JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

KLIK DISINI : UNTUK INFORMASI VILLA

Cari info vila disitus kami, untuk Persiapan Liburan di Puncak Cisarua

Cegah kecelakaan maut terulang, warga di puncak Bogor doa bersama


MERDEKA.COM | Solidaritas Masyarakat Puncak (SMP) menggelar aksi doa dan dzikir bersama di lokasi tabrakan beruntun, di Tanjakan Selarong, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/4). Aksi damai tersebut juga diikuti dengan kegiatan tabur bunga untuk para korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut.

Doa dan dzikir bersama itu dilakukan untuk memperingati tragedi tabrakan beruntun yang menewaskan empat orang dan enam orang terluka. Hari ini bertepatan dengan tujuh hari paska kejadian itu.

Koordinator Solidaritas Masyarakat Puncak Muhsin mengatakan, aksi hari ini merupakan bentuk belasungkawa atas kejadian tersebut.

"Ini adalah aksi damai, untuk mengenang para korban yang meninggal dalam kejadian itu. Kita doa dan dzikir bersama, serta diselingi dengan tabur bunga di lokasi kejadian," ucap Muhsin, di lokasi.

Menurut Muhsin, perlu adanya pengawasan baik dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya untuk mengawasi kendaraan yang akan melintas di Jalur Puncak terutama bus. Hal itu dimaksudkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kami ingin tidak ada lagi kecelakaan di Jalur Puncak," katanya.

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi kemacetan. Sejumlah petugas kepolisian ditempatkan di lokasi untuk mengurai kemacetan.

sumber
https://m.merdeka.com/peristiwa/cegah-kecelakaan-maut-terulang-warga-di-puncak-bogor-doa-bersama.html

Polisi Larang Massa Gelar Demo Tolak One Way di Puncak


DETIK.COM | Jakarta. Gerakan Masyarakat Puncak Bogor (GMPB) berencana melakukan unjuk rasa di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, siang nanti. Massa menolak kebijakan rekayasa lalu lintas one way diberlakukan di kawasan Puncak.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading mengatakan pihaknya tidak memberikan izin kepada massa untuk berdemo di jalur Puncak. Polisi akan membubarkan aksi tersebut jika massa tetap nekat.

"Terhadap unras yang akan dilakukan di sepanjang jalur Puncak tentunya tidak akan diperbolehkan, terutama bila mengganggu keamanan, ketertiban, kelancaran, dan keselamatan lalu lintas. Kami sudah mengimbau pemohon, apabila itu terjadi, akan kami bubarkan dan penggeraknya akan kami proses hukum karena mengganggu fungsi jalan," ucap Dicky kepada detikcom, Jumat (28/4/2017).

Dicky menjelaskan pihaknya tidak akan memberikan izin kepada massa untuk menggelar aksi karena dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Kawasan Puncak sendiri kerap dilanda kemacetan, apalagi saat menjelang weekend seperti sekarang.

"Sebagaimana kita ketahui, Puncak ini menjadi destinasi wisatawan, terutama jelang weekend. Kalau ada demo di situ, kami khawatir akan berdampak kepada kemacetan yang lebih parah," tutur Dicky.

Dicky menegaskan pihaknya akan membubarkan aksi jika massa tetap nekat. Pihaknya juga akan menindak penggerak aksi dengan tuntutan Pasal 274 jo Pasal 28 ayat 1 UU No 22 Tahun 2002 tentang Lalu Lintas dan Jalan dengan ancaman paling lama 1 tahun penjara dan denda Rp 24 juta dan/atau Pasal 63 UU No 38 Tahun 2004 tentang Jalan, dengan ancaman paling lama 18 bulan penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Terkait dengan rencana aksi tersebut, Dicky meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena pihaknya menjamin perjalanan warga yang akan menikmati liburan di kawasan Puncak.

"Kepada masyarakat tidak perlu khawatir, kami akan melakukan penjagaan dan pengamanan di jalan sepanjang jalur Puncak," katanya.

Sementara itu, Dicky membantah beredarnya foto tanda bukti penerimaan surat-pengajuan surat permohonan izin/Pemberitahuan massa GMPB yang beredar di media sosial.

"Surat yang beredar di medsos itu bukan suatu izin dan STTP (surat tanda terima pemberitahuan), tapi hanya bukti tanda terima surat permohonan yang diajukan oleh pemohon, sehingga belum tentu diperbolehkan," ucap Dicky.

Sebelum ke Puncak, massa berencana berunjuk rasa di kantor Bupati dan kantor DPRD Kabupaten Bogor dengan estimasi massa 100 orang. Selanjutnya pada siang hari, sekitar pukul 13.30 WIB, massa akan berdemo di sepanjang Jalan Raya Puncak.

Massa juga berencana melakukan demo pada Sabtu, 29 April, sampai 5 Mei 2017 di 12 titik di sepanjang jalur Puncak.

Dicky memaparkan one way adalah suatu bentuk rekayasa lantas untuk menghadapi permasalahan yang ada. "Bahkan di Jakarta pun, pada jalur tertentu di pagi hari, dilakukan contraflow," ujarnya.

Solusi alternatif untuk mengatasi ini adalah menambah kapasitas jalan yang semula satu jalur menjadi 2 jalur, masing-masing jalur dilebarkan. "Dan/atau dilanjutkan jalur alternatif menuju Cianjur (poros tengah-timur) melalui Sukamakmur tanpa melewati Puncak, yang saat ini tidak ada kelanjutannya."

