mencari anaknya ke mana-mana,” papar Dadang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, setelah sem­pat mencari ke berbagai tempat, akhirnya Rochman ditemukan dalam sumur dengan kedalaman lima meter yang berjarak se­kitar seratus meter dari tempat tinggalnya sekitar pukul 10:15 WIB, kemarin. ”Balita itu ditemukan dalam keadaan tak berny­awa,” ungkapnya. Mengetahui hal tersebut, warga pun berduyun-duyun mengangkat jenazah korban.

Saksi lain, Asep Saepul (45) memaparkan, diduga korban tercebur sumur saat bermain dan luput dari pantauan orang tua dan teman bermainnya. “Korban sepertinya sedang bermain tapi luput dari pantauan warga dan keluarga serta teman bermain­nya,” imbuhnya. Akibat kejadian tersebut, sumur maut yang menelan korban terse­but langsung menjadi tontonan banyak warga. (ash/suf/run)


2 Wanita Muda asal Maroko Dibekuk di Puncak, Diduga Berprofesi sebagai PSK


DETIK.COM | Bogor. Dua wanita berkewarganegaraan Maroko kembali ditangkap Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas IIA Bogor. Mereka dianggap melanggar aturan keimigrasian.

Penangkapan dilakukan di sebuah vila di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (22/9/2016) malam. 

"Keduanya WNA asal Maroko, diduga menjadi PSK. Mereka kita amankan setelah memberi service kepada pelanggannya," kata Kepala Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas IIA Bogor, Arif Hazairin Satoto saat ditemui di Kantornya, Jumat (23/9/2016).

Dua PSK asal Maroko yang biasa dikenal dengan istilah Magribi ini ditangkap berinisial ML (26) dan KB (27). Dari keterangan yang didapat pihak imigrasi, ML sudah 5 (lima) kali keluar-masuk Indonesia dan Puncak sejak awal Januari 2016 lalu. Sementara ML belum bisa menunjukkan paspor. 

Kepada petugas, kedua Magribi ini mengaku meminta bayaran bervariasi untuk sekali kencan singkat. ML meminta bayaran antara Rp 3-4 juta. Sementara KB yang merasa lebih cantik dan muda meminta bayaran Rp 5 juta. "Mereka tinggal di satu vila yang sama," tambah Satoto.

Berdasarkan catatan Kantor Imigrasi Bogor, sejak awal tahun 2016 ini 8 perempuan asal Maroko ditangkap dan dideportasi karena diduga menjadi PSK di kawasan Puncak, Bogor.

"Semua (Magribi) yang kita amankan, kita deportasi dan dicekal," terangnya. 

Meski kerap dilakukan operasi dan penangkapan, lanjut Satoto, keberadaan Magribi di kawasan. Puncak masih ada hingga sekarang. Oleh sebab itu, pengawasan akan terus dilakukan. "Keberadaan mereka (Magribi) memang kadang sulit terlacak. Karena mereka selalu berpindah-pindah tempat tinggal. Selain itu, kita juga kan harus punya bukti kuat untuk melakukan penangkapan," tutup Satoto.(try/try)


600 Bangli di Bogor Siap Dibongkar!


POJOKJABAR.COM | Bogor. Sedikitnya 600 unit bangunan liar (bangli) di kawasan Puncak telah didata Satpol PP Kabupaten Bogor. Pembongkaran akan dilaksanakan pada akhir September ini, terdiri dari villa dan kios PKL.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto, bangli di kawasan Puncak tidak hanya berdiri di atas lahan pemkab saja. Namun juga ada yang milik Perhutani.
Ia juga menilai, Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) bersama Satpol PP Kabupaten Bogor perlu dimaksimalkan.  Pasalnya, jumlah bangunan liar di Kabupaten Bogor luar biasa tinggi.

“Tinggal tegakan aturan. Mana daerah yang boleh berdiri. Mana yang tidak,”singkatnya kepada Radar Bogor.

Terpisah, Kabid Riksa pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menyebutkan institusinya menunggu waktu (eksekusi) yang tepat.

“Saat ini kami sedang menyiapkan semua tahapannya. Setelah PON Jawa Barat selesai, baru mulai bertindak,” singkatnya. (radar bogor/rp1)


Cegah LGBT, Keamanan di Kabupaten Bogor Terus Diperketat


POJOKJABAR.COM | Bogor. Tak mau kecolongan dengan kasus prostitusi anak, ratusan linmas serta personil koramil dan Polsek Ciawi dikumpulkan.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari maraknya praktek prostitusi untuk gay di kawasan Ciawi, beberapa waktu lalu. Di mana simpang Ciawi menjadi transit pelaku berinisial AR.

“Ya, ini merupakan tindak lanjut dari kasus yang belakangan ini mencuat. Kami bersama polsek dan koramil melakukan pembinaan kepada 174 personil gabungan. Mereka diminta agar waspada dan bisa melakukan deteksi dini di wilayah desa masing-masing,” ujar Camat Ciawi, Bambang Setiawan kepadaRadar Bogor.

sementara itu, Kapolsek Ciawi, Kompol Nelson Siregar mengatakan, selain antisipasi trafficikng dan prostitusi, pihaknya  meminta agar 174 personil gabungan tersebut fukus pula dalam mencegah aliran sesat.

“Apalagi aliran sesat saat ini mulai mencuat. Kami meminta mereka pun siap siaga mengatisipasi terorisme,”tukasnya. (radar bogor/rp1)


Pores Bogor Resmikan Media Center Wartawan


BOGORONLINE.COM | Cibinong, Bogoronline.com – Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Muhammad Dicky meresmikan kantor Media Center bagi wartawan yang bertugas di Mapolres Bogor, Senin (19/9/2016). Kapolres berharap kantor media center itu dapat menjadi salah satu tempat beraktivitas wartawan khususnya dalam membuat berita, mengirim berita ke kantor media masing-masing termasuk sekaligus meramaikan Mapolres Bogor.

