JADWAL LALU LINTAS SABTU-MINGGU SATU ARAH (ONE WAY) JAKARTA-PUNCAK JAM 09.00-10.30 WIB (PENUTUPAN KEJAKARTA) PUNCAK-JAKARTA JAM 10.30-11.30 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK) PUNCAK-JAKARTA JAM 15.00-17.00 WIB (PENUTUPAN KEPUNCAK)

PASTE SCRIPT/KODE IKLAN DISINI

Hampir 100 Persen Ade Yasin dengan Iwan Gerindra, Benarkah ?


POLITIKABOGOR.COM |  Cibinong. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode tahun 2018 – 2023 sudah diambang mata. Namun, lima bulan jelang pendaftaran calon pada 8-10 Januari 2018, belum ada satu pun partai politik yang sudah mantap menetapkan pasangannya.

“Petanya masih dinamis. Komunikasi politik di level elite parpol masih terus dibangun,” kata Rahmatullah, Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) kepada polbo di Cibinong, Selasa, 12 September 2017.

Saat ini, Rahmatullah menceritakan, baru Partai Gerindra dengan PKS yang sudah sepakat koalisi. “Tapi mereka pun belum memutuskan figur paslon (pasangan calon).”

Bagaimana dengan poros Ade Yasin (AY) yang membawa nama besar gerbong Kerahmatan ? Menurut Direktur LPKP, partai-partai yang dulu di Pilkada 2013 solid mendukung Rachmat Yasin – Nurhayanti, mulai membangun poros baru. Sebut saja Partai Golkar, Partai Amanat Nasional dan Partai Nasdem.

“Golkar sudah jelas mengusung calon sendiri, Kang Jaro Ade (Ade Ruhendi, Ketua DPRD dan Ketua DPD Golkar). PAN enggak akan lepas dari Golkar,” Rahmatullah mengatakan. “Nasdem baru saja sepakat membangun koalisi dengan PDI Perjuangan.”

Adapun Partai Hanura dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) justru terlihat makin mesra dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai penyokong utama Ade Yasin, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan Ketua DPW PPP Jabar.

Menurut Rahmatullah, poros AY kemungkinan besar masih diperkuat Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Belakangan beredar kabar baha penentuan pasangan calon sudah makin mengerucut dan mendekati 100 persen. Ade Yasin sebagai calon bupati dan Iwan Setiawan (Gerindra) jadi wakil bupati.

“Sangat realistis Ade Yasin dengan Iwan Setiawan. Partai Gerinda lagi naik daun. Itu dibuktikan oleh hasil survey sejumlah lembaga,” Rahmat mengatakan.
“Untuk F1 (bupati) sudah titik AY. Sedangkan F2 masih bisa selain Iwan. Tergantung kesepakatan koalisi.”

Dalam pertemuan enam partai koalisi yang digagas DPC PPP baru-baru ini, ada sejumlah nama kandidat wakil bupati yang ditawarkan kepada AY. Seperti Hanura mengajukan Fitri Putra Nungraha (Nungki), anak mantan Bupati Bogor yang pernah menjadi Calon Bupati “Nusae” pada Pilkada 2008. Kemudian PKS mengajukan dua nama, Wasto dan Ida Farida.

“Tapi secara hitungan Iwan Gerindra yang paling berpeluang,” ungkap Direktur Eksekutif LPKP. (ARIE. U.S)


Iwan Gerindra Wakilnya, Ade Yasin : Kenapa Tidak ?


POLITIKABOGOR.COM | Bogor. Calon Bupati dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kab. Bogor Ade Yasin siap bersanding dengan Ketua DPC Gerindra Kab. Bogor, Iwan Setiawan dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018. Terlebih lagi kedua partai, PPP dan Gerindra tengah menjalin koalisi poros tengah bersama PAN dan Demokrat.

“Secara kapasitas (Iwan Setiawan) sudah memenuhi syarat. Apalagi kalau memang itu keinginan semua pihak, kenapa tidak?,” ungkap Ade Yasin kepada Polbo, Jum’at 15 September 2015.

Sebelumnya, Iwan Setiawan menyatakan kesiapannya maju mendampingi Ade Yasin. Tentu ini seakan sinyalemen bakal terbentuknya pasangan FI dan F2 di Bumi Tegar Beriman.

Dilanjutkan AY, proses untuk bisa bersanding dengan Iwan terus berlangsung.uga Ketua DPW PPP Jabar, terkait duet dengan Iwan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor, terus berproses.

“Malam ini kita juga ketemuan empat partai yaitu Gerindra, PPP, PAN dan Demorat yang tergabung di poros tengah. Pertemuanya di Sentul Bogor,” tukasnya.


Masih Beroperasi, Rindu Alam Puncak Jadi Dibongkar Petugas?


DETIK.COM | Jakarta. Putusan PN Bandung Jawa Barat, bangunan restoran Rindu Alam beralih menjadi aset Pemprov Jawa Barat dan harus dikosongkan mulai 30 November 2017. Namun hingga kini, restoran ini masih beroperasi seperti biasa.

detikcom berkunjung ke restoran Rindu Alam di Jalan Raya Puncak Km 89, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/12/2017). Restoran yang berdiri sejak 1979 ini masih beroperasi dan masih banyak dikunjungi tamu. 

Kepala pelayan restoran Rindu Alam, Juanda, mengatakan tidak ada perintah berhenti beroperasi dari atasannya. Karena itu, dia dan pegawai lainnya tetap bekerja seperti biasa. 

"Hari ini kita tetap operasi, kita tetap layani pengunjung. Itu buktinya pengunjung tetap ramai, masih banyak yang datang," kata Juanda saat berbincang dengan detikcom di lokasi. 

"Ya, intinya kita tetap buka seperti biasa saja. Proses gugatan kan masih berjalan. Senin ini rencananya kita mau sidang lagi di PN Bandung. Itu gugatan ke owner dan Pemprov Jabar. Intinya, kita mau ke kesepakatan awal, operasi sampai 2020 itu," sambungnya.