"Masalah kelanjutan one way ini juga sudah pernah kami kembalikan kepada masyarakat Puncak dan respons masyarakat Puncak (silence majority) tetap mendukung kepolisian untuk melaksanakan one way sampai ada solusi peningkatan kapasitas jalan dan jalur alternatif. Karena bila ditiadakan one way ini akan berdampak besar pada industri wisata beserta ikutannya yang menjadi penghidupan bagi banyak masyarakat Puncak," tutur Dicky. (mei/rvk)

sumber
https://m.detik.com/news/berita/d-3486250/polisi-larang-massa-gelar-demo-tolak-one-way-di-puncak

Warga 3 Kecamatan di Puncak Desak Sistem One Way Dihapus



SINDONEWS.COM | Bogor. Kecelakaan maut yang terjadi Puncak, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu membuat sejumlah elemen masyarakat di tiga kecamatan Ciawi, Megamendung dan Cisarua bereaksi keras. Warga meminta agar kebijakan sistem one way saat Puncak macet dihentikan. 

Informasi diperoleh menyebutkan, berdasarkan laporan dari Polres Bogor diperkirakan 2.000 orang yang tergabung dalam elemen Gerakan Masyarakat Puncak Bogor akan menggelar aksi unjuk rasa selama sepekan lebih mulai dari Kamis, 27 April 2017 kemarin hingga Jumat, 5/ Mei mendatang di berbagai lokasi di jalur Puncak dan kompleks Pemkab Bogor.

Aksi damai tersebut di antaranya berupa doa dan zikir di tempat kejadian perkara (TKP) bus maut PO HS Transport di Tanjakan Selarong, Kampung Cibogo, Desa Cipayung, Bogor yang dilakukan pada Kamis 27 April 2017 malam tadi. ” Untuk aksi hari Sabtu dari Solidaritas Masyarakat Puncak, kami belum menerima surat pemberitahuan. Kami baru menerima pemberitahuan dari Gerakan Masyarakat Puncak Bogor, pada Jumat hari ini,” ujar Kasubbag Humas AKP Ita Puspitalena, Kamis malam tadi.

Ujang Khamun salah satu tokoh masyarakat Puncak selaligus Sekretaris kegiatan doa dan zikir mengaku sudah mengajukan pemberitahuan ke Polres Bogor terkait aksi damai.”Doa dan zikir bersama ini sebagai salah satu bentuk keprihatinan dan duka yang mendalam atas kecelakaan Sabtu, 22 April 2017 lalu. Kegiatan ini juga merupakan hasil kesepakatan para ulama di Puncak,” kata Ujang.

Kordinator Gerakan Masyarakat Puncak Bogor Iman Sukarya menambahkan, pada Jumat hari ini pihaknya akan menggelar unjuk rasa dengan jumlah peserta 50 orang. "Kami sudah lama memprotes kebijakan one way atau sistem satu arah di jalur Puncak saat akhir pekan dan libur panjang itu dikaji ulang. Karena sistem one way itu lebih banyak negatifnya ketimbang positifnya bagi kami sebagai warga Puncak," ungkapnya.

Pihaknya menyesalkan aksi protes yang dilakukan sejak tahun lalu terkait penghapusan sistem one way di jalur Puncak tak digubris sama sekali. "Selain memasang spanduk penolakan one way di beberapa titik sepanjang jalur Puncak, kita juga sudah beberapa kali audiensi dengan Polres dan Pemkab Bogor tak digubris. Bahkan kita sempat mengumpulkan sejuta KTP dan tanda tangan untuk dukungan hapus one way Puncak, Bogor," ungkapnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Cisarua Sunyoto mendesak pemangku kebijakan segera menghapus sistem lalu lintas buka tutup di jalur Puncak Bogor, sebab sudah 30 tahun diterapkan tak kunjung mengurai kemacetan. "Hapus one way sekarang juga dan perlunya dilakukan perbaikan dan pelebaran jalan utama dan alternatif utara dan selatan. Disamping itu, perlu dilarang bagi kendaraan besar yang melintas jalan alternatif, kecuali kendaraan pribadi," desaknya.

Sementara itu, pemerhati lalu lintas jalur Puncak Djamal Abdul Natsir mengatakan, dalam pelaksanaan one way yang dilakukan Polres Bogor selama puluhan tahun ini wajar diprotes karena kurang efektif dalam mengurai kemacetan.

"Jalan di buka tutup untuk kepentingan para wisatawan akan tetapi berdampak merugikan warga permukiman setempat, sehingga wajar mereka memprotes dan menolak sistem one way," katanya. (whb)

sumber
https://www.google.co.id/amp/s/metro.sindonews.com/newsread/1200856/170/warga-3-kecamatan-di-puncak-desak-sistem-one-way-dihapus-1493349606

Belum Ada Pemberitahuan, Polisi Ancam Bubarkan Demo di Puncak


TEMPO.CO | Jakarta. Kepolisian Resor Bogor mengancam akan membubarkan massa yang berencana melakukan unjuk rasa menolak pemberlakuan sistem buka-tutup dan satu arah (one way) di jalur Puncak. Sebab, hingga saat ini belum ada pemberitahuan terkait dengan aksi tersebut.

"Jika tidak ada surat pemberitahuan dan permohonan izin lokasi unjuk rasa, kami bubarin dan orang yang menjadi penggeraknya kami periksa," kata Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicky kepada Tempo, Kamis, 27 April 2017.