“Silakan teman-teman wartawan manfaatkan kantor media center ini untuk mengetik berita, mengirim berita karena sudah ada fasilitas internet gratis di sini,” tutur AM Dicky saat sambutan sebelum menyerahkan kunci kantor media center secara simbolis kepada Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Harian Bogor, Danang Donoroso dari Harian Pelita, pagi ini.

Dicky menjelaskan media perlu mengetahui aktivitas sehari-hari di Mapolres Bogor termasuk apel persiapan patroli yang digelar setiap malam untuk mengganti shift patroli. Meskipun Dicky mengakui hal-hal semacam itu belum menjadi perhatian kalangan pers di Bogor, namun Dicky berharap hal itu dapat dipublikasi agar masyarakat merasakan langsung persiapan penciptaan kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bogor.

“Memang hal-hal semacam ini bukan menjadi perhatian teman-teman wartawan tapi sebenarnya apel persiapan patroli malam ini kan berdampak jangka panjang khususnya dalam penciptaan keamanan dan kondusivitas Kabupatem Bogor. Ya setidaknya kawan-kawan bisa ikut meramaikan Mapolres Bogor khususnya di malam hari termasuk aktivitas di Mapolres sehari-hari,” tutur mantan Kapolres Karawang ini.

Dicky menjelaskan penyediaan kantor media center wartawan juga ditujukan sebagai bentuk keterbukaan Mapolres Bogor kepada publik dan ingin menjalin silaturahmi yang lebih erat kepada wartawan yang bertugas di Bogor.

“Sekarang sudah zaman keterbukaan, ini juga menjadi bentuk sikap keterbukaan kami kepada kalangan pers bahwa tidak ada yang ditutup-tutupi di Mapolres Bogor ini. Sekarang sudah zaman keterbukaan semuanya bisa diakses dan diketahui untuk diberitakan kepada publik,” imbuh Dicky.

Dicky menambahkan, pihaknya meminta agar kalangan pers dapat langsung melaporkan bagian Humas jika ada kekurangan dari perlengkapan yang sudah ada di Media Center itu.

“Kalau masih ada kekurangan silakan kontak ke Bu Ita. Di sini sudah ada wifi internet gratis dan televisi termasuk meja dan kursi. Mungkin kurang terminal listrik untuk mengisi daya listrik HP atau komputer saat membuat dan mengirim berita,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Sekber Wartawan Harian Bogor Danang Donoroso mengatakan ucapan terimakasihnya kepada kepolisian yang memerhatikan kebutuhan kerja wartawan.

“Ini adalah bentuk kepedulian kepolisian kepada wartawan yang bertugas di Bogor. Saya ucapkan terimakasih,” singkat Danang Donoroso. “Mari manfaatkan ruang media center ini khususnya bagi wartawan yang bekerja produktif menghasilkan karya jurnalistiknya,” kata mantan Ketua PWU ini. (Herry Keating)


Gebyar PON Sepi Tanpa Nurhayanti


BOGORONLINE.COM | Bogor. Cibinong. Gebyar PON XIX Jawa Barat 2016 di pelataran Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (20/9) sepi tanpa kehadiran Bupati Bogor Nurhayanti.

Pantauan BogorOnline.com, hanya peralatan musik yang berdiri rapih diatas panggung gebyar serta deretan kursi basah akibat kehujanan didepan panggung tersebut.

“Sebagai Manajer Atletik Kontingen Jawa Barat, bupati mestinya hadir dong,” kata salah seorang pengunjung saat ditemui di lokasi.

Menurut informasi yanh diterima BogorOnline.com, Bupati Nurhayanti memiliki agenda hadir dalan Tentara Masuk Desa di Kecamatan Sukajaya. Namun, bukannya balik ke Cibinong, Nurhayanti justru melipir lagi ke Kecamatan Cigudeg.

Gebyar pun hanya dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Yusuf Sadeli. (Cex)


Gelaran PON Jawa Barat Hambat Pembangunan Jalur Puncak II


BOGORONLINE.COM | Bogor. Cibinong. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal menyurati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumaham Rakyat (Kemen PU-Pera), untuk segera mengalokasikan biaya untuk pembangunan Jalur Puncak II.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengungkapkan, pembangunan Jalur Puncak II mutlak untuk mengurai kemacetan di jalur konvensional Puncak.

“Ini sudah jadi fokus Pemprov Jabar dengan Pemkab Bogor untuk mengurai kemacetan di Jalur Ciawi. Kami akan usulkan kepada Kementerian PU-Pera untuk mengalokasikan anggarannya,” kata Iwa kepada wartawan si Stadion Pakansari, Selasa (20/9) sore.

Iwa sangat berharap dorongam itu cepat dikabulkan pemerintah pusat agar jalan sepanjang 15 kilometer itu bisa menghubungkan Sukamakmur-Jonggol-Cianjur.

Ditanyakan soal kemampuan keuangan APBD Provinsi Jabar untuk menyelesaikan Puncak II, Iwa mengaku, APBD 2016 ini banyak tersedot untuk gelaran PON XIX/2016.

“Iya karena tersedot untuk PON. Tapi lihat nanti perkembangannya seperti apa. Karena ada kemungkinan dari APBN, APBD ataupun tender investasi. Mana yang lebih cepat saja,” kata Iwa.

“Saya sebagai warga Jawa Barat, merasa jalur itu sangat dibutuhkan. Karena macet di Puncak itu sudah terjadi setiap hari. Kami juga sudah bertemu dengan pemerintah pusat. Kalau misalnya tender investasi, kami akan siapkan prosedurnya,” pungkas Iwa. (cex)


Sudjonggo, Hari Ini Pemimpin Gafatar CS Dipindah Ke Paledang Kota Bogor


BOGORONLINE.COM | Bogor.Cibinong. Dapat keluhan dari warga sekitar terkait adanya tahan titipan para pemimpin Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yaitu Ahmad Musaddeq, Mahful Muis Hawary, dan Andri Cahya, yang kini mendekam di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg kelas IIA Cibinong oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor.

Maka Kepala Lapas (Kalapas) Pondok Rajeg Kelas II A Cibinong Sudjonggo mengatakan, memang pihaknya mendapat informasi dari masyarakat sekitar bahwa meraka tidak mau ada orang Gafatar di sekitar mereka.