Para pegawai di restoran ini masih bekerja sesuai tugas masing-masing. Para pelayan menyapa santun setiap tamu yang datang dan menanyakan menu yang akan dipesan. Dengan teliti, mereka mencatat setiap pesanan untuk diberikan ke pegawai ruang dapur. Sementara di ruang dapur, juru masak andal restoran Rindu Alam sibuk meracik bumbu dan memasak beragam makanan yang dipesan pengunjung.

Para pegawai RM Rindu Alam mengaku tidak terlalu terpengaruh oleh adanya kabar restoran Rindu Alam akan dibongkar karena sudah menjadi aset Pemprov Jabar. 

"Kita sih tetap kerja, tetap layani pelanggan. Itu kan urusan pimpinan, kita kan harus tetap utamakan tamu yang datang," kata H Salim, salah satu koki yang bekerja sejak awal restoran Rindu Alam berdiri.

Restoran Rindu Alam Dibongkar Satpol PP Akhir Tahun Ini?

Terkait hal ini, Satpol PP Kabupaten Bogor menyebut tahapan pelaksanaan hasil putusan PN Bandung masih tetap berjalan. Dalam waktu dekat, surat peringatan tahap pertama akan dilayangkan ke pihak restoran Rindu Alam. 

"Saat ini tahapan yang sudah dilakukan oleh Dinas Tata Bangunan sudah pada teguran kedua, kemudian nanti teguran ketiga dilakukan dan setelah itu mungkin minggu depan akan dilimpahkan ke Satpol PP, baru setelah itu kita akan lakukan SP (surat peringatan) I lalu SP II, SP III, segel, dan bongkar," kata Kabid Penegakan Perundang-Undangan Daerah pada Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Rindhoullah, Jumat (1/12).

Agus menjelaskan, surat peringatan tahap I akan dilayangkan pekan depan. Kemudian, SP II akan diberikan 7 hari kemudian. "SP II itu jangkanya tiga hari, kemudian SP III selama satu hari, setelah itu kita segel, lalu bongkar," jelas Agus.

"Lalu apakah akan dibongkar tahun ini? Kita lihat saja, kalau tahapannya berjalan, sepertinya tahun ini (dibongkar). Kita terus berkoordinasi dengan Jawa Barat tentang langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan," Agus menegaskan.

Menurut Agus, hingga saat ini proses tahapan tersebut masih terus berjalan dan akan tetap dilakukan selama belum ada putusan hukum yang baru. 

"Proses tahapan akan tetap berjalan, kecuali ada ketetapan hukum yang baru, misalnya bangunan di-status-quo-kan oleh pengadilan," ujarnya. (hri/tor)


Pohon Tumbang di Jalur Puncak Timpa Mobil


POSKOTANEWS.COM | Hujan dengan itensitas sedang sejak malam hingga Kamis siang, mengakibatkan pohon tumbang di kawasan Puncak.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama bersama anggota melakukan evakuasi  pohon yang tumbang di jalur Puncak Bogor Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Proses evakuasi dilaksanakan, ketika Satlantas Polres Bogor mengetahui ada jalur yang terhambat macet, dikarenakan pohon tumbang pada hari Kamis tanggal 30 November 2017 sekira pukul 13.00 WIB, tepatnya di depan RM Cibogy Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor,” kata AKP Hasby.

Pohon tumbang menurut AKP Hasby,  diakibatkan hujan yang melanda wilayah wisata ini. Selain curah hujan yang lama, angin kencang yang melanda wilayah ini, menyebabkan beberapa pohon tumbang yang melintang di jalan raya.

Adapun pohon tumbang yang terjadi di Jalan Raya Puncak Kecamatan Megamendung, Bogor, merupakan pohon yang berukuran cukup besar.

“Pohon tumbang akibat angin kencang. Pohon yang roboh menimpa sebuah kendaraan Toyota Avanza Nopol B-1439-FKH yang sedang melintas. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut,”ujar AKP Hasby.

Dampak dari tumbangnya pohon di  lokasi, mengakibatkan arus lalu lintas sempat lumpuh dan warga tidak bisa melintas. Upaya petugas, jalur kini sudah dilalui dua arah dan lalulintas kembali normal.

Antisipasi macet panjang saat kejadian,  Satlantas Polres Bogor, melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Petugas juga memanggil alat berat Beco untuk evakuasi pohon yang melintangndi bahu jalan.

“Koordinasi dengan Tagana dan BPBD Kabupaten Bogor, saat evakuasi pohon tumbang. Penutupan arus saat evakuasi
dan berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga Jagorawi terkait pemasangan Running Text tentang pengalihan arus di KM 39 tol Jagorawi arah Gadog,”ungkap AKP Hasby.

Kasat Lantas menghimbauan kepada para pengendara yang melintas di jalur puncak, untuk tetap memperhatikan keselamatan, karena cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan tinggi.  Ia juga menghimbau, agar tidak memarkir kendaraan atau berteduh di bawah pohon.  (yopi)


Paket Ade Yasin Iwan Sedang Diproses


METROPOLITAN.ID |  Bogor. Kabar Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor Iwan Setiawan bakal mendampingi bakal calon (balon) bupati Bogor 2018 dari PPP, Ade Yasin, ternyata sudah sampai ke telinga Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. Ia mengungkapkan, wacana tersebut sedang dalam proses pembahasan. “Lagi proses. Tenang saja, Insya Allah,” kata Fadli Zon saat ditanya Metropolitan terkait paket pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan usai membuka Sarasehan dan Festival Pencak Silat Seni Tradisi di Botani Square, Kota Bogor, kemarin.

LELAKI yang juga Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, yang pasti Gerindra akan mengusung kader sendiri untuk maju di pemilihan bupati (pilbup) Bogor 2018. Kader tersebut tak lain adalah Iwan Setiawan. “Kami sudah pasti akan mema­jukan Iwan Setiawan. Tidak ada calon lain, cuma Pak Iwan. Nanti koalisinya dibicara­kan,” terangnya.