Menurut Andi, surat pemberitahuan dan permohonan izin yang dilayangkan Gerakan Masyarakat Puncak Bogor hanya untuk tabur bunga dan doa bersama. Dalam pemberitahuan itu disebutkan jumlah warga yang ikut hanya 50 orang.

"Kalau cuma berdoa dan tabur bunga, jumlahnya secukupnya saja, dan mereka mengakunya cuma 50 orang. Kalau lebih dari itu, kami akan kaji ulang," ujarnya.

Sebelumnya, beredar pesan berantai yang menyebutkan ada sekitar 2.000 warga Puncak yang akan berunjuk rasa menolak peraturan one way di kawasan Puncak pada Jumat, 28 April. Namun, menurut Andi, belum pernah ada pemberitahuan kepada polisi terkait dengan aksi tersebut.

"Kalau benar 2.000 orang dan unjuk rasa di jalan, pasti kami tidak izinkan karena bukan pada tempatnya dan mengganggu masyarakat pengguna jalan, serta mengganggu ketertiban umum," tuturnya.

Andi mengatakan diberlakukannya jalur satu arah di Puncak merupakan kewenangan polisi sebagai bentuk rekayasa lalu lintas agar kondisi Puncak tidak macet total. Kebijakan tersebut sudah diberlakukan sejak 1980. "Sekarang, bagaimana masyarakat, masih menginginkan one way atau tidak? Sebab, pemberlakuan one way tersebut untuk kepentingan masyarakat juga," kata dia. (m. sidik permana)


sumber
https://m.tempo.co/read/news/2017/04/27/083870143/belum-ada-pemberitahuan-polisi-ancam-bubarkan-demo-di-puncak

Razia di Puncak, 15 Bus Dilarang Jalan


BERITASATU.COM | Bogor - Polres Kabupaten Bogor dan Dinas Perhubungan setempat melakukan razia terhadap puluhan bus dan kendaraan besar yang akan menuju kawasan Puncak, Bogor. Dari 70 bus yang dirazia, 15 bus dilarang untuk melanjutkan perjalanan dan enam bus diminta memutar balik.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menyatakan, bus-bus dari Bogor yang akan menuju kawasan wisata Puncak tersebut dinilai tidak laik jalan baik dari segi adminstratif maupun kelengkapan kelaikan peralatan seperti rem, lampu dan persneling.

“Kami juga minta masyarakat proaktif melaporkan pada kami sopir bus yang melajukan kendaraannya dengan ugal-ugalan,” kata Hasby.

Razia ini dimaksudkan untuk mecegah terulangnya kembali kecelakaan yang dialami bus akibat tak laik jalan. Pada Sabtu (22/4) lalu bus pariwisata mengalami kecelakaan akibat rem blong di Tanjakan Selarong Megamendung Puncak hingga mengakibatkan tabrakan beruntun. Dampaknya, empat orang meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka.

Kecelakaan yang kerap terjadi di kawasan wisata Puncak sudah lama menjadi keprihatinan warga. “Kami harap jangan hanya saat terjadi kecelakaan baru dilakukan razia. Harusnya setiap akhir pekan minimal polisi rutin melakukan razia,” kata Didik, seorang wisatawan.(Hari Wiro/FMB)

sumber
http://m.beritasatu.com/hukum-kriminalitas/426962-razia-di-puncak-15-bus-dilarang-jalan.html

Korban Meninggal Kecelakaan Lalu Lintas Puncak Bertambah


ANTARANEWS.COM | Bogor. Jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jl Raya Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bertambah menjadi empat orang. 

Berdasarkan data dari Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, Sabtu, korban meninggal dunia berikutnya terkonfirmasi bernama Diana Simatupang usai 24 tahun beralamat Griya Cisaup Serpong RT 01/RW 08 Blok AB, Nomor 01 Tangerang. 

Sementara itu, tiga korban meninggal dunia lainnya yang sudah dilaporkan yakni Dadang usia 45 tahun merupakan Kepala Desa Citeko, bertempat tinggal di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua. Korban kedua bernama Jainudin beralamat Babakan Lebak RT 02/ RW 06 Kecamatan Sinar Galih, Kabupaten Bogor, dan Oktariyansyah Purnama Putra (26) warga Jl Rawa 8 Nomor 634 RT 10/RW 02 Kelurahan Lebak Gajah, Kecamatan Sematang Borong, Kota Palembang. 

Peristiwa kecelakaan tersebut juga mengakibatkan tiga orang luka berat dan tiga lainnya luka ringan, saat ini korban dilarikan ke rumah sakit terdekat yakni RSUD Ciawi dan RS Paru Cisarua.

Kecelakaan bermula dari bus Hino Pariwisata PO HS Transport dengan Nomor Polisi AG 7057 UR yang dikemudikan Bambang Hernowo (51) melaju dari arah Puncak menuju Jakarta. Setibanya di lokasi kejadian Tanjakan Selarong, bus kehilangan kendala diduga karena rem blong. 

Bus mengalami hilang kendali dan menabrak sejumlah kendaraan yakni Grand Livina B 7401 NDY dikemudikan oleh Wanda Komara (37) warga kampung Citeko, Kecamatan Cisarua. Lalu menabrak sepeda motor Viaro B 4446 SBC dikemudikan Jaenudin (40) yang tewas saat kejadian. 

Bus juga menabrak mobil Daihatsu Ayla F 1423 NH yang dikemudikan Tommy Gunawan (36) yang mengalami luka ringan, lalu dengan sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam yang dikendari oleh Oktariansyah Purnama Putra (26) tewas dalam kecelakaan.