“Maka demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka hari ini ketiga orang pemimpin Gafatar tersebut dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Paledang, Kota Bogor,” ujar Sudjonggo saat ditemui bogorOnline.com di kantornya Selasa (20/9/16).

Sekedar diketahui, khusus Ahmad Musaddeq dijerat pasal 156 A KUHP, Andri dan Muis Tumanurung dijerat Pasal 110 Ayat 1, Junto 107 Ayat 1-2 tentang Pemukatan Jahat untuk Melakukan Makar (mendirikan agama) Ketiganya ditangkap oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, Rabu 25 Mei 2016 pukul 19.30 WIB dan ditahan di sel Bareskrim dan kemudian saat ini di pindahkan ke Lapas Pondok Rajeg kelas II A Cibinong.(rul)


Potret Pembangunan Infrastruktur Puncak. Salah Siapa ?

SUARAPUNCAK | Cisarua . Saat ini warga puncak, Kecamatan Cisarua sedang galau dengan dampak pembangunan yang di laksanakan kurang profesional. Pasalnya pembangunan tersebut berdampak langsung pada aktifitas sehari hari warga 3 Desa di Kecamatan Cisarua, yaitu Desa Tugu Utara, Desa Batulayang dan Kelurahan Cisarua.

Proyek pembangunan itu adalah pembangunan Jembatan Ciburial dan pelebaran jalan Cisarua - Batulayang.

Jembatan Ciburial menurut informasi warga adalah proyek desa dengan nilai 900 jt yang di kerjakan oleh kontraktor. Yang menjadi masalah adalah lamanya pengerjaan yang memakan waktu hingga 5 bulan. Sudah sejak sebulan lalu jembatan ini sudah di bongkar.

Hal tersebut tentu membawa dampak pada aktifitas ekonomi warga Ciburial yang dikenal sebagai salah satu kampung Real di Puncak. Jembatan Ciburial adalah pintu masuk utama menuju Ciburial. Sehingga dengan di bongkarnya jembatan tersebut, maka kendaraan roda empat tidak bisa melewati jalan tersebut.

Dampaknya, banyak tamu - tamu atau wisatawan tidak bisa masuk ke hotel, Resort dan villa yang bertebaran di sana. Tentu hal tersebut berpengaruh pada perputaran ekonomi pengusaha dan warga setempat. Akses ke Ciburial bisa ditempuh melalui jalan alternatif Ciliwung Citamiang jika dari atas, sementara dari bawah melalui Cisarua - Batulayang.

Akibat hal tersebut, warga Ciburial melakukan Demo kemarin, Jumat, 16/09. Mereka menuntut agar pembangunan jembatan segera di selesaikan

Sementara, di jalan Cisarua Batulayang sedang dilakukan penggalian jalan untuk pelebaran. Parahnya lagi, galian yang sudah di lakukan sejak satu bulan yang lalu itu, hingga hari ini belum dilakukan pengecorannya.

Hal tersebut mengakibatkan kemacetan terjadi di sepanjang jalan ini. Belum lagi puluhan mobil yang terperosok ke lubang galian tersebut.

Lalu kenapa pembangunan kecil seperti ini tidak tertata dengan rapi?

Dimana letak permasalahanya. Apakah anggarannya belum cair, apakah kontraktornya yang tidak profesional, apakah salah dalam memilih kontraktor? Atau apakah ada permainan didalamnya?

Warga menggerutu, kesal dan marah. Di satu sisi mereka senang dengan adanya pembangunan tersebut, tapi disisi lain mereka juga kesal jika pembangunan yang kecil seperti itu dikerjakan kurang profesional dalam hal waktu pengerjaannya.

Saat dikonfirmasi terkait penggalian di jalan Cisarua Batulayang, Kepala UPT Binamaraga Ciawi, Eko, mengaku ada keterlambatan pengiriman
" Aduh  maaf pak, benar itu galian pelebaran, hanya saja untuk order betonnya ngantri. alasanya kegiatan turunnya hampir bebarengan. Karena kegiatan tersebut SPK nya terakhir dan sebelumnya harus ada tes dulu  sebelum pengecoran " kilahnya .

Eko berjanji akan segera mengusakan agar segera dilakukan pengecoran.
" Nanti coba saya minta kepenyedia jasanya agar dipercepat"

Semoga Carut Marut pembangunan seperti ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua. Pemerintah membangun melalui kontraktor, warga memantau dan mengawasi. Sementara Bupati dan Kepala Dinas mengawasi bawahannya agar pembangunan berjalan sesuai SOP. (CJ)

sumber
SUARA PUNCAK

Penataan PKL Puncak Harus Angkat Budaya Sunda


INILAHKORAN.COM | Ketua Forum UMKM Kabupaten Bogor Hasan Haikal Thalib mengusulkan PKL di Kawasan Puncak direlokasikan di tempat yang layak. Dalam waktu dekat, Satpol PP Kabupaten Bogor berencana menggusur bangunan liar dan lapak PKL, dari mulai Warung Kaleng hingga Puncak Pass Cisarua.

"Saya minta selain direlokasi di tempat yang layak, lapak PKL juga diseragamkan dan diperindah tempatnya agar menarik minat wisatawan berbelanja," ujar Hasan Haikal Thalib kepada INILAH, Jumat (16/9).

Hasan menambahkan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bisa mencontoh penataan PKL seperti di swasta.

"Diskoperindag bisa melihat Jungle Land atau Jungle Fest, dimana para PKL atau UMKM difasilitasi untuk berdagang di area kuliner atau cindera mata," tambahnya.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Bogor Dace Supriyadi mengaku sedang mengusahakan membuat rest area sebagai lahan peganti PKL berdagang di badan milik jalan atau diatas sepadan sungai.

"Saat ini kita sedang meminta PTPN VIII dan PT. Sumber Sari Bumi Pakuan untuk menghibahkan atau meminjamkan lahanyya untuk rest area. Rencana kami dari masing-masing pihak diatas meminjamkan lahanyya seluas 5 hektar," kata Dace.