Sebelumnya, kedekatan Ade Yasin-Iwan Setiawan yang sama-sama duduk di kursi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini memang sudah terjalin sejak lama. Iwan tidak menepis kemungkinan jika Gerindra akan bergabung dengan PPP dan mengu­sungnya sebagai pendamping Ade Yasin. “Itu memungkinkan, kami sih berharap terbentuk koalisi besar,” kata Iwan.


Penataan PKL Puncak Tahap 2 Rampung Pertengahan 2018


REPUBLIKA.CO.ID |  Bogor.Tempat relokasi Pedagang Kali Lima (PKL) kawasan Puncak di lahan perkebunan Gunung Mas, Bogor, diperkirakan akan melalui proses pelelangan pada awal tahun depan. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Bogor tengah melakukan pematangan lahan dan pemadatan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bogor, Dace Supriyadi, menjelaskan, dua tahapan itu akan segera dilakukan usai penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak pengelola Gunung Mas pada Rabu (29/11). "Sampai pada Januari 2018, baru akan dilelang," ucapnya ketika dihubungi Republika.co.id.

Dace menambahkan, total luasan lahan yang akan digunakan para PKL mencapai lima hektare. Tetapi, pihaknya fokus untuk menata satu hektare terlebih dahulu guna mengimbangi progres penertiban PKL tahap dua yang dilakukan Satpol Pamong Praja (Satpol PP) di antara Taman Safari Indonesia hingga perbatasan Cianjur.

Gunung Mas merupakan tempat relokasi kedua untuk PKL kawasan Puncak yang ditertibkan. Sebelumnya, pada Rabu (22/11), area pertama di Taman Wisata Matahari telah diresmikan oleh Bupati Bogor Nurhayanti. Di sana, 110 pedagang atau lapak sudah mulai berjualan.

Pada lahan satu hektar di Gunung Mas, Dace menjelaskan, tidak semuanya digunakan untuk PKL berdagang. Hanya sekitar 20 persen, sisanya untuk lahan parkir kendaraan, ruang terbuka hijau dan tempat beribadah. Area berjualan akan diisi sekitar 306 unit atau lapak, tuturnya.

Proyek pembangunan tempat relokasi di Gunung Mas, Dace memperkirakan, memakan biaya hingga lebih dari Rp 10 Miliar. Selain penataan lapak PKL, dana tersebut diperuntukkan pembangunan masjid yang masih berada di satu kawasan dengan pusat penjualan.

Setelah penataan PKL di lahan satu hektar, Dace menjelaskan, proyek akan dilanjutkan pada 2019. Rencana, pada dua tahun mendatang, area relokasi Gunung Mas seluas lima hektar sudah dilengkapi dengan fasilitas lain termasuk ruang terbuka hijau.

Azet Basuni dari Forum Puncak Ngahiji menyambut dengan baik atas progres penataan PKL di Gunung Mas. "Harapan kami tidak muluk. Terpenting, pedagang yang tadinya berada di pinggir jalan dapat terorganisir dan tertata dengan rapi. Sehingga, ketika berjualan, tidak takut diserempet atau diklaksonin lagi," ujarnya.

Dalam penataan ini, Azet menyampaikan, pengelola dan pemerintah kabupaten sebaiknya fokus memperhatikan kenyamanan pedagang. Tidak perlu tempat luas dan mewah, namun bisa menunjang aktivitas berjualan para pedagang.

Tidak kalah penting, tambah Azet, area relokasi haruslah memilki daya tarik pengunjung. "Di Gunung Mas saya lihat potensinya bagus karena jadi salah satu destinasi andalan Bogor. Nggak jauh beda lah dengan yang di Taman Wisata Matahari," ucapnya.


Relokasi PKL Puncak Tahap 2 Dilakukan Pertengahan 2018


PIKIRAN-RAKYAT.COM | Cibinong. Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak pengelola lahan untuk tempat relokasi Pedagang Kaki Lima kawasan Puncak. Pembangunan tempat penampungan sementara di lahan perkebunan Gunung Mas itu diperkirakan selesai pertengahan 2018 mendatang.

Menurut Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor Dace Supriyadi, penataan lahan seluas satu hektar di sana mulai dilelangkan pada Januari 2018. "Dari lima hektar itu baru satu hektar yang kita garap. Sekarang kita lakukan pematangan lahan dan pemadatan," katanya seusai penandatanganan di kantor PT Perkebunan Nusantara VIII Kecamatan Cisarua.

Di lahan seluas satu hektar tersebut, Dace mengakui hanya 20 persen di antaranya saja yang dibangunkan lapak. Ia memperkirakan jumlah lapak yang akan disediakan sebanyak 306 unit. Sedangkan sisanya digunakan untuk lahan parkit kendaraan dan lokasi tempat ibadah.

Dace menegaskan tempat penampungan sementara itu untuk PKL yang direlokasi pada tahap kedua. Relokasi tersebut ia pastikan setelah bangunan lapak di tempat penampungan sementara selesai. "Paling cepat pertengahan 2018. Karena ada proses lelang sesuai prosedur penggunaan anggaran daerah," katanya.

Proyek pembangunan tempat relokasi sementara di sana diperkirakan memakan biaya hingga lebih dari Rp10 miliar. Namun, angka pasti yang dialokasikan pemerintah daerah setempat menurut Dace belum final sebelum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018 ditetapkan oleh pihak legislatif.

"Itu dana untuk penataan lapak PKL dan pembangunan mesjid," katanya menegaskan. Selain itu, lahan yang tersisa juga akan dijadikan taman atau ruang terbuka lainnya. Dace menyebut lahan seluas empat hektar di luar tempat relokasi sementara rencananya baru ditindaklanjuti pada 2019.

Sementara itu, menurut Azet Basuni dari Forum Puncak Ngahiji berharap penataan tempat relokasi di kawasan Gunung Mas lebih baik dari tempat relokasi PKL tahap pertama di lahan parkir Taman Wisata Matahari.