Selanjutnya bus juga menabrak kendaraan mini bus Avanza warna putih B 1818 EFB yang belum diketahi identitas pengemudinya, selanjutnya menabrak Toyota Rus B 2826 DFL, menabrak lagi angkot F 1976 MP yang dikemudikan M Darus Jaelani (40) yang mengalami luka ringan.

Setelah menabrak angkot, bus kembali menghantam sejumlah kendaraan yang melintas di jalur Puncak, kendaraan berikutnya Toyata Avanza B 1347 WOC, lalu Avanza warna hitam F 1851 CD yang dikemudikan oleh Dani Hermansyah (25) warga Perum Griya Raharja, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea. Selanjutnya menabrak sepeda motor Yamaha Vixion warna biru B 3167 CAT dikemudikan oleh Hasanudin (22) yang mengalami luka ringan.

Kendaraan berikutnya turut jadi korban hantaman bus yakni honda Vario yang belum diketahui identitasnya, lalu sepeda motor Beat F 2711 DG yang dikemudikan Muhammad Silfa Arif (23) warga Jl Wanajaya, Pasirjaya, Kota Bogor. 

Kerugian materil akibat kecelakaan tersebut ditaksi sebesar Rp500 juta. 

Menurut informasi Kanit Laka Polres Bogor Kabupaten IPDA Asep, pengendar bus pariwisata HS tidak mengantongi STNK dan tidak memilik SIM. Bus juga tidak memiliki KIR. 

sumber
http://m.antaranews.com/berita/625545/korban-meninggal-kecelakaan-lalu-lintas-puncak-bertambah

Tabrakan Beruntun Jalur Puncak Tewaskan Kades


ANTARANEWS.COM | Bogor. Kecelakaan beruntun melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di jalur Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, peristiwa terjadi, Sabtu petang sekitar pukul 17.15 WIB.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, laporan sementara jumlah korban jiwa sebanyak tiga orang meninggal dunia, tiga luka berat, dan tiga orang luka ringan. Salah satu korban adalah Kepala Desa Citeko. 

"Data masih terus diperbaharui, saat ini masih dilakukan upaya evakuasi," kata Yusri. 

Kronologis kecelakaan berawal dari sebuah bus HS Transport yang bergerak dari arah Puncak menuju Gadog diduga mengalami rem blong. Setiba di lokasi kejadian tepatnya di Tanjakan Selarong, bus hilang kendali bergerak kekanan ke jalur Gadog sehingga menabrak sebuah kendaraan mini bus Grand Livina dan dua unit sepeda motor. 

Bus terus bergerak hilang kendali, setelah menabrak dua sepeda motor, lalu menabrak kendaraan Daihatsu Ayla, dan tiga mini bus Avanza yang bergerak dari Gadok menuju Puncak. Bus kemudian bergerak kekiri kembali menabrak sebuah kendaraan Avanza dan angkot serta menabrak tiga unit sepeda motor yang bergerak dari Puncak menuju Gadog. 

"Kendaraan bus berhenti di tengah jalan melintang menghadap ke barat, saat ini proses evakuasi masih dilakukan," katanya. 

Hingga berita ini diturunkan arus lalu lintas masih dalam penanganan aparat, upaya evakuasi masih terus dilakukan.

sumber
http://m.antaranews.com/berita/625517/tabrakan-beruntun-jalur-puncak-tewaskan-kades

Ini Nama-nama Korban Kecelakaan Maut di Puncak


SUARA.COM | Suara.com - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Puncak tepatnya di turunan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/4/2017) sore.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 17.15 WIB ini menyebabkan tiga orang tewas, tiga luka berat dan tiga luka ringan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan kejadian berawal dari satu unit bus HS Transport yang melintas dari arah Puncak menuju Gadog, diduga mengalami rem blong, kemudian bus membelot ke kanan dan menabrak satu unit kendaraan dengan jenis Grand Livina dan dua unit sepeda motor.

Tak hanya itu, sebuah kendaraan Daihatsu Ayla dan tiga kendaraan jenis Avanza yang bergerak dari gadog menuju puncak pun terkena imbasnya, 

"Bus pun bergerak ke arah kiri menabrak sebuah mobil Avanza dan angkot serta kembali menabrak tiga kendaraan sepeda motor yang bergerak dari puncak menuju Gadog, bus pun berhenti di tengah jalan melintang menghadap ke barat," ujar Yusri kepada Suara.com, Sabtu (22/4/2017).

Berikut daftar nama-nama korban yang mengalami kecelakaan.

Meninggal Dunia:
1. Okta Riyansyah Purnama Putra umur 26 tahun, alamat jalan rawan 8 No 634 RT 10/02 keluraha Lebak gajah kecamatan Sematang borong kota Palembang 
2. Jainudin, alamat babakan Lebak RT 02/06 kec sinar Galih Kab Bogor 
3. Dadang, Kades Citeko umur 45 tahun alamat Citeko, kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor

Luka berat:
1. Penumpang Sepeda motor vixion
2. Aris Ris Beni (16), pelajar, alamat Tangerang 
3. Saiful Bahri umur (33), alamat Jalan Menteng atas selatan 2, Jakarta selatan, karyawan swasta.

Luka ringan:
1. Hasanudin (21), alamat Villa Tangerang indah RT 10/05, Gebang raya, Priuk kota Tangerang.
2.Tommy Gunawan (36) pekerjaan karyawan swasta, alamat Kp Sindang Sari RT 03/02, Tanah Baru, Kota Bogor 
3.Darus zaelani (40) pekerjaan sopir, Kp Cibeureum Rt 02/01, Desa Cisarua.