Untuk pembangunan lapak PKL ini, kata Dace, dananya bisa dari urunan para pedagang atau APBD jika memungkinkan.

"Kalau memakai dana APBD itu agak sulit karena harus masuk dahulu di rencana anggaran, yang paling memungkinkan itu biaya diambil dari urunan, namun konsep bangunannya harus seragam agar menarik dan memperindah lapak atau kios PKL," sambung mantan Kepala Dinas Pendidikan ini.

Ketua DPC Relawan Demokrasi Perjuangan Kabupaten Bogor Dodi Achdi Suhada meminta tidak hanya kios atau lapak PKL saja yang diperindah, namun juga para pedagang juga diseragamkan pakaiannya agar lebih menarik penampilannya.

"Budaya Sunda atau Jawa Barat juga harus diangkat dalam penataan PKL di kawasan Puncak, misalnya pakainnya seragam memakai Batik khas Bogor, baju kampret atau kebaya Jawa Barat. Para PKL ini harus diberdayakan dan saya rasa Pemerintah Kabupaten Bogor mampu. Pemerintah juga bisa menggandeng swasta untuk membantu pembiayaannya," tandas Dodi. (reza zurifwan/dey)


Bogor Jadi Tempat Terburuk Kedua di Dunia untuk Berkendara


DETIK.COM | Jakarta - Aplikasi penunjuk jalan Waze merilis indeks kepuasan berkendara hasil survei seluruh pengguna aktifnya untuk menentukan kota terburuk dan terbaik untuk dilewati. Hasil survei menunjukkan kota Bogor, Jawa Barat, menempati urutan kedua sebagai kota dengan tingkat kepuasan berkendara terburuk di dunia. 

Indeks kepuasan berkendara dirilis di laman web resmi Waze dengan judul 'Waze Index Reveals Where in the World are the Best and Worst Places to be a Driver' pada hari Kamis (15/9/2016). Ini merupakan indeks tahunan kedua, dengan mencantumkan enam indikator diantaranya kepadatan dan keparahan lalulintas, keselamatan perjalanan, kualitas dan infrastruktur jalan, kemudahan akses ke SPBU dan parkir, analisa dampak sosial ekonomi, dan perasaan pengguna waze.

Indonesia masuk ke dalam peringkat yang terburuk setelah El Salvador, Filipina, Guatemala, dan Panama.

"Di mana tempat paling buruk untuk berkendara? El Savador, Filipina, Guatemala, Panama dan Indonesia. Faktor yang mempengaruhi adalah intensitas lalu lintas yang sangat padat dan faktor sosial ekonom," tulis web resmi Waze seperti dilansir CNN, Jumat (16/9/2016).

Dari keenam indikator tersebut, Bogor mendapatkan penilaian indeks terendah kedua di dunia dari 38 negara yang disurvei oleh waze. Bogor mendapatkan nilai 2,15 dan menduduki peringkat 185. Di atas Bogor hanya Kota Cebu di Filipina yang mendapat skor 1,15 sekaligus mendapatkan predikat kota terburuk untuk berkendara.

Selain Bogor, terdapat delapan kota asal Indonesia lainnya yang juga mendapatkan penilaian rendah. Di antaranya Denpasar di peringkat 183, Bandung 182, Surabaya 181, Jakarta 178, Medan 168, Yogyakarta 150, Malang 146, dan Semarang di peringkat 145.

Sementara itu, Belanda menjadi negara dengan indeks kepuasan berkendara terbaik dengan skor indeks 7.43, diikuti Prancis 7.42, peringkat ketiga diisi Amerika Serikat dengan 7.22, diikuti Republik Ceko dan Swedia yang melengkapi posisi 5 teratas.

Untuk diketahui, aplikasi ini hanya terfokus di negara dan kota metropolitan dengan jumlah pengguna aktif mencapai 20.000 perbulan sehingga keakuratan data dan perbandingan akan lebih adil. Penilaian ini melibatkan seluruh pengguna dari 38 negara dan 235 area metropolitan sehingga bisa menghasilkan data yang baik untuk Indeks kepuasan berkendara Waze di 2016. (wsn/fdn)




Kadiskoperindag Dace, PKL Tidak Digusur Tapi Digeser


BOGORONLINE.COM | Bogor. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bogor Dace Supriadi mengatakan, untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) diwilayah Puncak Bogor sekarang dalam tahap pembahasan penempatan lahan.

"Sebab prinsipnya Pemkab Bogor sedang mengupayakan agar PKL sistemnya tidak digusur tapi digeser,” kata Dece saat di temui bogorOnline.com di kantornya Kamis (15/9/16).

Dece menambahkan, untuk rencana penempatan PKL Puncak ada di areal sumber sari pakuan ciliwung sekitar lima hektar dan gunung mas sumber sari juga lima hektar. Posisi itu dinilai oleh pihaknya cukup strategis dalam perencanaannya.

Sedangkan untuk tahap pertama dalam proses adminitrasi itu tanah Pemerintah dan swasta.

“Jika dibangun harus jelas apakah itu hibah atau pinjam pakai atau sewa -menyewa tidak bisa asal saja,” tambahnya.(rul)


Praktek Prostitusi di Puncak Kian Marak

  
GARUDANEWS.ID | Kabupaten Bogor. Masalah praktek prostitusi di kawasan puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat, bukan hal yang tabu terdengar oleh publik.

Karena, praktek prostitusi di kawasan yang dikenal sebagai ikon masyarakat Kabupaten Bogor itu tergolong berbeda dibanding dengan kawasan prostitusi lainnya.

Dimana, Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan tersebut bukan hanya dari lokal. Akan tetapi PSK manca negara atau yang sering dikenal PSK maghribi pun juga menambah sederetan praktek maksiat di kawasan yang sejuk itu.

Ada kejadian menarik tentang praktek prostitusi di puncak akhie-akhir ini. Pasalnya, ada razia di gelar rutin tiap malam. Namun razia tersebut bukan di lakukan oleh aparat melainkan oleh salah satu komunitas yang menaungi para PSK di puncak.