"Paling penting, pedagang yang tadinya berada di pinggir jalan bisa terorganisir dan tertata secata rapi. Sehingga saat berjualan, tidak takut akan diserempet mobil, diklaksonin, kena debu dan sebagainya," katanya.

Selain tempatnya nyaman, Azet meminta pemerintah daerahnya memikirkan dan membantu promosi tempat relokasi para pedagang tersebut. Ia mengaku optimistis lokasi yang dipilih yakni di kawasan perkebunan teh bisa menarik minat wisatawan dan pengguna jalan untuk berkunjung. Selama ini, lokasi tersebut memang banyak dijadikan tujuan wisata.


Bupati Bogor Resmikan Rest Area Semesta di Cilember, untuk Tampung PKL Puncak yang Digusur


WARTAKOTA-TRIBUNNEWS.COM | Bogor. Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang bernama Rest Area Semesta di Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, akhirnya diresmikan Bupati Bogor, Nurhayanti.

Menurut Nurhayanti, rest area tersebut menampung 110 lapak PKL yang terkena dampak pelabaran Jalur Puncak benerapa waktu lalu.

Dimana pembangunan rest area tersebut melibatkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Taman Wisata Matahari (TWM) dan Forum Puncak Ngahiji.

"Saya capek ini jadi tidak capek, karena lihat semangat Puncak Ngahiji, PHRI dan TWM, bupati juga harus semangat, saya apresiasi karena merespon saya, ini wujudnya, menggeser bukan menggusur," ujar Nurhayanti dalam pidatonya, Rabu (22/11/2017).

Pantauan TribunnewsBogor.com, dari semua lapak, pada saat peresmian tersebut semua lapak sudah di-booking oleh pedagang namun belum diisi semuanya.

Menurut Nurhayanti, pihak setiap lapak tersebut dikenakan sewa Rp 750 ribu per bulannya bagi para pedagang.

Lanjutnya, pihaknya juga memberi bantuan biaya sewa selama tiga bulan awal.
"Pihak pemerintah juga memberi bantuan yang Rp 750 ribu itu untuk tiga bulan," ujarnya. (Naufal Fauzy)


Pssstt.. Ade Yasin Pilih Iwan


RADARBOGOR.ID |  Bogor. Diam-diam, Partai Persatuan Pem­bangunan (PPP) telah mematangkan calon pen­damping Ade Yasin di Pilbup Bogor 2018. Kabar yang diterima redaksi Radar Bogor, bakal calon bupati dari partai berlambang Kakbah itu akan berpasangan dengan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan, untuk bertarung melawan rival terkuatnya, Ade Ruhandi alias Jaro Ade.

Sumber Radar Bogor di internal PPP mengatakan, peluang Ade Yasin untuk berpasangan dengan Iwan Setiawan cukup tinggi. Sumber tersebut bahkan berani memastikan tanggal deklarasi pasangan Ade-Iwan, yakni 24 November mendatang. PPP bersama dengan PKB disebut telah sepakat menggalang koalisi besar dengan Gerindra di Bumi Tegar Beriman. ”Kecendrungan kita dengan Gerindra (wakil bupati, red),’’ ujar sumber Radar Bogor yang enggan disebutkan namanya.

Dikonfirmasi soal ini, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor M Romli belum mau memberi keterangan gamblang. Tetapi informasi terkini, kata dia, PPP tengah berikhtiar untuk menentukan partai koalisi yang akan mendukung pemenangan Ade Yasin.

”Desember ini sudah ada koalisi partai, pasti terbuka (untuk koalisi, red), jadi belum ada pasangan. Makanya, kita ke semua parpol sedang reli,’’ ujar M Romli yang tertawa kecil saat ditanya soal Ade-Iwan.

Menurut Romli, bukan hanya Gerindra, PPP juga membangun komunikasi politik dengan semua partai sampai awal Desember nanti. ”Jadi, kita belum tahu dengan siapa berkoalisi,’’ ujarnya. Dalam komunikasi itu, partai-partai akan diajak rembug membahas calon pendamping Ade Yasin.

”Syaratnya harus masuk koalisi dulu. Insyaallah awal Desember sudah ada, baru bicara masalah pendampingnya. Syarat siapa calon pendamping AY nanti ditentukan koalisi partai tersebut. Kita ajak bicara (koalisi) karena kita ingin menang,’’ tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Hanura Kabupaten Bogor, Iswahyudi, mengaku tengah intens berkomunikasi dengan PPP. Ia berharap, Ade Yasin sudi berpasangan dengan Sekretaris DPW Hanura Jawa Barat, Fitri Putra Nugraha (Nungki). ”Kita hanya mengusulkan, tergantung yang punya hajat,” ucapnya. Apalagi, koalisi PPP-Hanura sudah mencukupi untuk mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati Bogor.

“Sudah satu tiket 10 kursi. Tetapi pada saat pertemuan pertama Hanura, Gerindra, Nasdem, dan PKB juga menyodorkan masing-masing balon wakil bupati,’’ ujarnya. Beberapa nama yang disebut-sebut berpotensi dipasangkan dengan Ade Yasin, di antaranya, Iwan Setiawan, Nungki dan Muhammad Baghowi dari Demokrat.

Sementara, Ade Yasin sendiri sulit dihubungi karena sedang berada di Tanah Suci untuk melaksanakan umrah. Sedangkan Iwan Setiawan terkesan menghindari pewarta, dan tidak mengindahkan panggilan maupun pesan singkat yang kami layangkan. (ded/c)


Jalan Cikepong Ambrol


PORTALCISARUA | Cibinong.  Pengendara yang melintas Jalan Cikempong Totogan Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, terpaksa harus berhati-hati saat melintas.

Pasalnya kondisi jalan yang berada disisi tebing Kali Totogan ambrol sedalam -+2 meter. Melihat itu, warga bahu membahu memberikan papan penutup supaya tidak membahayakan pengguna jalan terutama pada malam hari.