Adapun kendaran yang terlibat diantaranya 1 bus pariwisata HS, mobil Grand Livina bernomor polisi B 7401 NDY, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B 4446 SBC, kendaraan Daihatsu Ayla bernomor polisi F 1423 NH, kemudian Sepeda motor Yamaha Vixion berwarna hitam, mobil Toyota Avanza Warna putih bernomor polisi B 1818 EFB, mobil Toyota Rush, mobil angkot bernomor polisi F 1976 MP, dan mobil Avanza warna hitam bernomor F 1851 CD.

Saat ini kepolisian masih mengatur lalu lintas di lokasi kejadian dan para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.

sumber

http://m.suara.com/news/2017/04/22/211857/ini-nama-nama-korban-kecelakaan-maut-di-puncak

SMAN 1 Cisarua Belum Siap UNBK


METROPOLITAN.ID | Cisarua. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Cisarua yang diikuti 222 siswa, terkesan dipaksakan. Dari jumlah peserta tersebut, pelaksanaan terpaksa harus dibagi tiga sesi. Satu sesi diikuti 72 siswa. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran penyediaan perangkat komputer tidak mencukupi. Belum lagi penguatan jaringan internet yang tidak stabil hingga penambahan daya listrik yang menjadi tanggung jawab pihak sekolah. 

Menurut Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Cisarua Badru Falah, UNBK yang dilaksanakan tahun ini terkesan minim persiapan. Selain kekurangan perangkat komputer, jaringan dan penambahan biaya listrik, ruang kelas yang digunakan untuk UNBK terpaksa harus di-setting. ”Persiapan sangat minim, simulasi pelaksanaan kepada para siswa hanya beberapa bulan sebelumnya,” katanya.

Meski demikian, salah seorang peserta UNBK Vira Novita mengaku sangat senang. “Terasa lebih tertib dan lebih nyaman melaksanakannya. Saya berharap pemerintah lebih meningkatkan lagi semua sarana pra-sarananya untuk kelancaran kegiatan
UNBK,” harapnya. (ash/b/suf/dit)

sumber


Sehari Penghasilan Pengemis Puncak Capai Rp300 Ribu


BOGORDAILY.NET | Cisarua -Banyak  masalah sosial di Selatan Kabupaten Bogor yang belum terselesaikan. Mulai dari Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sampai permasalahan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang kerap mangkal di pinggir Jalan Raya Puncak.

Ironisnya, puncak yang menjadi tujuan wisata baik domestik bahkan mancanegara harus rela terlihat kumuh dengan kehadiran para pengemis,yang notabene adalah pendatang dari luar Bogor. Para pengemis tak segan menadahkan tangan dengan memasang muka memelas,agar dikasihani dan diberi sesuatu para pelancong. Ada beberapa titik yang sering dijadikan tempat mangkal. Diantaranya di depan Money Changer kawasan Warung Kaleng, di depan Pasar Cisarua dan di Tanjakan Selarong.

Melihat kenyataan itu, Dinas Sosial bekerja sama dengan Pol PP, merazia para Penyandang Masalah Kesenjangan Sosial (PMKS) dari mulai Pertigaan Ciawi sampai ke Cisarua, kemarin. Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor Dian Muldiansyah, operasi rutin akan terus  dilakukan di beberapa titik yang banyak nongkrong anak punk dan tempat mangkalnya para gepeng. “Razia dilakukan untuk terus mengurangi masyarakat yang menjadi PMKS di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Seorang pengemis asal Cianjur yang terjaring Razia , Rahayu (52)  mengaku, pekerjaan mengemis sudah lama dilakoninya di perempatan Ciawi. Rata – rata penghasilannya menembus angka 200 sampai 300 ribu perhari. “Penghasilan perhari rata-rata Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Tapi saya tak mau dibawa ke panti. Lebih baik saya pulang kampung ke daerah saya di Cianjur,” sesalnya.(bd)


Pemekaran Kabupaten Bogor Selatan Mencuat, Nih Panitianya


BOGORDAILY.NET | Bogor. Belum juga terealisasi pemekaran Kabupaten Bogor Barat (KBB), kini muncul keinginan lainnya dari pelosok Kabupaten Bogor. Rencana  pembentukan Kabupaten Bogor Selatan kembali bergema. Gaungnya mencuat lagii hingga panitia pun dibentuk sebagai langkah konkret untu merealisasikannya.  Ini dibuktikan dengan berlangsungnya  pembentukan Panitia Persiapan Untuk Pemekaran Bogor Selatan (PPUPBS),di Gedung Tirta Ciawi.

Pertemuan yang dihadiri tokoh  tujuh kecamatan yakni Cisarua, Megamendung,Ciawi,Caringin,Cigombong,Cijeruk dan Taman Sari tersebut, telah menyatukan kesepahaman membentuk persiapan pembentukan presidium pemekaran Kabupaten Bogor Selatan.

Terpilih menjadi ketua PPUPBS Ebing Sulfi darsyah (Ciawi), dirinya memaparkan, panitia kecil tersebut nantinya akan menyusun tentang Profil Kabupaten Bogor Selatan, membuat kerangka presidium dan merencanakan deklarasi presidium. “Mudah – mudahan semua rencana tersebut akan dirapatkan kembali pada tanggal 21 April mendatang,” ungkapnya.