Tujuan mereka melakukan razia adalah agar para PSK masuk dalam komunitasnya.

Sebut saja, komunitas yang mereka namakan adalah TS, salah satu komunitas yang menaungi para PSK di puncak.

Menurut sumber yang tak ingin di sebut kan namanya anggota mereka kurang lebih 80 orang dengan rata-rata satu anggota mempunyai anak buah 2 PSK.

“Bagi anggota TS, kami di wajibkan membayar iuran bulanan sebesar 50 ribu rupiah. sementara untuk PSK wajib membayar 100 ribu rupiah perbulan” ujar aa ( nama samaran) kepada Garudanews, Rabu (14/9).

Pernyataan itu juga dibenarkan oleh salah seorang PSK yang tidak ingin di sebut kan nama nya, dia pernah kena razia oleh komunitas. “Saya dimintai uang 500 ribu, di sebuah hotel di puncak. Dan itu sering kali terjadi bagi para PSK yang tidak masuk komunitas Ts,” papar dd.

Pengamat kebijikan publik Sunyoto mengatakan hal yang wajar ada kelompok-kelompok pengendali sebuah kegiatan prostitusi. “Jika tidak ada, pasti prostitusi di puncak sudah hilang sejak dulu,” ungkapnya.

Prostitusi di puncak menurut Sunyoto merupakan sebuah bisnis yang besar dan sudah berjalan lama.

“Banyak orang menikmati bisnis lendir ini. Hingga katanya sampai ada sebuah organisasi yang mewadahi mereka (PSK),” tambahnya.

Perlu perhatian semua dalam mengatasi permasalahan prostitusi di puncak. Tapi hingga hari ini belum nampak upaya yang tegas dari pemangku jabatan setempat. Hingga akhirnya muncul komunitas yang menaungi para PSK.

Lalu mungkinkah Prostitusi hilang di Puncak? (Pih)


Hari ini Api PON Tiba di Kota Bogor


REPUBLIKA.CO.ID | Bogor Kota Bogor terpilih menjadi salah satu tempat bersemayamnya obor dalam kirab api Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Hari ini, Selasa (13/9) kirab obor tiba di Kota Hujan.

Rombongan Kirab tiba di Kota Bogor pukul 14.15 di halaman Museum Peta Bogor Jalan Sudirman Bogor. Arus lalu lintas (lalin) di sekitar arak-arakan Kirab Api PON tersendat. Api PON di Kota Bogor diusung dua orang pelari legendaris beserta 10 orang pelari pendamping dari  Yonif 315 sejauh 2,5 kilometer dengan rute Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Jalak Harupat - Jalan Pajajaran - Jalan Otista - Jalan Ir.H.Juanda.

"Finish pukul 15.45 di Balaikota Bogor," papar Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Kota Bogor Jana Sugiana.

Jana menjelaskan, dua pelari legendaris yang akan membawa Api PON dari Museum Peta ke Balaikota Bogor adalah Iryan Ruswandi dan Utar Sutarsih. Jana mengatakan, setelah Kirab tiba di Balaikota, akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan.

Kirab Api PON akan diterima Wali Kota  Bogor Bima Arya beserta unsur Muspida Kota Bogor. Selanjutkan Api PON akan bersemayam di Teras Plaza Balaikota Bogor dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam dan Uang Kadedeuh kepada atlet, pelatih, dan pembina Olahraga Terbaik di Kota Bogor. 

Acara penyambutan Api PON diperkirakan akan berlangsung hingga nanti malam sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu  akan ditampilkan atraksi  dari para  atlet wushu dan dansa di bawah naungan KONI Kota Bogor beserta tampilan kesenian di bawah naungan Disbudparekraf Kota Bogor. Kemeriahan acara juga nantinya akan menampilkan hiburan stand up comedy dari Indo Bogor. 

Pembongkaran Bangunan Liar dan PKL di Puncak Tebang Pilih


GARUDANEWS.ID | Bogor. Penertiban bangunan liar dan Pedagang Kaki Lima yang dilakukan oleh aparat gabungan Pol PP, TNI dan Polisi di Warung Kaleng dan Cibeureum – Batulayang, Cisarua Kabupaten Bogor menyisakan masalah.

Pasalnya, penertiban yang berdalih guna mengatasi kemacetan di wilayah tersebut dinilai tidak masuk akal.

Banyak yang mempertanyakan, kenapa Pemkab tidak fokus menertibkan Bangli dan PKL di titik Kemacetan seperti Warung Kaleng, Pasar Cisarua, simpang Megamendung dan Gadog.
Sudah jelas titik kemacetan ada di wilayah tersebut, kenapa malah lari ke titik lain yang tidak terlalu berdampak dengan kemacetan?

Titik pusat kemacetan tersebut juga sudah dilansir Satlantas Polres Bogor dalam acara diskusi dengan tokoh masyarakat Cisarua di Aula Kecamatan Cisarua. Ada apa dengan Pemkab Bogor?

Dengan tindakan yang sudah dan akan dilakukan tentu menjadikan beribu pertanyaan di benak warga puncak. Kenapa tidak mempunyai skala prioritas dalam menyelesaikan masalah kemacetan.

Membongkar PKL di sepanjang jalan Puncak Pass akan membuahkan potensi konflik yang tinggi.

Selain belum adanya rencana tempat relokasi, para pedagang tentu akan mempertahankan pendaringannya.

Ada sekitar 300 an pedagang di Jl Puncak Pas. Akan dikemanakan mereka Sementara? Disuruh diem dirumahkah atau di diminta untuk beralih profesi.

Kenapa Pemkab Bogor lebih mengakomodir kepentingan kelompok.besar, padahal banyak bangunan yang dimiliki oleh pejabat tertentu terjadi.pelanggaran. Tapi Pemkab tutup mata. Bahkan terjadi pembiaran.

“Apakah mereka (Pemkab Bogor) takut karena Villa maupun bangunan itu milik pejabat. Kalau benar itu terjadi artinya Pemkab tebang pilih,” ungkap, Aktivis.Masyarakat Puncak, Falahudin kepad Garudanews.id, Selasa (13/9).