"kejadiannya mungkin dinihari, sebab saat saya lewat pagi harinya sudah ambrol jalan itu. mungkin terkikis selama musim hujan ini," kata Hendra, warga Rt 07 Rw 09 Kelurahan Pakansari, Sabtu (14/10/2017)

Dia menuturkan jalan tersebut membentang sepanjang -+100 meter tepatnya diatas tebing Kali Totogan yang memiliki kedalaman -+10 meter. "Kalau tidak segera diperbaiki bisa mengakibatkan jatuhnya korban jiwa," tuturnya.


Pantauan dilokasi, jalan Cikempong Totogan merupakan jalan penghubung dari Bogor Asri menuju Jalan Raya Stadion Pakansari dan Jalan Raya Tegar Beriman yang selalu ramai kendaraan berlalu lintas. (als)

Asep Ruhiyat Naik Pangkat Luar Biasa, Ini Komentar Tokoh


POLITIKABOGOR.COM | Cibinong. Bekal berharga menjadi bakal calon bupati Bogor dari birokrat diterima Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Asep Ruhiyat dengan kenaikan pangkat luar biasa dari pemerintah pusat. Kenaikan pangkat dari golongan IV A ke IV B diterima Asep di Pemprov Jabar, Bandung, Senin 9 Oktober 2017.

“Kenaikan pangkat ini jadi bekal berharga atas pengalaman dan prestasi Pak Asep untuk pencalonan Pak Asep sebagai calon bupati,” kata mantan Dubes Malaysia Marsekal (Purn) Herman Prayitno saat dihubungi wartawan dari Cibinong, Selasa 10 Oktober 2017.

Menurut mantan Kasau ini, Asep Ruhiyat saat itu datang menghadap dirinya di Kuala Lumpur dan melaporkan bahwa ada kontingen Indonesia untuk Sea Games Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Sebagai dubes yang tugasnya mengakrabkan Indonesia dan Malaysia secara people to people dan lembaga ke lembaga, maka saya manfaatkan untuk support secara protokoler saya sambut dan beri motivasi supaya jadi juara. Dan alhamdulilah jadi juara 2. Itu kenangan manis saya dengan Pak Asep,” kata Herman.

Herman menambahkan, setiap ASN memiliki peluang yang sama untuk berprestasi namun kadangkala tidak setiap ASN mampu memanfaatkan itu. “Namun Asep Ruhiyat mampu memanfaatkan itu karena memang sudah menyiapkan diri. Jadi juara atau pemenang itu tidak seketika karena itu harus berangkat dari kebiasaan,” tandas Herman yang sudah kenal lama Asep Ruhiyat.
Bupati Bogor Nurhayanti juga mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat luar biasa kepada Aaep Ruhiyat.

“Selamat atas kenaikan pangkat luar biasa kepada Asep Ruhiyat karena prestasinya dalam Sea Games ASN di Kuala Lumpur. Sangat membanggakan,” ujar Nurhayanti kepada wartawan melalui pesan singkatnya.

Asep menerima kenaikan pangkat itu di Pemprov Jawa Barat, Senin 9 Oktober 2017. Sebelum menerima kenaikan pangkat itu, Asep diminta presentasi antara golf dan kinerja sebagai ASN Kabupaten Bogor. Dalam presentasi itu, Asep memaparkan bahwa olahraga golf dapat membantu kinerja antar lembaga pemerintah dari pusat, provinsi, kabupaten dan kota.

Sekda Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengatakan, penghargaan dari pusat kepada Asep wajar diberikan karena telah berprestasi di Kuala Lumpur dan penghargaan itu jarang diberikan.

“Belum pernah ada ASN Kabupaten Bogor menerima penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa seperti yang diterima Pak Asep. Sepanjang saya bertugas di Pemkab Bogor belum pernah ada, ya baru Pak Asep saja yang menerima ini,” kata Adang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa 10 Oktober 2017.

Adang menegaskan bahwa menjadi kebanggaan bagi dirinya sebagai Sekda ada anak buahnya yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa dan ditandatangani Gubernur Jawa Barat.

“Jelas suatu kebanggaan bagi Pemkab Bogor dan ini akan disosialisasikan ke ASN Pemkab Bogor melalui event yang diselenggarakan BKPP untuk menjadi motivasi bagi pegawai agar tidak berharap dari kenaikan pangkat reguler per 4 tahun tapi bisa dari prestasi dan kelebihan lain,” tandas Adang.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Jaro Ade memberi komentar positif. “Saya apresiasi dan apa yang diraih Asep adalah hasil kerja keras dan mudah-mudahan bagi ASN lainnya,” ujarnya melalui sambungan telpon, kemarin.

Mantan Wakil Bupati Bogor di era Bupati Ediyoso Martadipura, Lesmana juga memberi apresiasi positif kepada Asep Ruhiyat atas penghargaan tersebut.

“Belum ada dan belum pernah ada kenaikan pangkat luar biasa di Pemkab Bogor tapi ini ada Asep Ruhiyat yang meraih itu. Kalau soal trofi bisa dikoleksi banyak tapi susah dan tak mudah dicapai untuk meraih penghargaan seperti Pak Asep,” kata Lesmana saat dihubungi melalui telepon.

Mantan Walikota Cirebon menambahkan, kinerja Asep itu nothing to lose dan tekun. “Saya selalu menanamkan ke Pak Asep untuk memberikan kinerja terbaik dan mampu melakukan apapun,” tandas Sekda Kabupaten Indramayu dan dikenal sebagai birokrat bersih dan berwibawa yang kini menjadi pendakwah di Bogor.

Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Bogor Zaenal Safrudin menambahkan, Asep Ruhiyat figur yang segalanya bisa dia lakukan. “Asep McGyver Ruhiyat segalanya bisa dengan jaringan dan komunikasinya. Saya bangga ada warga Bogor yang mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa seperti Pak Asep,” tandas Zainal.


Warga Padati Halaman Kantor Kecamatan Untuk Nobar Film G30S/PKI


GARUDANEWS.COM | Bogor. Seruan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmanto untuk nonton Bareng (Nobar), Film G30S/PKI yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia terus menggema di penjuru Nusantara.