Senada dengannya, Bendahara PPUPBS Indra Surkana yang mewakili tokoh Kecamatan Cijeruk mengungkapkan, dukungan untuk pemekaran Kabupaten Bogor Selatan mendapat sambutan yang positif dari tokoh – tokoh Kecamatan Cijeruk. “Saya sudah menghubungi beberapa tokoh, Alhamdulilah sambutannya baik dan sangat mendukung dengan adanya rencana ini,” pungkasnya. Dalam rapat tersebut, selain ketua, terpili Wakil Ketua Djatnika (Cisarua), Sekertaris Dede Supardi (Ciawi), Wakil Sekertaris Dede supardi (Megamendung),Wakil Sekertaris M.Mukhsin (Megamendung), Bendahara Indra Surkana (Cijeruk), Wakil Bendahara Chaidir Rusli (Cisarua) ditambah humas dua orang di masing – masing kecamatan.


Vila Liar Yang Dibongkar Dekat Kampung Prabowo


METROPOLITAN.ID | Vila di ujung gunung akhirnya terkuak setelah pihak Perhutani melayangkan surat pembongkaran bangunan bodong. Siapa sangka, dekat kampung Prabo­wo Subianto di Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, juga banyak berdiri bangunan liar di atas lahan Perhutani.

Sedikitnya ada tiga blok yang akan didatangi saat pembongkaran nanti. Di antaranya Blok Kamerang, Vila Yulius dan Kampung Langit. Keberadaan vila itu dekat dengan rumah milik Prabowo Subianto di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang.

Menurut Asisten Perhutani (Asper) KPH Bogor Iyus Rusli­ana, tiga blok itu berisi 28 unit bangunan semi permanen yang tidak berizin. Keban­yakan didominasi rumah kayu untuk tempat tinggal.

Sebagian, bangunan ini diisi warga yang sehari-hari meng­garap lahan Perhutani. Namun sebagian lainnya adalah mi­lik pendatang yang sengaja membangun hunian di lahan milik negara.

“Istilahnya kalau pendatang itu penggarap berdasi. Jadi mereka sengaja datang ke sini untuk bangun tempat tinggal. Nanti masuknya lewat Bojong­koneng,” katanya.

Disinggung soal adanya bangunan milik pejabat, lagi-lagi Iyus memilih tak berkomentar banyak. “Wah saya belum bisa komentar kalau itu,” ujar Iyus.
Salah seorang penggarap Masda (73) mengaku su­dah tujuh tahun menempati bangunan itu. Sehari-hari ia memanfaatkan lahan Per­hutani untuk pisang, kopi, singkong, alpukat, rambutan hingga limus. “Saya memang asli warga Madang. Biasanya hasil tani dijual ke pengepul atau saya jual sendiri ke pasar,” katanya.

Camat Babakanmadang Yudi Santosa mengajak masyarakat yang terkena pembongkaran agar dapat bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. 

Sehingga, jan­gan sampai pada saat pelak­sanaan penertiban masih ada masalah yang dirasakan masyarakat. “Mari bersama-sama kerja sama karena kita akan melakukan penertiban sesuai aturan. Jangan sampai ada bentrok nantinya,” kata Yudi dalam sambutannya. (rez/c/feb/dit)

sumber

Pesona Alam Curug Naga Berikan Sensasi Tersendir Bagi Wisatawan

KUPASMERDEKA.COM | Bogor. Siapa yang tidak kenal Puncak, Bogor, salah satu tujuan wisata terkenal di Indonesia yang menjadi magnet warga Jakarta, Bogor dan sekitarnya untuk mengisi waktu liburan.

Banyak objek wisata yang ditawarkan, salah satunya berwisata alam ke lokasi air terjun atau lebih dikenal dengan kata “curug” yang banyak terdapat di Puncak. Salah satunya, Curug Naga yang berada di Kp. Citamiang, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung,  Kabupaten Bogor.

Lokasi yang masih alami karena berada di dalam hutan lindung, serta mudah di jangkau baik menggunakan roda dua atau roda empat.

“Selain pesona alam yang ditawarkan, di Curug Naga ini, 3 curug sekaligus bisa dinikmati, yakni Curug Priuk, Curug Naga dan Curug Barong,” kata Hendri Hendarwan, salah satu pengurus tempat wisata Curug Naga yang ditemui kupasmerdeka.com saat bertugas.

Selain itu, lanjut ia, di Curug Naga ini juga tersedia bagi pengunjung yang senang berolahraga body rafting, dengan rute menyusuri aliran air hingga menuju Curug Naga.

“Bahkan kalau yang senang dengan tantangan, di sini juga pengunjung dapat bebas melompat ke dalam air, dari 2 meter, 4 meter dan 6 meter,” ujarnya.
Lanjut Hendri menjelaskan, pihaknya menyediakan berbagai macam paket agar pengunjung dapat memilih paket yang diinginkan. “Biasanya kami menerapkan jika untuk 5 pengunjung kami dampingi oleh 1 guide, jika 10 orang ditemani 2 guide,” terangnya.

“Tentunya kami mengutamakan keselamatan, makanya sebelum turun untuk body rafting, para pengunjung diwajibkan memakai helm, pelampung dan pastinya di temani guide atau pemandu wisata di tempat ini,” tutur ia menjelaskan.