Dari mulai pendataan, penataan design bangunan, cara berjualan, pengaturan harga, display , pengetahuan pariwisata hingga custom pedagang.

Pedagang selain memberi kehidupan juga memberi warna tersendiri bagi wisata di Puncak. Selain itu mereka juga telah turut membantu membuat jalan aman bagi para pengendara. Lalu kenapa Pemkab Bogor berencana buru-buru mau membongkar mereka, sementara solusi belum ada.

“Kenapa tidak bekerja secara rapi dan mengayomi warganya. Katakanlah akan ada grand design terkait Jalan Raya Puncak yang melegenda ini, kenapa tidak dilakukan sosialisasi yang profesional dan elegan,” ungkapnya.

Buatkanlah rencana, solusi, sosialisasi, komunikasi dan pelaksanaan yang baik dengan seluruh stage holder di puncak.

Sementara itu, Sunyoto, yang juga sebagai tokoh masyarakat puncak mengatakan bahwa mereka semua adalah warga Kabupaten Bogor yang berhak hidup, berhak berusaha dan berhak mendapat pelayanan yang baik dari pemerintahnya.

“Apakah mereka hanya dianggap sebagai benalu yang harus di singkirkan? Lalu bagaimana dengan bangunan-bangunan para pemilik modal yang juga melanggar?,” tanya Sunyoto.
bahkan dirinya juga mempertanyakan kalau bangunan liar milik orang berduit hanya sidak atau peringatan. Selanjutnya tidak ada kelanjutannya.

“Kenapa dengan yang kecil nampak lebih sigap,” tandasnya.

Sebelumnya,  Kabid Riska Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan, penertiban sebagai implementasi penegakan Perda akan terus berlanjut. Rencananya dalam jangka pendek ini akan menertibkan Bangli dari Tugu hingga Puncak Pass. (PIH)


Dirjen Perhubungan Darat Minta 'One Way System' di Puncak Bogor Dilakukan Lebih Pagi


TRIBUNNEWS.COM | Ciawi. Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto meminta Satuan Lalulintas Polres Bogor untuk melakukan sistem one way atau satu arah dikawasan puncak lebih pagi saat akhir pekan. Pasalnya, hal itu agar para pengendara dari arah Jakarta bisa lebih diprioritaskan untuk naik melintas ke kawasan puncak.

"Saya sudah sarankan ke pihak kepolisian untuk melakukan one way ini lebih cepat, misalnya jam 7 pagi sudah diberlakukan satu arah ke atas," ujarnya saat melintas di kawasan Puncak, Bogor pada Minggu (11/9/2016).

Mantan Kepala Korlantas Polda Jawa Barat ini juga mengatakan, jika pemkab Bogor juga harus menyiapkan jalur alternaif agar para pelancong yang akan berwisata ke kawasan Puncak bisa sampai ketujuannya melintasi jalur lain. 

"Pemerintah daerah juga harus membuka jalur alternatif, sehingga masyarakat bisa sampai kelokasi tujuan tanpa melintas di jalur utama," ungkapnya. 

Dia menambahkan, saat ini kawasan wisata Puncak masih menjadi magnet bagi para wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk menghabiskan waktu liburannya. 

"Walaupun di dijalur puncak ini dikenal macet, tapi mayarakat masih sangat suka untuk wisata kesini," tandasnya.


Jumlah Kendaraan Menuju Puncak Meningkat 50 Persen



LIPUTAN6.COM | Bogor. Arus kendaraan di kawasan Puncak, Bogor, masih padat hingga siang ini. Memasuki hari pertama libur panjang dan bertepatan Hari Raya Idul Adha, volume kendaraan terus meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Antrean kendaraan sempat mengular hingga 4 kilometer dari sebelum pintu gerbang Tol Ciawi hingga Simpang Gadog. Kepadatan kendaraan yang terjadi sejak pukul 06.00 WIB baru terurai pukul 12.00 WIB.

Namun kepadatan kendaraan masih terjadi di beberapa titik lokasi jalurPuncak. Di antaranya, simpang Taman Wisata Matahari, Cipayung, Pasar Cisarua, Taman Safari Indonesia, dan Warung Kaleng.

Laju kendaraan tersendat akibat banyaknya jumlah bus dan kendaraan pribadi yang mengantre masuk ke beberapa kawasan wisata tersebut.

Tak hanya itu, banyaknya jumlah kendaraan roda empat dan dua yang berbelok ke lokasi tempat jualan oleh-oleh membuat laju kendaraan tersendat. Kendaraan yang diparkir di bahu jalan pun mengganggu arus kendaraan ke arah Puncak maupun sebaliknya.

Sejak pukul 11.00 WIB, arus lalu lintas diberlakukan dua arah atau normal. Menurut rencana, Polres Bogor akan menutup jalur kendaraan menuju Puncak pada pukul 15.00 WIB.

Lalu lintas akan dibuat satu arah dari Puncak menuju Jakarta dan Bogor. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya kendaraan yang akan kembali dari tempat-tempat wisata.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Silfia Sukma Rosa Tanjung mengatakan, jelang libur telah terjadi lonjakan arus lalu lintas sebesar 30-50% dari hari biasanya. Peningkatan volume kendaraan mulai terjadi Sabtu dini hari hingga jelang siang.

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya antrean panjang mulai di pintu gerbang tol Ciawi hingga Simpang Gadog.

"Namun siang ini, arus lalu lintas jalur puncak terpantau kondusif, dan jalur sudah dinormalkan kedua arah baik dari arah Cianjur maupun dari arah Jakarta," kata Silfia.


Libur Idul Adha, Lalu Lintas Menuju Puncak Padat


LIPUTAN6.COM | Bogor. Arus kendaraan menuju Puncak, Bogor mulai padat. Volume kendaraan meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kepadatan kendaraan di simpang Gadog terjadi sejak pukul 05.00 WIB. Antrean kendaraan juga terlihat sebelum gerbang tol Ciawi hingga Simpang Gadog.