Hal itu pun terlihat di halaman kantor kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa barat. Ratusan warga memadati Lapangan Kantor kecamatan, tempat berlangsungnya nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang digelar kemarin malam, menyaksikan film yang sempat menjadi kontroversi tersebut, sebab sudah lama tidak diputar.

“Alhamdullilah kita bisa nobar film ini bersama masyarakat sekitar, tentunya nobar ini di prakarsai oleh Danramil Cisarua 2124 bekerjasama dengan Kecamatan Cisarua dan Formasi,” ungkap Camat Cisarua Bayu Rahmawanto

Bayu menuturkan sangat penting film ini diputar kembali sebagai langkah dan upaya mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda, untuk tahu tentang bagaimana proses demi proses perjalanan bangsa ini, dan film yang diputar juga berkaitan dengan isu kekinian, film yang memiliki sisi sejarah penting dan kelam untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya kewaspadaan bangsa ini untuk terus dibangun.

“Agar rasa kecintaan dan nasionalisme pada negara ini terpelihara dan senantiasa dijaga, terlebih negara kita adalah negara yang beridiologi Pancasila, dan disinilah peran serta kami (Danramil dan Kecamatan) sebagai bagian penting dalam pemerintahan untuk memberi tahu dan mengajak masyakat agar tahu nilai-nilai sejarah tersebut,” ungkap Bayu.

Sementara warga setempat Salim mengungkapkan sebagai masyarakat khususnya dirinya yang bagian dari pemuda warga Kecamatan Cisarua, kiranya kita patut menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. “Dalam hal ini kepada Danramil Cisarua Bapak Mayor Infantri Yohanes Heru Wibowo, Camat Cisarua Bapak Bayu Rahmawanto beserta jajaran staf serta Formasi Cisarua, yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.

Pria yang juga penggiat Blogger di kawasan Puncak tersebut menambahkan, tentunya, lanjut dia hal ini merupan langkah positif dan edukatif untuk mengingatkan masyarkat dan pemuda tentang pentingnya sejarah, untuk sejenak flashback pada kejadian masa lalu Indonesia di tahun 1965 melalui film dokumenter tersebut.

“Semoga kegiatan nobar ini bisa terlaksana kembali disetiap tahun berikutnya. Harapannya tentu untuk mengasah ingatan kita dan generasi selanjutnya akan peristiwa kelam yang pernah terjadi pada bangsa Indonesia ini,” berharap dia.

Selain itu untuk tahun berikutnya sangat beharap sekali agar kegiatan nobar film dokumenter tersebut di ikuti juga oleh Pemdes-pemdes yang ada di Cisarua untuk mengadakan kegiatan yang sama di tiap akhir bulan September.

“Jasmerah! lho itu kan kata Founding Fathers kita dulu,” pungkas pria yang akrab di sapa cakil tersebut. (apih)



Manfaatkan Dana Banprov, Pemdes Banjarwaru Ciawi Renovasi Kantor Desa


INFODESAKU.CO.ID |  Bogor. Dalam rangka optimalisasi peningkatan kinerja dan pelayanan kepada warga masyarakat, Pemerintah Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor melakukan renovasi kantor dengan dana Bantuan Provinsi senilai Rp.150.000.000,- dari anggaran pengajuan tahun 2016 yang lalu.

Renovasi tersebut dilakukan sejak pertengahan bulan September 2017 dengan target 30 hari kerja.

”Dari yang di targetkan selama satu bulan, namun karena terkendala cuaca apalagi sekarang ini musim penghujan. Jadi mungkin agak sedikit terhambat ditambah lagi pengerjaan atap atas itu memakai listrik (pengeboran), khawatir juga sama tukangnya,” seperti dikatakan Dede Rahmat, Ketua BPD Banjarwaru kepada Infodesaku.

Masih menurut Dede, Ia menambahkan, “Adapun dana Bantuan Provinsi (Banprov)tersebut direalisasikan untuk pembangunan ruangan LPM dan BPD, sementara pemeliharaan untuk aula dan pagar depan kantor desa. Saya berharap dengan renovasi gedung ini guna peningkatan kinerja aparatur Pemerintah Desa dan optimalisasi pelayanan kepada warga masyarakat tentunya.” tutur Aciel sapaan akrabnya.

Sekadar diketahui, Bangunan kantor Desa Banjarwaru itu terakhir dibangun pada sekitar tahun 1992/1993 di masa kepemimpinan Kepala Desa Asep Hadiyanto. Sedangkan pembenahannya saat masih dijabat oleh mantan Kades Wawan Kurniawan. (Taufik Hidayat)


Sanggar Tari Cisarua Wakili Kabupaten Bogor Promosi di Thailand


GARUDANEWS.ID |  Studio Seni Indonesia (SSI) pimpinan Lilis Lisdianty terpilih mewakili Kabupaten Bogor dalam Bogor Tourism And Handycraft Sales 2017 di Thailand, 26-29 September 2017 kemarin.

Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan dan menjalin kerjasama serta menarik wisatawan Thailand untuk datang ke Kabupaten Bogor.

Lilis Lisdianti mengatakan, sanggarnya sudah beberapa kali tampik di luar negeri.

”Alhamdulilah sanggar kami sudah bisa tampil di beberapa negara, diantara nya, China, Malaysa, dan Thailand. Hal tersebut semakin meyakinkan saya bawa seni Tari Sunda Klasik yang kami tekuni kedepan akan lebih bisa  di terima masyarakat dan bisa mewarnai wisata di Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada Garudanews.id, Minggu, (01/10).

Dalam acara yang di gelar Dubes Indonesia untuk Thailand tersebut, sedianya Lilis akan menampilkan tarian di Pembuka dan penutup acara. Namun karena ada kendala delay pesawat dan terjebak macet di Bangkok, Lilis hanya tampik di penutup acara.

“Sayang sekali kami hanya bisa tampil di penutup acara. Kami kena delay pesawat dan macet di Bangkok. Padahal mestinya kami tampil sebagai pembuka acara dan penutup,” paparnya.