Panji (23), salah satu pengunjung asal Dramaga mengaku puas dan berjanji akan membawa teman atau keluarganya untuk kembali berliburan kesini.
“Seru aja pak, kita dapat bersentuhan langsung dengan alam. Air juga sangat jernih, kita pun leluasa menelusuri aliran sungai sambil melakukan selfi selfi dikit lah pak,” ungkapnya sembari tersenyum.(Reporter : Kamil, Editor :N)


Curug Cilember Pesona 7 Air Terjun


KUPASMERDEKA.COM | Bogor. Tempat wisata Curug Cilember yang berlokasi di Desa Jogjogan, Cisarua, Kabupaten Bogor memiliki tujuh buah air terjun di tempat yang berbeda-beda, dengan jeram tertinggi mencapai 40 meter.

“Yang paling banyak dikunjungi adalah curug yang ketujuh. Para pengunjung akan menghadapi tantangan untuk bisa mengunjungi tujuh buah air terjun yang ada di kawasan ini. Dengan medan yang semakin sulit, dimulai dari air terjun ketujuh yang mudah dicapai, hingga curug kesatu yang terletak di paling atas,” jelas Koordinator Taman Wisata Curug Cilember, Ade kepada kupasmerdeka.com, Sabtu (4/3).

Kata Ade, curug paling bawah yang terdekat dengan pintu masuk adalah curug ketujuh. Lokasinya mudah diakses dan paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung. Jarak dari pintu masuk ke curug ini sekitar 15 menit dengan berjalan kaki. Selanjutnya dari curug ketujuh ke curug kelima berjarak sekitar 30 menit berjalan kaki.

“Adapun untuk curug keenam sendiri memang tidak bisa dikunjungi karena belum ada jalan setapak menuju kesana sehingga biasanya pengunjung langsung menuju curug ke lima setelah mengunjungi curug ke tujuh,” terang Ade.

Lanjut Ade, setelah curug ke-5, adalah curug ke-4 dan ke-3 yang letaknya tidak berjauhan satu sama lain. Jarak ke curug keempat ini dari curug kelima hanya sekitar 15 menit dengan berjalan kaki. Sedangkan jarak ke curug ketiga dari curug ke empat sekitar 10 menit dengan berjalan kaki. Sedangkan untuk mencapai curug kedua dibutuhkan waktu lebih lama karena perjalannnya cukup jauh dari curug ketiga.

“Jarak ke curug ini dari curug ke iga sekitar 30 menit dengan berjalan kaki dan bagi yang ingin mencapai curug kesatu yang terletak paling atas yang merupakan curug tertinggi di Wana Wisata Curug Cilember dibutuhkan waktu sekitar 1.5 hingga 2 jam berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 1.3 km dari curug ketujuh,” katanya.

Curug Cilember ini terletak di dalam kawasan Wisata Curug Cilember, yang berada di ketinggian 900 mdpl dengan suhu berkisar 18-23 Celcius. Luas kawasan ini sekitar 6 hektar yang didominasi perbukitan dengan pohon-pohon pinus dan dikelola oleh Perum Perhutani III yang bekerjasama dengan PHBM Jawa Barat.

Berjarak sekitar 20 km atau sekitar satu setengah jam dari kota Bogor. Jalan masuk untuk mencapai curug ini berada dekat Pasar Cisarua atau juga dapat masuk melalui Taman Matahari. Kondisi jalan menuju lokasi umumnya baik dan dapat dilalui berbagai jenis kendaraan. Sedangkan sarana transportasi umum yang ada hanyalah angkutan ojek yang keberadaannya di jalan masuk di pinggir jalan raya Bogor-Puncak.

“Adapun tiket masuk cukup terjangkau hanya Rp. 13.000. Bila membawa kendaraan, tiket tambahan yang harus dibeli adalah Rp 8.000,- untuk mobil dan Rp 4.000,- untuk motor,” kata Ade.

Menurut Ade, fasilitas di Curug Cilember sangat lengkap mulai dari MCK, pos jaga, pondok kerja, loket karcis, jalan setapak, tempat parkir, shelter, tempat duduk, ruang informasi dan tempat sampah hingga tempat ganti pakaian telah tersedia.

“Berbagai permainan juga tersedia, seperti Flying Fox. Juga ada warung penjaja makanan dan minuman bila tidak membawa bekal, termasuk pula yang menjual suvenir-suvenir,” pungkasnya. (dedi/pend)


Pasti Menang



METROPOLITAN.ID | Pertandingan uji coba antara Tim Nasional (Timnas) U-22 Indonesia mela­wan Timnas Myanmar akan tersaji sore ini pukul 16:00 WIB di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Kedua tim sama-sama berambisi meraih kemenangan mengingat partai ini masuk agenda resmi Federasi Sepak­bola Dunia (FIFA).

Pelatih Anyar asal Spanyol Luis Milla mengaku optimis mampu menang di laga persahabatan ini. “Tim yang kami bentuk ini memang masih konstruksi awal karena banyak diisi pemain-pemain muda dan masih perlu waktu untuk membuktikan kualitas mereka, namun dari tiga tahap seleksi yang sudah dijalani, saya merasa  tim ini sangat kuat,” kata Mila saat jumpa pers di Hotel Aston, Sentul, Kabupaten Bogor. tim ini sangat kuat,” kata Mila

Mantan pemain Real Ma­drid dan Barcelona ini juga menargetkan meraih emas di SEA Games 2017. Sehingga ia memastikan seluruh pemainnya dalam kondisi baik.

“Latihan selama sebulan se­cara intensif membuat tim ini semakin solid,” tambahnya.