Arus lalu lintas dari arah Puncak menuju Jakarta atau Bogor sempat dibuat satu jalur pada pukul 07.00 WIB. Ini dilakukan untuk menguras kendaraan dari arah Puncak.

Kemudian, arus lalu lintas dibuat satu arah dari Jakarta dan Bogor menuju Puncak pukul 08.45 WIB. Kendaraan dari arah sebaliknya ditutup. Menurut rencana, Polres Bogor akan mengembalikan dua arah atau normal pada pukul 11.00 WIB.

Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Bogor Iptu Vino Lestari mengatakan, peningkatan arus kendaraan jelang libur Idul Adha mulai terjadi Sabtu dini hari.

"Terjadi peningkatan arus kendaraan dibanding hari sebelumnya. Tapi peningkatan volume kendaraan belum signifikan," ujarnya, Sabtu (10/9/2016).

Sementara itu, kepadatan arus kendaraan terjadi di beberapa titik lokasi. Ini disebabkan banyaknya kendaraan yang menuju jalur Puncak.

Kepadatan kendaraan terjadi di Simpang Gadog hingga tanjakan Selarong. Laju kendaraan juga tersendat di Cipayung, Simpang Megamendung, Pasir Angin dan Lembah Nyiur.

Begitu juga sekitar Pasar Cisarua. Banyaknya masyarakat yang beraktivitas serta keluar-masuk kendaraan roda dua dan empat memicu kepadatan arus lalu lintas.


Jalur Puncak Ramai Lancar Jelang Libur Idul Adha


LIPUTAN6.COM | Jakarta. Jelang libur panjang akhir pekan dan Idul Adha, arus lalu lintas di kawasan Puncak Kabupaten Bogor, masih ramai lancar.

Jumat (9/9/2016) pukul 19.00 WIB, belum terlihat antrean kendaraan baik di pintu keluar Tol Ciawi maupun Simpang Gadog.

Kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta maupun Bogor terlihat melaju dengan lancar. Begitu juga arah sebaliknya. Laju kendaraan hanya tersendat di beberapa persimpangan di jalur Puncak. Namun begitu, tidak mengakibatkan kemacetan.

Kepadatan arus kendaraan sempat terjadi pada pukul 17.30 WIB. Kendaraan dari kedua arah tersendat di beberapa titik Jalur Puncak di antaranya Tanjakan Selarong, Simpang Megamendung, sekitar Cimory 2, dan Pasar Cisarua.

Kemacetan tersebut diakibatkan banyaknya aktivitas masyarakat sekitar dan keluar masuknya kendaraan dari lokasi wisata serta tempat-tempat jajanan oleh-oleh di kawasan Puncak.

Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Bogor Kabupaten Iptu Vino Lestari mengatakan, arus kendaraan di jalur Puncak saat ini belum terjadi lonjakan.

Vino memprediksi, lonjakan arus kendaraan pada libur Lebaran Idul Adha ini, akan terjadi Jumat tengah malam hingga Sabtu pagi.

"Biasanya masyarakat yang akan pergi liburan atau ke rumah sanak familinya dilakukan malam hingga pagi hari," ujar Vino saat ditemui ditemui di Pos Gadog.


Libur Idul Adha, Jalur Menuju Puncak Bogor Macet


OKEZONE.COM | Bogor. Libur panjang dalam rangka Idul Adha 1437 Hijriah, kondisi arus lalu lintas menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, khususnya di pintu keluar Tol Ciawi, mengalami kemacetan hingga 3 kilometer (km).

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Silfia Sukma Rosa mengatakan, arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak dan sekitarnya sudah mengalami kemacetan sejak pukul 06:00 WIB.

"Dari pagi tadi arus kendaraan dari Jakarta menuju Puncak memang padat. Sekarang antriannya sampai di KM 42 sebelum pintu keluar Tol Ciawi atau sepanjang 3 km," katanya, Sabtu (10/9/2016).

Arus kendaraan yang melintas di lokasi didominasi sepeda motor dan angkutan umum dari arah Ciawi menuju kawasan Puncak. Selain di pintu keluar Tol Ciawi, kemacetan juga terjadi di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor.

Untuk mengurai kemacetan, petugas Satlantas Polres Bogor tengah memberlakukan sistem satu arah dari Jakarta menuju kawasan Puncak hingga pukul 11:00 WIB siang nanti.

"Kami sekarang sedang prioritaskan kendaraan dari Jakarta ke Puncak rencananya sampai siang nanti namun bersifat situasiulonal," tandasnya. (fds)


Besok Masa AMPB Bakal Ontrog Kantor Bupati Bogor


REPORTASEDEMOKRASI.COM | Bogor. REPDEM. Besok, Selasa (13/9/2016), Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB) kembali akan menggelar aksi ke komplek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong. Unjuk rasa ketiga kalinya ini kembali akan menyasar Kantor Bupati Bogor dengan tuntutan utama mendesak agar kursi wakil bupati yang selama ini kosong segera diisi.

“Seperti janji kami saat berunjuk rasa beberapa waktu lalu ke kantor Bupati Bogor, kami besok akan kembali datang dengan kekuatan massa yang lebih banyak,” tukas salah satu koordinator aksi, Fahreza dari HMI Bogor Raya sebagaimana dikutip reportasedemokrasi.com, Senin (12/9/2016).

Ia melanjutkan, gelar ekstra parlementer AMPB ini nantinya akan melibatkan puluhan elemen diantaranya  FMB, GMBI, PRB, SRMI, IKKPAS, BALADEWA, BARAMUDA, JAMPE BOGOR, BALAWA, LMND, FKMPC, PMII,HMI MPO BOGOR RAYA, KRBS, FLBB, AMBB, ISBI, Forum Pemuda Rumpin, FOSGA, AMPHB, LSM TABIR, KMJP, Petani Ikan Pamijahan dan lain-lain.

“Perkiraan massa yang akan ikut bergabung sekitar 1000 orang. Sebagai koordinator AMPB sendiri adalah Ruhiyat Sujana dengan sekretaris Iman Sukarya. Rencananya, kita akan mengangkat sejumlah masalah sosial yang ada di Kabupaten Bogor yang hingga saatini masih belum tuntas,” tuturnya.