Delegasi Kabupaten Bogor juga melakukan dialog dengan Dubes Indonesia untuk Thailand,  membicarakan program kerja sama antara dua negara.

“Kemudian presentasi dan promosi Kabupaten Bogor dengan beberapa vendor dan pelaku bisnis terkait di Thailand,” pungkasnya. (Cj/Nyto)


Bulan November Bangunan Restoran Rindu Alam Puncak Dibongkar


TRIBUNNEWS.COM | Restoran Rindu Alam bukan tempat asing bagi Anda yang biasa tetirah ke Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Restoran yang sudah berdiri sejak 1980 itu rupanya tak akan bertahan lebih lama lagi.
Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, restoran yang berdiri di ketinggian sekitar 1.443 meter dari permukaan laut itu bakal segera diratakan dengan tanah.
Deddy melanjutkan, pembongkaran akan dilakukan bulan depan.

"November kita ratakan, jadi akan kita jadikan untuk publik area," kata Deddy Mizwar kepada TribunnewsBogor.com.

Lahan yang dipakai oleh Restoran Rindu Alam menurut Deddy merupakan milik dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tanah tersebut, sudah disewakan selama hampir 32 tahun.

Disadur dari Kompas.com, restoran Rindu Alam yang ada sekarang ini dirintis dua orang yang bersahabat sejak muda, yakni Ibrahim Adjie dan DS Mangkuto.

Adjie adalah mantan Panglima Kodam Siliwangi.

Adapun Mangkuto adalah pemilik Roda, restoran minang di Cipanas.

Kedua orang itu kemudian minta izin kepada Pemerintah Daerah Jawa Barat untuk pinjam atau sewa lahan peristirahatan Rindu Alam itu yang kini berlokasi di Jalan Raya Puncak Km 23 Kabupaten Bogor.

Permohonan itu diajukan 1979 dan izin akhirnya keluar 1980.

Pembangunan restoran pun dimulai dengan menghilangkan bangunan lama sebelum restoran dibuka pada 1981.

"Itu tanah pemprov, kalau bukan tanah kita kita gak akan diapa-apain, ini tanah pemprov yang disewakan udah 32 tahun itu," katanya.

Deddy menjelaskan bahwa nantinya setelah dirobohkan, eks lahan restoran Rindu Alam akan dijadikan public area.

"Kita ratakan dulu untuk publik area, kalo ada bangunan dihitung, trus seperti apa, jangan sampai terjadi sesuatu yang bisa mengurangi resapan air," tukasnya.


Nikah Siri di Puncak Jadi Objek Penelitian, Ini Hasilnya


BOGORDAILY.NET | Puncak. Peluncuran laman nikahsirri.com membuat geger masyarakat. Tak hanya menawarkan jasa nikah siri, pengelola laman ini juga melelang keperawanan, pemerintah telah menutup laman itu karena dinilai meresahkan.

Data penyidikan polisi menyebut ada 2700 klien yang sudah membayar Rp100 ribu untuk mengakses laman ini. Selain itu, sudah ada pula 300 mitra yang siap menikah dengan para klien situs yang dibuat oleh Aris Wahyudi ini.
Kasus ini mengingatkan fenomena kawin kontrak di kawasan wisata Cirasua, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Tak hanya berita belaka, telah ada pernelitian tentang fenomena ini.
Peneliti Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama, Abdul Jamil Wahab, mengatakan, fenomena kawin kontrak sebetulnya tidak terjadi di Cisarua. Prosesi kawin kontrak biasanya terjadi di sekitar Cianjur, Sukabumi, Subang, Bandung, dan Jakarta.
” Kawasan Puncak hanya dijadikan ‘bulan madu’ pasangan kawin kontrak ini,” kata Jamil saat dihubungi Dream melalui telepon, Selasa 26 September 2017. Para pelaku kawin kontrak, kata Jamil, umumnya pria Timur Tengah.
Penelitian berjudul ‘Fenomena Kawin Kontrak dan Prostitusi ‘Dawar’ di Kawasan Puncak Bogor‘, mengungkap asal-usul praktik ini. Mengutip buku ‘Seks dan Hijab‘ karya jurnalis El-Feki, kegiatan kawin kontrak muncul saat para pria Timur Tengah berlibur.
” Bagi orang Timur Tengah ketika musim panas, mereka lebih suka melewatinya dengan meninggalkan negaranya kemudian berlibur ke negara lain… melakukan kawin kontrak dengan perempuan lokal Mesir, misalnya,” tulis Jamil.
Penelitian yang dilakukan pada 2016 itu berhasil mewawancarai lelaki yang menjadi penyalur perempuan untuk kawin kontrak. Pria berinisial AM, 54 tahun, mengatakan prosesi kawin kontrak seperti
tawar-menawar beli pisang.
” Ini murni bisnis,” kata AM, dalam tulisan Jamil. Uang dari kawin kontrak bervariasi, antara Rp5 juta hingga Rp40 juta.
Besaran nilai ‘kontrak’ tergantung pada status pria Timur Tengah. Selain itu nilai uang itu juga ‘memperhitungkan kualitas fisik si perempuan’.
” Makin menarik fisik si perempuan biasanya harga yang ditawarkan semakin tinggi,” tulis Jamil.
Setelah harga disepakati, para pria Timur Tengah itu akan disodori lima atau enam perempuan. Jika tidak cocok, para pria itu akan disodorkan lagi.
Pelaksanaan kawin kontrak, kata Jamil, tidak serinci pelaksaan pernikahan resmi. Pelaksanaan kawin kontrak tidak melalui lamaran.
Para pelaku kawin kontrak dapat langsung melaksanakan akad atau ijab kabul di kediaman perempuan atau tempat lainnya dengan wali, saksi-saksi, dan amil (pembantu penghulu) yang semuanya “ palsu”.
Tidak ada resepsi pernikahan dalam pelaksanaan kawin kontrak. ” Ya kalau saya bilang ini secara hukum tidak sah. Prostitusi  terselubung,” ucap Jamil.
Dalam praktik kawin kontrak, pria Timteng tidak diwajibkan memberikan uang belanja pada perempuannya. Tetapi, tak jarang terjadi, para pria Timur Tengah yang menjalani praktik kawin kontrak tetap berkomunikasi dengan istri kontraknya.
Kondisi ini terjadi saat sang ‘istri’ hamil. Anak yang lahir dari kawin kontrak, kata Jamil, biasanya akan dibesarkan ibunya. Si ayah, yang telah kembali ke negara asalnya, tetap memberi nafkah.
” Pada umumnya, jika mengetahui si perempuan hamil dan mempunyai anak, laki-laki itu akan mengirim uang bulanan, meskipun mereka telah kembali ke negara asal mereka,” tulis Jamil.
Meski tanpa data angka, kata Jamil, peminat kawin kontrak yang paling besar berasal dari kalangan dewasa ” Yang banyak sepuh-sepuh,” kata dia.