Disinggung soal kabar cedera Evan Dimas, halinilangsung diban­tah. “Ya memang saya sempat mengalami cedera, namun saat ini sudah membaik,” timpal Evan.

Pemain 22 tahun ini mengaku optimis bisa memberikan yang terbaik pada laga nanti. “Intinya saya siap kapan pun pelatih ingin saya main,” tambahnya.

Sementara, soal adanya pe­main naturalisasi Ezra Walian dari Belanda yang akan ikut turun di laga persahabatan, Milla tak berkomentar banyak.

“Kita masih tunggu pihak imi­grasi, jika dokumen selesai pada waktunya, tak ada alasan untuk tidak menurunkan Ezra. Karena, dia punya kualitas bagus,” Milla menambahkan.


Di lain pihak, Pelatih Kepala Timnas Myanmar Gerd Zeise memandang serius pertandin­gan ini sebagai persiapan tim jelang Piala Asia melawan Tim­nas India. “Oleh karena itu kami membawa banyak pemain senior untuk mengimbangi permainan Indonesia yang bermain cepat,” kata Gerd. (cr1/c/feb/dit)


Saling Serang Hingga Luka-Luka



METROPOLITAN.ID | Gesekan antara pengemudi ojek online dan sopir angkot memanas. Aksi penghentian pengemudi ojek online di beberapa titik di Kota Bogor berbuntut panjang hingga bentrok. Termasuk di Jalan Gunung Batu, seorang pengemudi ojek online dipukuli sejumlah sopir angkot yang kemarin melakukan aksi mogok. Tak sampai di situ, kericuhan juga terjadi di Jalan KH Abdullah bin Nuh hingga dua mobil angkot habis dihajar massa.

Puncaknya terjadi di Jalan Raya Sholeh Iskandar, tadi malam. Seharian, Bogor terasa mencekam den­gan munculnya keributan dan aksi saling serang di mana-mana. Sampai bunyi tembakan pecah di antara kerumunan massa.

Tepat di depan Rumah Makan Saung Kuring, empat kali letusan senjata terdengar di tengah suasana yang memanas. Aksi sweeping ini merupakan buntut bentrokan di Jalan Abdullah bin Nuh pada sore harinya.

Kapolsek Bogor Barat Kompol Indria Ningtias mengatakan, gesekan yang sempat terjadi didasari kesalahpahaman an­tara pengemudi ojek online dan sopir angkot. Mulanya, seorang pengemudi ojek online tertabrak dari belakang oleh angkot juru­san Cibinong–Pagelaran yang sedang melintas di Jalan Sholeh Iskandar tepatnya di depan RS Hermina hingga harus dibawa ke rumah sakit. Karena situasi antara keduanya sedang ricuh, gesekan pun tak terhindarkan.

“Awalnya ada kesalahpahaman. Kebetulan sopir angkot banyak yang menyampaikan aspirasinya terkait penolakan angkutan on­line. Kecelakaan ini memperparah keadaan sehingga ada aksi saling sweeping dan saling serang,” kata Indria Ningtias kepada Metro­politan, tadi malam.

Mengantisipasi agar tidak ber­lanjut, dirinya menyiagakan per­sonel Polsek Bogor Barat yang tergabung dengan personel Polresta Bogor Kota. Indria juga telah menerima laporan soal kecelakaan itu dari rekan kor­ban dan akan mengusut kasus tersebut.

“Kami meminta semua pihak bisa menahan diri agar tidak mudah terprovokasi. Kalau ada yang anarkis akan kami proses dengan tegas,” ujarnya.

Pengemudi ojek online yang menjadi korban tabrak lari meru­pakan warga Cemplang, Yusriza (28). Kabag Ops Polresta Bogor Kota Kompol Tri Suhartanto langsung mengunjunginya di RS Hermina, tadi malam. Tri ingin memastikan informasi mengenai kecelakaan yang disinyalir men­jadi pemicu aksi saling serang.

“Kami sengaja mengunjungi saksi langsung yaitu korban sendiri. Alhamdulillah korban sudah sadar. Korban mengalami patah kaki di bawah lutut. Dokter sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Tri kepada Metropolitan.

Meski demikian, Tri belum bisa memastikan apakah ke­celakaan tersebut ada unsur kesengajaan atau murni ke­celakaan lalu lintas. Yang jelas pada saat kejadian, pengemudi ojek online sedang tidak meng­gunakan atributnya.

“Kami belum bisa menyimpul­kan apakah ada kesengajaan atau tidak. Posisinya memang tabrak lari. Kami sedang meng­umpulkan keterangan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Kami berharap sopir angkot yang menabrak cepat menyerahkan diri agar bisa clear, jika tidak kami akan cari terus,” tegas Tri.

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online menahan diri dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian.

“Intinya kami turut prihatin. Pengemudi ojek online dan pihak lainnya harus bisa menahan diri dan menyerahkan kasus ini ke kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kom­pol Chandra Sasongko men­gaku telah menyiagakan lebih dari 100 personelnya untuk meredam situasi. Dirinya juga meminta semua pihak tidak mudah terprovokasi dan ber­laku anarkis. Dengan tegas, Chandra akan menindak jika menemukan pengemudi atau sopir yang anarkis.

“Kami kerahkan anggota Dal­mas Polres Bogor Kota sekitar 50 orang ditambah Dalmas Polres Kabupaten Bogor se­banyak dua peleton dan 20 orang dari TAF Polresta Bogor Kota. Mereka akan disiagakan sampai suasana dirasa tenang,” singkatnya. (fin/c/feb/dit)