Saat ditanya, masalah apa saja yang menjadi problem Kabupaten Bogor saat ini? Reza menjawab, beberapa diantaranya seperti tingginya angka siswa putus sekolah, pengagguran, kesejahteraan buruh, petani yang berstatus buruh.

“Selain, buruknya infrastruktur jalan, minimnya sekolah, belum meratanya siswa miskin memperoleh KIP, KIS dan problem sosial lainnya yang nanti akan disampaikan masing-masing elemen gerakan. Intinya, kami ingin minta kepastian dan jaminan dari Bupati Bogor untuk menjawab beragam masalah sosial di Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Sementara, Ali Taufan Vinaya yang akan menjadi koordinator aksi AMPB menambahkan, dalam aksi besok, pihaknya juga akan mendesak DPRD membentuk dan mengagendakan panitia pemilihan wakil bupati agar segera diparipurnakan.

“Hal Itu sesuai dengan aturan per undang undangan yang berlaku. Dalam UU Pilkada No 1 Tahun 2015 disebutkan, bahwa gabungan partai pengusung segera mengirimkan 2 atau 3 orang nama ke Bupati, dimana nama tersebut akan dipilih oleh para anggota dewan,” tandas mantan aktivis 98 yang pernah tergabung di Forkot tersebut. (sep)


Pemkab Bogor Pecahkan Rekor MURI untuk Peserta Golf Terbanyak


KOMPAS.COM | Bogor | Pemerintah Kabupaten Bogor mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) karena berhasil memecahkan rekor sebagai peserta terbanyak dalam ajang turnamen golf internasional bertajuk "Bogor Wonderful Golf", Kamis (8/9/2016) malam.

Kepala Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor Zainal Safrudin menjelaskan, kegiatan turnamen golf tersebut diikuti 1.618 pegolf dan dilakukan secara serempak di 11 lapangan golf berstandar internasional di wilayah Kabupaten Bogor.

"Kami berhasil memecahkan rekor Muri yang sebelumnya dipegang oleh Kepulauan Riau dengan 1.000 peserta dan menggunakan 9 lapangan golf," ucap Zainal, di Bogor, Jumat (9/9/2016).

Zainal menambahkan, turnamen tersebut diselenggarakan dalam rangka mengembangkan potensi wisata olahraga di Kabupaten Bogor.

“Kegiatan turnamen ini juga untuk menjadikan Kabupaten Bogor sebagai destinisasi wisata golf termaju, tidak saja di skala nasional, tetapi juga internasional,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan, potensi pariwisata golf di Kabupaten Bogor sangat besar. Melihat potensi tersebut, Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor bersama pemerintah daerah secara serius mengembangkan potensi yang ada dan menunjukkan kepada masyarakat global bahwa Bogor memiliki destinasi wisata golf sangat baik dan patut diperhitungkan.

Bupati Bogor Nurhayanti menuturkan, pengembangan dan potensi wisata di Kabupaten Bogor ini sangat beragam dan memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

Salah satu sektor wisata yang banyak diminati para wisatawan nasional dan mancanegara adalah wisata olahraga paralayang, arum jeram, dan golf.

“Melalui kegiatan Wonderfull Golf, kami ingin wisata olahraga bisa dipadukan dengan seni budaya dan pengembangan UMKM. Tidak hanya itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bisa menggabungkan antara potensi wisata olahraga di Kabupaten dan Kota Bogor secara bersama-sama,” papar Nurhayanti.

Dia pun berharap kegiatan itu bisa menjadi magnet meningkatnya kunjungan wisatawan baik nasional maupun mancanegara ke Kabupaten Bogor. Sebab, salah satu indikator yang ingin dicapai yakni kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik menjadi yang tertinggi di Indonesia.

“Tahun lalu, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor sudah menembus angka 4 juta wisatawan. Dengan ini, kami berharap bisa meningkat hingga 5 juta wisatawan, bahkan lebih setiap tahunnya,” tutup Yanti.


Resort dan Villa Ini Diduga Berdiri di Kawasan Hutan Lindung


SINDONEWS.COM | Bandung. Villa dan Resort Tjokro 7 di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor diduga berdiri di kawasan hutan lindung. 

Sumber Sindonews di Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menyebutkan dalam peta Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor sesuai Perda No19 tahun 2008-2025 bangunan Villa Tjokro 7 diduga termasuk dalam kawasan hutan lindung.
Selain itu berdasarkan pengamatan seluruh bangunan Villa Tjokro 7 berada di sela-sela hutan pinus yang merupakan batas alam antara lahan pemukiman dan kawasan hutan lindung. 

Padahal kawasan tersebut seharusnya menjadi daerah resapan air yang ditumbuhi pepohonan yang tidak boleh dibangun bangunan permanen. 

Namun nyatanya, Villa dan Resort Tjokro 7 telah berdiri kurang lebih dua tahun lamanya. Resort dan Villa Tjokro tersebut kerap disewakan ke pengunjung dengan tarif Rp1-1,5 juta per vilanya. Sarana yang ditawarkan berupa fasilitas hotel berbintang dan ruang karaoke, kolam renang, aula, taman sarana bermain, biliard dan mini market.

Kabid Wasdal Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor Ahmad Samudra menyatakan telah melakukan klarifikasi atas berdirinya bangunan Villa dan Resort Tjokro 7 tersebut.

"Kita telah berkirim surat ke pengelola Tjokro 7 terkait bangunannya tersebut. Rencananya pihak pengelola akan memberikan keterangannya setelah tanggal 26 September 2016 mendatang, karena masih berada di luar kota," kata Ahmad Samudra, Kamis (8/9/2016).

Terpisah Wawan Haikal selaku pengurus Villa dan Resort 7 Tjokro saat dihubungiSindonews membantah bangunan Villa dan Resort Tjokro 7 berada di kawasan hutan lindung.

"Tak mungkin lah bangunan villa dan resortnya di atas kawasan hutan lindung. Karena tanahnya bersertifikat," timpal Wawan di ujung telepon. 
Save. (sms)