Asep Dan Iwan, Kekuatan Besar Poros Barat Selatan di Pilkada


BOGORZONE.COM | Ciawi. Ciawi – Kemesraan dua kader partai besar antara Asep Wahyuwijaya dengan Iwan Setiawan, saat menghadiri penyerahan bantuan mesin pencacah sampah dan benih ikan kepada Ecovilage Baraya di Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (25/9/2017), dinilai banyak kalangan sebagai sinyalemen untuk menciptakan koalisi poros tengah di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor.
Asep Wahyuwijaya yang merupakan tokoh wilayah barat, sangat cocok bila disandingkan dengan Iwan Setiawan anak dari tokoh ulama besar di wilayah selatan Kabupaten Bogor.
Ketua Presidium Santri Bogor, Muhammad Muhsin menilai, kedua tokoh politik yang saat ini menjabat sebagai wakil rakyat di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor itu, sangat serasi untuk berkoalisi di Pilkada Kabupaten Bogor.
“Dua-duanya sebagai kader partai terbaik. Baik dari popularitas maupun elektabilitas di kalangan masyarakat,” ujarnya kepada Bogorzone.com di lokasi kegiatan Ecovilage Baraya di Ciasin, Desa Bendungan.
Menurutnya, Asep Wahyuwijaya yang berangkat dari Partai Demokrat dan sekarang duduk di Komisi 2 DPRD Provinsi Jawa Barat, sudah dikenal semua kalangan masyarakat, khususnya di wilayah barat.
Sedangkan, lanjut Muhsin, Iwan Setiawan yang saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, figurnya tidak diragukan lagi.
“Jadi masing-masing sudah populer namanya di semua kalangan masyarakat. Makanya, saya rasa bila keduanya disatukan dalam Pilkada akan menjadi kekuatan besar,” paparnya.
Hal sama juga di ungkapkan Barisan Relawan Asep Wahyuwijaya (Balawa), Reza Maulana. Ia menegaskan, apabila dalam Pilkada Kabupaten Bogor nanti kedua tokoh politik itu disatukan, dipastikan menjadi kekuatan besar untuk meraih suara masyarakat.
“Kalau saya sih sangat setuju bila keduanya berkoalisi. Ini akan menjadi kekuatan baru antara barat dan selatan Kabupaten Bogor di Pilkada,” tukasnya. (ris)

Dedi Mulyadi Siap Mundur dan Rela Tak Diusung Golkar di Pilgub Jabar



DETIK.COM | Bandung. Beredarnya surat bodong dari DPP Partai Golkar yang berisi dukungan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien untuk maju di Pilgub Jabar berbuntut panjang. Masalah ini disikapi serius oleh seluruh kader Partai Golkar di Jawa Barat. 

Bahkan dengan tegas Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi siap mundur dari jabatannya sebagai ketua DPD bila keberadaanya tidak membawa kemajuan bagi partai berlambang beringin ini. Dia juga mengaku rela tidak diusung Golkar di Pilgub mendatang. 

"Sikap saya, kalau Dedi Mulyadi harus dikorbankan untuk kebesaran partai, saya siap mengorbankan diri bahkan menghilangkan jabatan untuk kebaikan partai," kata Dedi di hadapan ratusan kader Partai Golkar, di Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017). 

Dedi tidak ingin niatnya maju di Pilgub Jabar sampai merusak keharmonisan Partai Golkar. "Kalau keberangkatan saya membuat gundah teman-teman pengurus DPD Provinsi, kabupaten kota, calon bupati dan wali kota, anggota fraksi, takut bersama saya kehilangan jabatan, kekuasaan, tinggalkan saya sendiri. Biarkan saya sendiri," ujar Dedi.

Meski begitu, Dedi mengingatkan DPP Partai Golkar untuk tidak salah memilih tokoh yang nanti akan didukung di Pilgub Jabar mendatang. Karena elektabilitas dan popularitas seseorang tidak menjamin sebuah kemenangan. 

Contohnya saja, kata Dedi pada Pilgub DKI Jakarta lalu. Partai Golkar dengan serius mendukung Basuki Tjahja Purnama yang berpasangan dengan Djarot. Tapi mereka kalah oleh pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Salahudin Uno. 

"Siapa yang bisa meramal yang menang di Pilkada 2018. Survei itu hanya prediksi. Survei hanya panduan. Kemenangan tetap Allah yang menentukan. Di Pilkada DKI Golkar punya keyakinan menang. Tapi Alah berkehendak lain," ujar Dedi. 

Diberitakan sebelumnya, ratusan kader Partai Golkar dari berbagai daerah berkumpul di Kantor DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017). Mereka datang untuk memberi suport kepada Dedi Mulyadi.

Kedatangan ratusan kader itu dipicu beredarnya surat keputusan (SK) dari DPP Partai Golkar yang menyatakan dukungan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqin untuk maju di Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang. Hal ini memicu kekecewaan kader Golkar di berbagai daerah di Jawa Barat. Meski belakangan surat itu dinyatakan bodong.(ern/ern)